Edisi 82 / April 2008
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
MEI Gelar Program Mentoring
Friday, 09 May 2008

Masyarakat Entrepreneur Indonesia (MEI) menggelar acara mentoring pendamping mahasiswa, sarjana untuk usaha mikro dan kecil. Upaya ini adalah bagian dari MEI unutk mencetak satu juta entrepreneur pada lima tahun mendatang, untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Menurut MEI, jumlah pengangguran yang tinggi sangat merisaukan dan menghantui perekonomian Indonesia. Setiap tahun banyak sarjana yang lulus, namun yang tertampung dalam dunia kerja sangat sedikit. Keprihatinan inilah yang menyebabkan MEI menggelar program pembentukan para entrepreneur di kalangan pelajar dan mahasiswa. Saat ini MEI Kamar Dagang Indonesia (Kadin) telah berhasil melatih lebih dari 1000 pengusaha kecil dan pendamping usaha mikro. MEI sudah memulai acara seperti ini tiga tahun lalu. Untuk itu, pihaknya menggandeng beberapa instansi terkait, antara lain dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pengembangan agroentrepreneur. Selain itu, MEI juga mengajak Kantor Menko Perekonomian, Badan Amil Zakat, Kadin Jerman dan Kadin Aceh. Semuanya itu untuk membentuk entrepreneur yang tangguh. Saat ini, memang baru sedikit yang dihasilkan. Namun, untuk ke depannya, MEI optimistis target satu juta entrepreneur bakal tercapai. (RS)

Pegadaian

 
Pemerintah Luncurkan QSEAL
Friday, 09 May 2008

Pemerintah secara resmi telah meluncurkan sertifikasi mutu nasional Q-SEAL untuk komponen otomotif. Segel resmi yang menjamin kualitas produk itu bertujuan untuk mendorong produsen komponen otomotif lokal dalam mempertahankan dan meningkatkan standar produk, sehingga menarik konsumen domestik. Sebagaimana diketahui pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air berdampak pada pertumbuhan industri komponen otomotif lokal yang umumnya dihuni oleh para pengusaha menengah kecil (UKM). Sejalan dengan pengembangan industri ini, menurut Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, pemerintah meluncurkan QSEAL untuk meningkatkan daya saing produk. Saat ini terdapat 134 industri suku cadang (komponen) di Tanah Air. Dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil yang menjadi vendor ATPM atau pemasok suku cadang resmi. Selebihnya mereka harus bersaing di pasar (after market) terutama dengan produk-produk imitasi. Dengan adanya QSEAL, diharapkan para pengusaha komponen lokal ini bisa bersaing, lantaran harganya hamper sama dengan produk imitasi, namun kualitasnya lebih bagus. Selain itu, adanya sertifikasi mutu tersebut pengusaha komponen lokal bisa bersaing dengan pemain asing yang beroperasi di sini yang berjumlah sekitar 75-an perusahaan. Yang jelas, lewat QSEAL para pelaku bisnis komponen ini bisa memasuki pasar ritel lewat jaringan-jaringan bengkel. (RS)

 
Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Advertorial
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertisement
Polling
Setujukah Anda bila UKM masuk bursa ?
 
Advertisement
Advertisement
Advertisement
© 2008 Peluang Usaha dan Solusinya