www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 22.10

10 Fot Mengerikan Ini Perlihatkan Penampakan Dasar Laut yang Jarang Diketahui

10 Fot Mengerikan Ini Perlihatkan Penampakan Dasar Laut yang Jarang Diketahui

Manusia tidak pernah tahu, di balik semua keindahan dan kesenangan itu bisa jadi ada bahaya yang mengintai.

10 Fot Mengerikan Ini Perlihatkan Penampakan Dasar Laut yang Jarang Diketahuiviralthread.comFoto mengerikan di laut yang pernah tertangkap kamera.

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizky Tyas

TRIBUNTRAVEL.COM - Laut dan seisi kehidupan di dalamnya adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk dijelajahi.

Melihat karang-karang tersembunyi bersama ikan warna-warni pasti menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Apalagi jika kita berhasil mengabadikan mome nt paling epic di laut lantas mengunggahnya ke media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Blog.

Manusia tidak pernah tahu, di balik semua keindahan dan kesenangan itu bisa jadi ada bahaya yang mengintai.

Kalian pasti bertanya-tanya, apa yang terjadi di dalam laut yang selalu tampak tenang di permukaan?

Jika kalian punya nyali, mungkin foto-foto ini akan merubah pendapatmu tentang laut yang indah.

Jauh di dalam perairan di dunia ini, ada beberapa hal menyeramkan yang terus menjadi misteri.

Dirangkum Tribun Travel dari laman ViralThread.com, foto-foto kengerian yang diklaim pernah terjadi di laut ini siap-siap membuatmu berpikir ulang jika ingin menyelam lebih dalam lagi.

1. Bayangan ikan raksasa yang tertangkap dari foto udara, apa jadinya jika mereka mengibaskan ekornya

brainjet.combrainjet.com
Halaman selanjutnya 12 Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani Editor: Rizky Tyas Febriani Wanita Menangis hingga Pingsan Gara-gara Nikah Paksa, Tiba-tiba Mantan Pacar Datang Lakukan Hal Ini Sumber: Tribun Travel

thumbnail

Posted by On 10.36

Traveling Makin Mudah! Berkat Kolaborasi Uber dan Railink Tingkatkan Mobilitas Kota Medan

Traveling Makin Mudah! Berkat Kolaborasi​ ​Uber​ ​dan​ ​Railink ​Tingkatkan​ ​Mobilitas​ Kota Medan

Melalui kolaborasi ini, wisatawan yang tiba di bandara Kuala Namu dapat menggunakan layanan kereta api Railink menuju pusat kota Medan selama 40 menit

Traveling Makin Mudah! Berkat Kolaborasi​ ​Uber​ ​dan​ ​Railink ​Tingkatkan​ ​Mobilitas​ Kota MedanRilis FleishmanHillard Indonesia Mewakili Uber IndonesiaDirektur PT Railink Indonesia, dan Damian Kassabgi, Direktur Kebijakan Publik Uber Asia Pasifik meresmikan pick-up point Uber di Stasiun Medan secara simbolis. Kini, pengunjung dan penduduk Medan bisa memesan Uber dengan nyaman di pick-up point Uber yan g tersedia di Stasiun Medan.

TRIBUNTRAVEL.COM - Uber, perusahaan berbagi tumpangan (ridesharing) terbesar di dunia, berkolaborasi dengan Railink, pionir penyedia jasa kereta api bandara di Indonesi.

Keduanya bergabung dalam sebuah kemitraan strategis yang bertujuan untuk menyediakan pilihan transportasi multimoda yang nyaman dan handal bagi warga Medan yang pulang kampung, turis, dan mereka yang hendak meninggalkan kota Medan melalui Bandara Kuala Namu.

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, kelancaran mobilitas
merupakan hal krusial bagi kota Medan.

Dengan banyaknya potensi wisata sejarah, keindahan alam Sumatera Utara yang kaya, dan beragam pilihan kuliner, keandalan transportasi sejak mendarat di Bandara Kuala Namu sampai menjelajahi kota Medan praktis menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan.

Melalui kolaborasi ini, warga dan wisatawan yang tiba di bandara Kua la Namu dapat menggunakan
layanan kereta api Railink menuju pusat kota Medan selama 40 menit.

Heru Kuswanto, Direktur PT Railink Indonesia, dan Damian Kassabgi, Direktur Kebijakan Publik Uber Asia Pasifik, berjabat tangan untuk meresmikan kerjasama antara Uber dan Railink. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan integrasi mobilitas publik dengan menyelaraskan mobilitas multimoda â€
Heru Kuswanto, Direktur PT Railink Indonesia, dan Damian Kassabgi, Direktur Kebijakan Publik Uber Asia Pasifik, berjabat tangan untuk meresmikan kerjasama antara Uber dan Railink. (Rilis FleishmanHillard Indonesia Mewakili Uber Indonesia)

Begitu tiba di stasiun Railink kota Medan, warga dan wisatawan akan menemukan tempat penjemputan (pick-up point) Uber, sehingga memudahkan mereka melanjutkan perjalanan menjelajah ibu kota Sumatra Utara ini dengan Uber.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan PT Railink untuk mengantar publik pulang dan pergi ke
Bandara Kuala Namu,” kata Damian Kassabgi, Director Public Policy Uber Asia Pasifik.

“Melalui kerjasama ini warga Medan, wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis akan merasakan perjalanan yang lebih mulus. Dengan berbagi tumpangan mereka akan lebih terkoneksi satu sama lain dan juga
dengan transportasi publik, dan kini kami tengah berupaya membangun kerjasama serupa di
kota-kota lain di Indonesia.”

“Integrasi antar moda transportasi adalah kunci dalam menjamin kualitas dan kelancaran layanan
perjalanan bagi masyarakat. PT Railink sebagai perintis layanan transportasi bandara berbasis rel di
Indonesia berkomitmen memperkuat integrasi tr ansportasi multimodal dari satu titik ke titik yang lain,
mulai dari transportasi udara, transportasi berbasis rel dari bandara, hingga transportasi dengan
kendaraan bermotor,” ujar Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto.

“Kami percaya bahwa Uber merupakan mitra yang tepat dalam membangun integrasi multimoda dengan mengedepankan kepastian layanan berkualitas, kepastian tarif, dan kepastian keamanan.”

Halaman selanjutnya 12 Ikuti kami di
Penulis: Apriani Alva Editor: Apriani Alva Sumber: Tribun Travel Hana Anisa Sempat Buka Instagram Buat Klarifikasi, Ternyata di Dadanya Ada ... Sumber: Tribun Travel

thumbnail

Posted by On 05.31

Ikuti Jejak Lotus, Debenhams Segera Tutup

Ikuti Jejak Lotus, Debenhams Segera Tutup - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) memutuskan menutup dua gerai ritel, yakni Lotus dan Debenhams.

Lotus resmi ditutup akhir Oktober 2017 dan Debenhams pada akhir tahun ini. Keputusan menutup gerai-gerai itu diambil setelah MAP mempertimbangkan perubahan tren ritel secara global.

Saat ini, MAP melakukan konsolidasi bisnis department store serta berfokus pada gerai SOGO, SEIBU, dan Galeries Lafayette.

Head of Corporate Communication MAP Fetty Kwartati mengungkapkan, di seluruh dunia, tren berbelanja generasi milenial telah beralih dari department store dan lebih memilih berbelanja di gerai specialty store.

’’Hal ini juga terjadi di Indonesia,’’ ujar Fett y, Kamis (26/10).

Sejalan dengan tren pasar saat ini, MAP akan terus berinvestasi pada bisnis active, fashion, serta food & beverage.

’’Indonesia juga melihat pertumbuhan signifikan industri e-commerce yang berdampak pada offline store,’’ kata Fetty.

Fetty menjelaskan, menanggapi transisi digital ini, MAP telah meluncurkan gerai online, MAP EMALL.

  • 1
  • 2
  • Next
Sumber: JPNN

thumbnail

Posted by On 05.30

Hadapi Tantangan Perbankan, BTN Sasar Lingkungan Kampus

Hadapi Tantangan Perbankan, BTN Sasar Lingkungan Kampus - JPNN.COM

jpnn.com, MEDAN - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan saat ini, digitalisasi sudah memasuki seluruh sendi bisnis, termasuk sektor perbankan.

Asean Economic Community merupakan tantangan yg harus dihadapi perbankan Indonesia.

"10 atau 20 tahun lalu, transaksi perbankan harus di bank, kemudian berkembang kartu ATM. Dengan kartu, transaksi tarik rekening atau menabung tanpa harus ke kantor bank," kata Maryono saat memberikan kuliah di depan ribuan mahasiswa Universitas Negeri Medan Jumat (27/1 0).

Era digitalisasi menurut Ketua Himbara ini, bisa dianggap sebagai berkah bagi industri perbankan karena secara operasional perbankan bisa lebih irit atau efisien.

Termasuk fintech yang sudah menjadi isu global masuk ke dalam situasi bisnis yang menjadi tantangan bank untuk dapat beradaptasi. Hal ini diikuti pula oleh seretnya dana pihak ketiga, di mana bank mulai berlomba mencari dana murah dari masyarakat.

Karena itu, BTN saat ini mulai menyasar lingkungan kampus sebagai basis milenial untuk menjadi salah satu obyek pengembangan bisnis sekaligus dalam mencari dan menyiapkan SDM handal sebagai entepreneur muda.

"Kami akan membangun kampus dengan konsep BTN Zone, di mana seluruh layanan kampus dan mahasiswa dalam belajar di lingkungan kampus akan dapat diakses dengan sistem layanan perbankan. Proyek BTN Zone ini akan kami kembangkan pada kampus di seluruh Indonesia yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN, katanya.

Tiga tahun pemerintahan Jok o Widodo-JK menurutnya telah berhasil membuka jalur bisnis sebagai modal dalam mengembangkan berbagai industri kerakyatan sebagai lokomotif ekonomi nasional.

  • 1
  • 2
  • Next
Sumber: JPNN

thumbnail

Posted by On 05.30

Gagas LYKE, Agnez Mo Makin Eksis di Industri Fashion

Gagas LYKE, Agnez Mo Makin Eksis di Industri Fashion - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Agnes Monica melebarkan sayapnya ke industri fashion.

Bekerja sama dengan Bastian Purrer, artis yang karib disapa Agnez Mo itu membangun Lyke.

Lyke merupakan penggubah tren dan platform penemuan fashion terlengkap dalam satu aplikasi nan cerdas serta mudah.

Agnez tercatat sebagai co-founder dan chief creative officer (CCO) sejak pertengahan 2016 lalu.

Dia membantu mengembangkan ide kreatif yang berkaitan dengan identitas brand, konten, dan strategi.

Agnez Mo dan Bastian memiliki visi yang sama, yakni membangun dan membesarkan sebuah platform fesyen dengan dukungan teknologi terkini untuk sem ua orang.

Setahun berlalu, Agnez Mo dan Bastian bekerja begitu keras membangun sebuah tim yang saling menginspirasi dan mahir di bidang fashion dan teknologi.

LYKE dirancang khusus menjadi sebuah aplikasi platform fashion dan kecantikan yang berbeda dari yang lain.

  • 1
  • 2
  • 3
  • Next
Sumber: JPNN

thumbnail

Posted by On 05.30

Eclipse Cross, Jagoan Terbaru Mitsubishi Berteknologi Tinggi

Eclipse Cross, Jagoan Terbaru Mitsubishi Berteknologi Tinggi - JPNN.COM

Ilustrasi Mitsubishi. Foto: AFP

jpnn.com, TOKYO - Mitsubishi Motors Corporation bakal meluncurkan jagoan terbarunya, Eclipse Cross, pada 2018.

Varian anyar tersebut menghadirkan kombinasi teknologi tinggi dan desain yang menarik.

Pembalap papan atas Indonesia Rifat Sungkar berkesempatan menguji ketangguhan mobil berkapasitas mesin 1.500 cc turbo tersebut.

’’Small engine dan efisien, tapi bertenaga besar,’’ kata Rifat, Kamis (26/10).

Eclipse Cross berbeda dengan kendaraan lain di kelasnya.

Desainnya yang atraktif menjadi pembicaraan di kalangan penyuka otomotif. ’’Mobil ini adalah new future compact SUV,’’ ujar Rifat.

Saat uji kendara, SUV itu mampu melaju stabil pada kemiringan kira-kira 30 derajat dengan kecepatan 120 km per jam.

Sistem 4x4 yang dilengkapi teknologi SAWC membuat mobil tersebut tidak terasa melayang meski dipacu pada kecepatan 150 km.

  • 1
  • 2
  • 3
  • Next
Sumber: JPNN

thumbnail

Posted by On 05.29

Topping Off 2 Tower, Meikarta Masuki Babak Baru

Topping Off 2 Tower, Meikarta Masuki Babak Baru - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Lippo Group akan melakukan topping off pada dua tower central business district (CBD) Meikarta, 29 Oktober mendatang.

Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya mengatakan, topping off dua tower tersebut menjadi tanda dimulainya pembangunan kota baru Meikarta.

”Ini adalah komitmen kami kepada pembeli bahwa kami membangun Meikarta dengan cepat,” kata Ketut, Kamis (26/10).

Dua tower itu memiliki 900 unit yang masing-masing terdiri atas 450 unit.

Hingga kini, dua tower tersebut ludes dibeli investor maupun end user.

Dua tower yang menelan investasi Rp 1 triliun itu merupakan gedung tertinggi di koridor Bekasi-Cikampek.

Tak hanya itu, d ua tower tersebut merupakan dua tower pertama dari lebih dari 200 tower yang dibangun di Meikarta dalam beberapa tahun ke depan.

Meikarta berada di kawasan segitiga emas baru di koridor timur Jakarta.

  • 1
  • 2
  • 3
  • Next
Sumber: JPNN

no image

Posted by On 01.46

Ira Maya Sopha yang tersohor penyanyi cilik di era 70-80-an, kini memiliki sejumlah bisnis yang sangat eksis. Russanti Lubis

Pada sekitar tahun 1970an–1980an, Ira Maya Sopha dikenal sebagai penyanyi cilik, seangkatan dengan Chicha Koeswoyo dan Adi Bing Slamet. Selain itu, ia juga populer sebagai bintang film dengan film-film yang laris manis serta pemain operet yang pergelarannya selalu dibanjiri penonton. Kini, gadis kecil nan montok yang selalu ceria itu, telah menjelma menjadi ibu dari empat anak dan tak terlalu aktif lagi di dunia entertainment. Bukan cuma itu, kelahiran Jakarta, 39 tahun silam ini, juga telah membuktikan dirinya layak disebut sebagai pebisnis tangguh. Buktinya, bisnis di bidang public relations dan marketing consultant, corporate media, design dan printing, serta multimedia yang dibangunnya sekitar awal tahun 1990an, masih eksis sampai sekarang.

“Selain karena goodwill yang saya miliki dan latar belakang pendidikan saya di bidang business management dan public relations, saya terjun dalam dunia bisnis karena ingin memanfaatkan kesempatan yang ada, seperti usaha yang berhubungan dengan multimedia dan entertainment ini. Bisnis semacam ini hingga sekarang, bisa dikatakan, cukup baik peluangnya,” kata perempuan, yang baru-baru ini turut membintangi film Berbagi Suami. Sedangkan untuk pemilihan bisnisnya, penghobi bowling, main piano, dan melawak ini merasa sudah cukup “intim” dan enjoy dengan bidang usaha tersebut. “Lebih dari itu, tentu saja, mencari keuntungan semaksimal mungkin, dengan menerapkan ilmu ekonomi dalam pengelolaannya,” lanjutnya.

Agar bisnis-bisnisnya dapat terus bertahan dan bahkan berkembang, Ira yang berbisnis untuk pertama kalinya pada tahun 1988 ini, berpegang pada pengalaman yang telah dihimpunnya dan terus mempelajari kebutuhan pasar. “Kami mencoba untuk membumi dalam menjalankan bisnis-bisnis kami. Dalam arti, tidak hanya memasarkan produk yang ada, tapi ‘kemasan’ produk itu juga harus kami kenali dengan baik. Sehingga, pelayanan kepada klien pun dapat tercipta, sejalan dengan kebutuhan kedua belah pihak,” ujar wanita, yang bersama sahabatnya juga membentuk event organizer (EO) dalam lingkup kecil yang dinamai PT IMS Production. Selain itu, mereka juga mendirikan PT Cyber Global Centre Asia yang bergerak dalam bidang corporate marketing, multimedia, design dan printing, serta EO.

Untuk itu, peraih penghargaan Penyanyi Cilik Terbaik dan Terfavorit untuk album Cinderella ini, tanpa segan terjun langsung mulai dari membuat konsep/ide di awal produksi, pelaksanaan, hingga paska produksi suatu acara. Termasuk juga menjalin dan menjaga hubungan baik dengan klien dalam segala aspeknya, tanpa mengotak-kotakan status klien tersebut. “Dengan sistem ‘tailor made’ dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada klien, kami mencoba memasuki persaingan pasar,” jelas produser Plasma Band ini.

Untuk promosinya, pelantun tembang Sepatu Kaca ini, melihat pada bidang usahanya. Dalam arti, sebelum berpromosi harus mempertimbangkan banyak hal, di antaranya faktor untung ruginya dalam mengeluarkan biaya promosi dan apa yang bisa didapatkan secara nyata dari usaha promo tersebut. “Bisa juga cukup dengan cara mouth to mouth,” ucapnya. Sedangkan untuk mengatasi persaingan, Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI dalam film Ira Maya si Anak Tiri ini, menggunakan strategi pemasaran yang baik dan terarah, meningkatan mutu pelayanan, menggunakan manajemen terbuka untuk mencapai win-win solution dan situation, serta mempelajari segala kelebihan dan kekurangan para pesaing. “Tanpa mengecilkan keberadaan mereka, kami yakin bisa tetap eksis dalam bidang usaha yang kami tekuni, selama faktor-faktor tadi bisa kami kombinasikan dengan baik untuk hasil optimal,” imbuhnya.

Laiknya pebisnis, Ira pun pernah gagal. Hal itu terjadi ketika salon kecantikan, bisnisnya yang pertama, cuma bertahan sekitar tiga tahun. “Awalnya, saya merasa down menghadapi kegagalan ini. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu dan makin banyaknya pengalaman, serta tempaan dalam berbisnis, saya dan tim saya dapat menerima kegagalan itu serta menjadikannya sebagai langkah yang lebih baik di masa depan,” katanya. Di samping itu, kini dalam menghadapi kendala bisnis yang menghadang, Ira yang pendanaan bisnisnya datang dari berbagai sumber ini, berusaha menelaahnya satu persatu. Selanjutnya, mencari solusinya, memilah-pilah mana yang urgent dan mana yang important, sehingga tidak terjadi mata rantai yang putus.

Kini, “Cinderella” ini tinggal ongkang-ongkang menuai jerih payahnya. “Selain materi, ‘pengakuan’ dari masyarakat merupakan perolehan yang paling berharga dalam hidup saya,” pungkas Ira, yang dalam waktu dekat ini dapat kita jumpai lagi kiprahnya di layar putih.

no image

Posted by On 01.07

Reliance Pacific Berhad (RBP), perusahaan agen perjalanan (travel agent) asal Malaysia menggandeng TX Travel untuk memperluas jaringan pemasarannya. Reliance merupakan salah satu agen perjalanan terkemuka di Asia dan telah bergerak di bisnis ini selama 38 tahun. Perusahaan ini telah masuk bursa Malaysia pada 1993. Reliance memiliki jejaring tersebar di 30 kantor di Malayaisa dan Singapura, 300 distributor di Malaysia 200 agen dan wholesaler di 30 negara di dunia.  Menurut Tan Sin Chong, Managing Director Reliance, kerjasama ini merupakan salah satu strategi untuk memperluas jangkauan. Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk yang besar 250 juta jiwa, merupakan potensi yang belum tergarap.  “Dengan kerjasama ini saya berharap dapat meningkatkan volume penjualan sebesar RM 8 – 10 juta hingga akhir Maret 2008. Dan, kami prediksikan akan meningkat 100% pada 2009 nanti,” katanya. TX Travel dipilih lantaran waralaba perjalanan ini tumbuh dengan pesat di Indonesia. TX Travel memiliki jaringan distribusi di seluruh Indonesia.  TX Travel berdiri pada 2004 lalu sebagai bagian divisi ritel dari Jakarta Express yang sudah berdiri sejak 1991 sebagai Travel Wholesale. Perusahaan ini sudah melayani ribuan agen perjalanan di Indonesia dengan kantornya di Jakarta, Surabaya, bandung, Medan, Semarang dan Batam. Menurut Anthonius Teddy, Managing Director PT Jakarta Express Utama—pengelola TX Travel—kerjasama dengan Reliance akan meningkatkan penjualan dan melengkapi produk yang ditawarkan TX Travel seperti : penjualan tiket pesawat, voucher hotel, paket tur pesawat, kapal pesiar dan sebagainya.

no image

Posted by On 01.07

Setelah sukses menjual makanan cepat saji di SPBU, Hot Dog Booth memperluas outlet nya di gerai Circle-K. Proyek percontohan yang berada di Kawasan Cikajang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ternyata sukses.  Tidak hanya bagi Hot Dog Booth sendiri, tetapi juga penjulan dari Circle K. Untuk itu, dalam waktu dekat produk makanan cepat saji ini akan mendirikan outlet barunya di gerai Circle K, Bali. Waralaba toko asal AS itu memiliki 70 cabang di Bali. Dan, untuk sementara Hot Dog Booth akan mengisi empat gerai dulu.  Selain Bali, warung yang menjual makanan cepat saji seperti hot dog, burger, chicken dan minuman itu akan membuka gerai barunya—masih berlokasi di Circle K—di Bandung dan Jogyakarta. “Untuk penjualan di SPBU masih kami teruskan. Dalam waktu dekat kami juga akan mengisi convenience store nya Petronas di beberapa kota di Indonesia. MOU nya sudah kami tandatangani,” kata Beno, pemilik Hot Dog Booth.

no image

Posted by On 01.09

PT Bank NISP TBk tetap konsen dengan kebijakan semula, yakni menyalurkan kredit ke UKM dan consumer.  Porsi kredit ke sektor ini mencapai 75% dari total portofolio kredit  bank yang berdiri  sejak tahun 1940 itu.  Tahun ini  Bank NISP telah menyalurkan kredit Rp 21 triliun, dimana untuk UKM consumer  sekitar Rp 15 triliunan. “UKM dan comnsumer butuh dana dari perbankan. Dan sector itu ternyata cukup kuat. Sejak krisis berlangsung, sector UKM tidak begitu terpukul dan inilah yang membawa kami tumbuh secara signifikan,” kata Pramukti Surjaudaja, presdir Bank NISP. Tahun 2010 mendatang, NISP bertekad akan menjadi bank nasional dan tetap fokus pada kredit UKM. Untuk mendukung persiapan tersebut, bank ini telah mendirikan 170 kantor cabang dan tahun ini akan berkembang lagi menjadi 350 cabang. Total dana yang diinvestasikan mencapai Rp500 miliar. Tahun depan, tambah Pramukti, penyaluran kredit akan naik 25% dari kredit tahun lalu yang senilai Rp21 triliun. Porsi terbesar tetap sektor UKM dan consumer.

no image

Posted by On 02.29

Banyak bisnis selebritis yang kandas di tengah jalan, namun banyak juga yang eksis hingga sekarang. Hanya perlu sedikit kemampuan meramu kelebihan mereka agar bisa menjadi pengusaha yang kaya. Sukatna

Masyarakat luas sempat terperangah ketika media massa mengungkapkan kehidupan beberapa selebritis  (artis, atlet, atau tokoh ternama lainnya) menjalani massa tuanya di sebuah rumah kontrakan dan hidup serba kekurangan. Ada yang mencoba mencukupi kehidupannya dengan menjadi pengojek, ada yang menjadi “satpam.”
Semua profesi adalah mulia, namun kenyataan itu sangat kontras dengan kehidupan dari tokoh-tokoh ternama tersebut pada masa jayanya. Pada zaman kejayaan mereka, penghasilan mereka dalam hitungan jam sudah sama dengan penghasilan mereka sebulan bahkan atau lebih ketika mereka menjadi pengojek atau “satpam.”

Perjalanan orang lain barangkali bisa menjadi cermin, pengalaman bisa menjadi guru. Ghalib kalau pada tahun-tahun berikutnya setelah “kisah sedih” tersebut diangkat ke permukaan, banyak para selebritis yang mulai memikirkan masa depannya setelah mereka “pensiun.” Banyak artis yang berlomba-lomba terjun menggeluti bisnis. Lantaran begitu banyaknya yang terjun ke arena bisnis, tampak luarnya jadi terkesan latah.
Tak pelak lagi, karena sebagian bisnis para selebritis bersifat latah maka bisnis mereka pun hanya berumur semusim. Bermacam-macam sebabnya; ada yang keliru memilih jenis bisnis, ada yang salah kelola, dan karena fokusnya yang terbelah.
Namun sebagian di antara bisnis selebritis itu eksis dan masih berkibar hingga saat ini. “Dalam berbisnis saya tidak latah. Keseriusan saya terlihat dengan merambah bisnis lain, yakni selain menjadi anggota saya juga ikut berbisnis yang sifatnya Multi Level marketing (MLM),” aku Ebet Kadarusman yang sering disapa sebagai Kang Ebet ini.

Menurut pria yang sering mengucapkan “Its nice to be important, but more important to be nice” saat memandu acara ini, melalui bisnis ia ingin memberikan pemahaman—terutama kepada artis muda—agar bisa memanfaatkan penghasilannya sedini mungkin. Sehingga kelak bisa menikmati penghasilan dan investasinya.
Nasehat itu jelas kentara arifnya. Dunia selebritis, terutama para artis, dunia yang penuh persaingan. Selain membutuhkan talenta dan fokus yang tinggi, faktor penampilan fisik sering tidak bisa diabaikan. Padahal sudah menjadi kodrat, penampilan fisik akan semakin menurun ketika faktor usia terus merambat. Dengan demikian keberadaan seorang artis akan sangat mudah tergantikan dibandingkan dengan profesi yang lain. Salah kelola dana di masa jaya bisa berakhir di “gubug derita” pada massa tua. Istilah Kang Ebet, habis manis sepah dibuang, sedang jayanya diagung-agungkan tetapi lambat laun akan lengser sendirinya.

Namun posisi sebagai orang ternama, seperti para selebritis, dalam bisnis sejatinya membawa berkah sendiri. Faktor kepercayaan (trust)—biasanya terkait dengan merek atau nama---sudah digenggamnya. Langkah berikutnya tinggal bagaimana mengelola faktor keternamaan tersebut menjadi sinergis dengan bisnisnya. Pada produk-produk tertentu, misalnya dalam dunia fesyen, seringkali sang artis bisa menjadi pemilik usaha sekaligus modelnya. Maka tak jarang, baju, sepatu, tas atau atribut fesyen lainnya yang semula diniatkan sang artis untuk dibuat dan dipakai sendiri, ternyata dilirik orang lain. Itu sebabnya, banyak artis, terutama kaum Hawa, yang mendirikan butik pakaian atau fesyen karena dirinya sendiri bisa berperan sebagai model bagi produknya. Contohnya Cut Tiffany, bintang iklan yang membangun bisnis butik,  dan belakangan bersama suaminya Andy Surya merambah ke bisnis kargo.

no image

Posted by On 02.30

Lewat kemampuan berkomunikasi dengan baik, Tantowi Yahya pun dengan gampang meraih penghasilan yang lumayan. Dia kini menularkan ilmunya lewat sekolah berkomunikasi. Rian S.

Suatu hari di tahun 1979, 28 tahun lalu, sambil berjalan dari Lapangan Banteng menuju stasiun Gambir sambil membawa koper besar berisi pakaian, Tantowi Yahya, presenter kondang berujar,” sebentar lagi kutaklukan engkau Jakarta’!  Ucapannya bernada pongah. Tapi, kata-kata itulah yang menjadi cambuk pria asal Palembang ini meraih apa yang dicita-citakan.  Jakarta telah ditaklukan. Mungkin tidak hanya ibukota, tetapi Indonesia.

Siapa sih yang tidak kenal Tantowi?  Selain presenter, dia juga dikenal sebagai penyanyi dan pemilik acara Country Road. Hampir seluruh acara yang dikemasnya laku keras. Coba lihat acara “Who wants to be millionere”. Dalam sekejap, langsung memikat pemirsa televisi dan menjadikan acara itu mencatat rating tinggi. Dia ibarat dewa Midas dalam mitologi Yunani. Apa saja yang disentuhnya menjadi emas, berkilau dan sukses. Sebagai contoh, misalnya, acara country yang kurang begitu populer di Tanah Air, kini menjadi salah satu acara favorit pemirsa tv.  Bahkan, lewat acara musik ini dia didaulat untuk mewakili Indonesia di pentas dunia untuk membawakan lagu-lagu country. Acara baru yang sedang dia bawakan saat ini “Deal or no Deal” perlahan-lahan merangkak naik dan tak lama lagi bakal menyusul kesuksesan who wants to be millionere.

Lantas, apa hebatnya Tantowi? “Saya ini optimistis, merencanakan sesuatunya dengan matang dan kemampuan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya dalam sebuah acara seminar buku Wow, 10 jurus Terlarang bersama pakar marketing Ippo Santosa beberapa waktu lalu.

Skill communications dan public speaking Tantowi memang hebat. Dan, tidak salah bila dia berhak memperoleh predikat jutawan dalam sekejap. Bayangkan saja, dalam dua jam dia bisa mendapatkan Rp50 juta hanya untuk berbicara di depan umum saja. Tantowi mengaku, untuk memiliki kemampuan berkomunikasi, tidaklah mudah. Sejak SMA, dia sudah gaul dengan bahasa asing baik itu Inggris, Perancis dan beberapa lagi lainnya. Disamping itu, dia juga banyak membaca buku mengenai pengetahuan umum. “Banyak buku yang saya baca. Ini untuk menambah wawasan dalam berkomunikasi,” katanya lagi.

Menurut Tantowi, public speaking yang bagus tidak hanya berdasarkan talenta saja. Namun, harus dilatih. Dan, dia telah membuktikannya sendiri. Seusai tamat dari bangku kuliah, dia melamar pekerjaan ke PT BASF di Tangerang. Kemampuan berkomunikasinya yang bagus mengantarkannya menduduki jabatan manajer komunikasi/public relation, di perusahaan produsen kaset terbesar di  Indonesia ini. Karirnya melejit cepat.  Pergaulannya luas dan dia sering dipercaya mewakili manajemen ke luar negeri.

Toh, ini tidak membuatnya betah.  Dia masih belum puas, karena merasa tidak bisa memaksimalkan kemampuannya.  Tanto akhirnya keluar dan menjadi presenter.  Tekad kuat dan kemampuan dalam hal public speaking telah membawa ke puncak ketenarannya. Bayangkan saja, sekali bicara Rp 50 juta. Tidak banyak orang yang memiliki kemapuan seperti itu. Dan, Tanto bisa memanfaatkannya. Dari kata-kata lalu mengalirlah fulus yang cukup besar. Kini dia mencoba menularkan kemampuannya dengan melatih para calon presenter atau khalayak yang ingin melatih kemampuan berbicaranya lewat Tantowi Yahya Public Speaking School.

no image

Posted by On 02.32

Setelah berhasil menemukan dan memformulasikan Bioenergi tahun 1996, bisnis HM Syaiful M Maghsri terus melesat. Sukatna

Berperawakan tambun, berkacamata minus dengan pakaian modis, berkendara BMW, sosok pria ini memang sangat meyakinkan sebagai seorang miliarder. Sejumlah bisnis seperti usaha jamu, penerbitan, properti dan pelatihan serta diklat Bioenergi terus meroket. Konon jamu-jamunya yang terkenal bisa menyembuhkan berbagai penyakit kelas berat harganya bisa berjeti-jeti.
Salah satu pasien asal Kebumen yang divonis dokter mengalami kebocoran jantung itu sembuh setelah meminum jamu dari Syaiful berharga Rp 15 juta. Bahkan pasien tersebut, pengusaha tempe terkenal di Kebumen, ikut menjadi peserta pelatihan Bioenergi Entrepreneur Power (BEP).

Pelatihan dan diklat Bioenergi yang dilakukan per pekan ini dihadiri rata-rata 50 orang lebih. Tinggal hitung berapa penghasilan pengusaha kelahiran Bumijawa, Kabupaten Tegal ini per bulannya, karena pelatihan yang dihadiri oleh para peserta dari seluruh penjuru Nusantara, bahkan ada yang dari luar negeri, nilainya jutaan per peserta. Ini belum termasuk penghasilannya sebagai konsultan.

Bioenergi yang ditemukan dan diformulasikan pada 1996, menurut Syaiful, berhasil dikemas menjadi berbagai program sesuai dengan kebutuhan para peserta. Dikatakannya, pelatihan dan diklat ini masih menjadi “profit center” bagi Bioenergi Center, yang berkantor di Jalan Veteran 153 Yogyakarta. Pendulang rupiah bagi Bioenergi Center adalah Klinik Bioenergi, Program Sukses Pembukaan Energi Keberuntungan (PROSPEK), Program Gemblengan Ilmu Metafisik (GMF), Program Bioenergi Ekonomi Power (BEP), Program Sertifikasi Penghusada, Program Master Penghusada, Program Master Kecantikan Alami (MKA) dan Program Quantum.

Pundi-pundi keuangan Bioenergi Center kemungkinan akan terus menggelembung karena bisnis ini telah dikerjasamakan sehingga dengan semakin banyak cabangnya akan semakin banyak generator keuangan bagi Bioenergi Center.

no image

Posted by On 02.33

Dikaruniai kelebihan sejak kecil, Kemal sukses melakoni hidupnya sebagai muballigh serta therapis kesehatan dan kecantikan alami. Sukatna

Sulit untuk mencari penyebab keterkenalan dari Dr Ust H. Kemal Faisal Ferik, apakah karena atributnya sebagai ustadz atau sebagai ahli therapis kesehatan dan kecantikan alami. Dua-duanya, sama-sama terkenal, demikian kata orang-orang.
Dalam pengobatan alternatif, pasien yang telah disembuhkan Ust Kemal, demikian ia sering disapa, sudah mencapai bilangan ribuan. Dalam sebulan saja tidak kurang 500 pasien datang ke MEGA POWER HEALTH and BEAUTY CARE (MEGA POWER HBC) untuk menjalani terapi kesehatan dan atau terapi kecantikan berbalut religi.

Pria asli Tasikmalaya ini sejak 1998 mulai menekuni usaha kesehatan alternatif yang dijalankannya sebagai usaha sampingan di Bengkulu. Ini dikarenakan tugas resminya sebagai PNS di Departemen Sosial. “Saya mulanya menjadi pegawai negeri yang ditugaskan di Departemen Sosial di Bengkulu hingga Golongan 3A dengan hanya bergaji Rp. 193.000,-. Tetapi saya merasa memiliki bakat lain untuk jadi jalan kesembuahan bagi orang lain. Pengalaman pertama saya menjadi jalan kesembuhan orang saat saya berusia 7 tahun, waktu itu ada teman sekolah saya jatuh dari tangga karena dorong dorongan sehingga patah tulang. Saya hanya menyentuhnya dan keesokan harinya ia sembuh,” paparnya sebagai pengalaman pertama menjadi jalan kesembuhan orang lain.

Pria yang sering tampil di televisi dan memberi tausyiah di radio ini kemudian mengajukan kepidahannya ke Bandung. Ketika pertama kali membuka praktek tahun 2000, ia masih menumpang di rumah kakaknya, Dede, sekitar enam bulan dan barulah kemudian menyewa tempat usaha di jalan Sukagalis Bandung.

Usahanya ini memiliki beberapa keunggulan, tidak hanya bersifat terapi alternatif semata tetapi sekaligus juga berkaitan dengan kecantikan seperti totok wajah atau totok inner beauty. Keistimewaan totok wajah Ust. Kemal dalam 30 menit wajah pasien akan terlihat berbeda atau terlihat lebih bercahaya, kerut-kerutan di sekitar muka berkurang, kulit muka menjadi lebih kencang bahkan juga dapat menghilangkan flek-flek di wajah. Selain totok wajah juga tersedia program pelangsingan yang hanya membutuhkan waktu 45 menit dan lingkar perut bisa turun antara 1-40 cm. Biaya untuk satu kali treatment pelangsingan Rp 400.000, tetapi Ust. Kemal memberikan harga paket hemat yaitu untuk 5 kali datang hanya seharga Rp 1.500.000 saja.

Sejak tahun 2000, Ust. Kemal juga membuka pelatihan bagi siapa saja yang tertarik untuk mempelajari dunia kesehatan alternatif. Biaya pelatihan untuk program Guru atau Master Rp 5.000.000 dengan waktu pelatihan selama 2 jam. Untuk program Master materinya adalah semua keilmuan profesional yang berguna untuk buka praktik mandiri ditambah dengan materi khusus.

Karena perkembangan sangat pesat MEGA POWER HBC ini, di tahun 2004, ia mengajukan pengunduran diri dari Badan Kesejahteraan Sosial Nasional Bandung. Saat ini Ust. Kemal memiliki 6 cabang, 5 cabang merupakan cabang kemitraan, tersebar di Batam, Padang, Tasikmalaya, Bandung, dan Sidney, Australia. Sedangkan yang menjadi miliknya sendiri adalah yang berada di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur. “Sistem kemitraan yang saya terapkan adalah bagi hasil yaitu ada yang bagi hasilnya 20:80 dan ada yang 50:50, yang membedakannya adalah materi pelatihan yang saya berikan saja. Saat ini kami sedang menyempurnakan sistem kemitraan bisnis kami demi tercapainya pengembangan usaha yang lebih optimal, baik bagi mitra bisnis kami maupun bagi kami sendiri” tambahnya.

Untuk mengembangkan cabang kemitraan ini, Ust Kemal telah menggandeng BE BOSS guna mengurusi hal-hal yang menyangkut pengembangan kemitraan ini. Ust Kemal sangat yakin bahwa prospek usaha MEGA POWER HBC ini tidak akan lekang oleh waktu karena pada dasarnya semua orang sangat menginginkan dirinya sehat dan juga cantik. “Yang perlu diperhatikan agar usaha ini terus bertahan adalah inovasi-inovasi. Selain itu saya juga membuka pelatihan untuk para trainer, yaitu bagi yang ingin menjadi trainer di bidang ini. Selain itu kita menyediakan obat herbal penunjang layanan alternatif sehingga mereka  bisa belanja obat dengan kita, di tahun ini saya sedang meluncurkan program baru yaitu Rumah Infak dan SMS Terapi,” ungkapnya.

SMS terapi merupakan salah satu terobosan Ust. Kemal untuk memberikan terapi jarak jauh dari para pelanggannya. Para pelanggan tidak perlu jauh-jauh menemui Ust. Kemal, hanya tinggal ketik REG spasi Berkah spasi Nama lalu kirim ke 3833. Lewat usaha  MEGA POWER HBC ini yang telah ditekuni selama 9 tahun ini, kini Ust. Kemal bisa merasakan buah hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun dengan memiliki rumah dan kendaraan. Bahkan di tahun 2005 beliau sudah naik haji bersama isteri dan 2 orang karyawannya.

no image

Posted by On 02.34

Para miliarder tampak seperti orang pada umumnya. Tampak fisik mereka biasa saja, namun memiliki skill-trust-networking yang luarbiasa. Sukatna

Ketika saya berada di ruangan seorang pendiri sekaligus direktur utama perusahaan ekportir ikan laut di Gresik, Jawa Timur, ketukan pintu terdengar dari luar. Perempuan separuh baya masuk membawa baki, berisi dua piring nasi putih, dua mangkok sop wortel dan kol, dua potong ayam goreng dan dua buah kerupuk, untuk makan siang kami berdua. “Saya makan seperti apa yang dimakan oleh karyawan lain,” kata direktur utama dari sebuah perusahaan yang omsetnya triliunan rupiah itu.

Tak lama kemudian kami shalat Jumat di sebuah masjid tak jauh dari perusahaan tersebut. Sang direktur utama cukup berjalan kaki, dan kemudian duduk di shaf, membaur dengan ribuan karyawan perusahaannya. Ia sangat kelihatan biasa, baik dari pakaiannya, makanannya, dan perilaku lainnya. Ruangan kantornya pun tidak mewah, standar ruangan kantor staf karyawan biasa. Tak ada lukisan, kecuali beberapa sertifikat penghargaan atas prestasinya sebagai eksportir ikan laut nomor wahid di Indonesia. Tetapi ia sangat luar biasa, karena dialah pendiri sekaligus direktur utama dari sebuah perusahaan eksportir ikan laut yang menampung ribuan tenaga kerja serta  beromset triliunan rupiah.

Pada kesempatan yang lain, saya berkesempatan bertemu dengan seorang direktur maskapai penerbangan low cost carrier. Penampilannya sangat sederhana. Ruangan kantornya tak ubahnya ruangan karyawan lain. Bahkan keakrabannya dengan karyawan pun sangat luar biasa. Kalau sebelumnya saya tidak tahu bahwa pria tersebut direktur utama dari maskapai penerbangan, tentu saya mengira dia seorang karyawan biasa.

Miliarder memang orang biasa. Seringkali mereka berpenampilan sangat bersahaja, bermobil biasa, tinggal di perumahan biasa, dan bergaul dengan orang-orang biasa. Miliarder itu barangkali tetangga sebelah kita, namun kita tidak mengetahuinya lantaran “kehidupannya yang biasa.”
Kehidupan yang sangat biasa dari para miliarder ini pernah digambarkan dengan sangat bagusnya oleh Dr Stanley dalam buku The Millionaire Next Door. Para miliarder ini bisa jadi datang dari segala kalangan. Ada yang pebisnis, ada yang olahragawan, ada seniman, dan sebagainya.

Secara fisik penampilan para miliarder ini adalah biasa-biasa saja. Tetapi, biasanya, mereka memiliki kemampuan yang luarbiasa. Seorang komedian dan presenter yang tengah naik daun saat ini, misalnya, wajah, penampilan dan pengetahuannya sangat biasa, bahkan untuk beberapa kategori di bawah standar. Namun ia sukses mengusung acara lantaran kemampuannya menciptakan talkshow yang benar-benar rileks untuk tokoh-tokoh terkenal. Kemampuannya untuk menertawakan diri dan ditertawakan orang lain, merupakan salah satu bumbu sukses dari acara tersebut.
Selain memiliki kemampuan, seorang miliarder biasanya memiliki trust  yang luar biasa juga. Sebuah stasiun televisi mungkin mempunyai daftar komedian maupun presenter yang sangat  panjang, tetapi mengapa stasiun televisi ini menjatuhkan pilihannya kepada seseorang. Karena seseorang tersebut sangat layak dipercaya (trust).

Hal lain yang melekat pada diri seorang miliarder adalah networking. Biasanya, mereka memiliki jaringan yang cukup kuat dan besar. Perpaduan antara kemampuan, kepercayaan dan relasi inilah yang membuat seseorang bisa menjadi miliarder.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur Utama PT Trend Valasindo Agus Widodo. Pengalaman pribadinya dalam membesarkan perusahaan money changer tersebut memang terkait dengan tiga hal di atas, perpaduan dari kemampuan-trust-networking.  Skill ia peroleh ketika bekerja di sebuah perusahaan money changer.  Dan trust bekerja saat ia mendirikan Trend Valasindo, karena tanpa kepercayaan mana mungkin seorang investor merelakan dananya dibenamkan di perusahaan itu. Sementara networking ia manfaatkan ketika memperluas konsumen maupun ketika mengembangkan cabang-cabang Trend Valasindo yang sampai bulan depan mencapai 8 cabang.

“Networking memperluas peluang-peluang yang mendukung bisnis kami, trust membuat peluang-peluang tersebut jatuh kepada kami, dan skill  memastikan bahwa peluang tersebut dapat kami tangani dengan baik,” ucapnya seraya mengatakan sudah ada perusahaan dan perorangan yang tertarik untuk membeli saham Trend Valasindo. Ini membuktikan bahwa trust yang dimiliki perusahaannya cukup besar.
Kepercayaan yang diberikan pihak lain, baik berupa proyek maupun dana untuk dikelola, tentu akan menjadi sebuah energi tambahan bagi seseorang untuk mewujudkan dirinya sebagai miliarder.

Sebab, ternyata untuk menjadi seorang miliarder, kita tak ubahnya seperti elektron yang terus bergerak dari orbit terendah menuju orbit yang lebih tinggi, seperti teorinya Niels Bohr. Karena ini hukum alam, secara teoritis rejeki kita juga bisa mengikuti hukum tersebut. Artinya ketika kita memiliki energi tambahan (gabungan skill-trust-nertworking) rejeki kita bisa meloncat ke orbit berikutnya, seperti yang terjadi pada elektron ketika mendapat energi tambahan sehingga bisa meloncat ke orbit yang lebih tinggi, atau orang sering menyebutnya sebagai kuantum.

Mengenai skill, pada miliarder biasanya memiliki skill dalam suatu bidang tertentu yang berada di atas rata-rata orang. Misalnya saja, David Beckham memiliki tendangan mematikan dari bola-bola mati atau memiliki tendangan yang terukur ketika memberikan umpan kepada kawannya. Pada masa jaya-jayanya Beckham di Manchester United, siapa pun bisa keluar masuk lapangan, tetapi Bechamlah yang akan menjadi algojo bola-bola mati sehingga posisinya sulit tergantikan.

Bisa jadi seorang miliarder bukanlah seorang lulusan perguruan tinggi, bahkan mungkin hanya lulusan sekolah dasar, namun ini tidak terkait dengan skill-nya. Cerita teman saya,” banyak pengusaha barang-barang bekas yang tidak lulus SD, tetapi penghasilannya miliaran. Jangankan mereka suruh menghitung keuntungan dari barang-barang yang kelihatan mata, disuruh menaksir harga  kapal yang tenggelam di dasar laut saja bisa. Skill ini mungkin tidak dimiliki oleh lulusan teknik perkapalan sekalipun.”

Hal-hal lain yang tampak menonjol dalam seorang miliarder adalah kemampuannya dalam menyeimbangkan beberapa kecerdasan. Misalnya antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasaran spiritual (dalam teori Howard Gardner terdapat 8 kecerdasan pada diri manusia). Itu sebabnya,  para miliarder memiliki sifat-sifat utama yang mencerminkan keseimbangan dari beberapa kecerdasan tadi misalnya pintar membaca peluang, komunikatif, rendah hati, jujur dan sekaligus dermawan. 
Siapa pun Anda, mempunyai kesempatan menjadi miliarder, asalkan kita memiliki syarat-syaratnya skill-trust-network. Para miliarder kebanyakan bermula dari orang-orang biasa, bahkan sampai sekarang pun masih seperti orang biasa. Hanya saja, biasanya mereka memiliki skill-trust-network yang luar biasa. 

no image

Posted by On 02.39

Indonesia bukan hanya “mengekspor” pelatih bulutangkis tetapi shuttlecock bekas pun juga sudah bisa dieskpor. Tentu saja setelah dikreasi menjadi karya seni. Russanti Lubis

Shuttlecock bekas yang bertebaran di lapangan badminton, bagi sebagian besar orang hanya akan dipandang sebelah mata, tapi bagi T. Yustina, pemimpin sekaligus pengajar Lembaga Pendidikan Jaya Beauty School, justru memunculkan ide untuk mengubahnya menjadi suvenir berbentuk ondel-ondel. Hal ini sesuai dengan permintaan dari Dinas Pariwisata DKI, yang meminta para ibu pengrajin suvenir, yang mengikuti pelatihan pada pertengan 2006, untuk membuat suvenir khas DKI.

“Shuttlecock itu kan ‘badannya’ gendut sehingga mirip dengan ondel-ondel. Nah, daripada dibuang begitu saja, mending shuttlecock itu kumanfaatkan untuk kubuat menjadi ondel-ondel mungil,” kata Yustina. Kebetulan, perempuan yang dijuluki pemulung oleh orang-orang dekatnya (karena hobinya mengumpulkan limbah, untuk kemudian diubahnya menjadi berbagai cenderamata cantik, red.) ini, mempunyai saudara yang memiliki lapangan bulutangkis. “Jadi, dari sanalah aku mendapatkan shuttlecock bekas dan gratis. Tapi, aku memberi upah selayaknya kepada anak-anak yang mengumpulkannya,” tambahnya.

Di sisi lain, sebagai pengajar yang memberi pendidikan keterampilan gratis kepada anak-anak tak mampu, ia merasa harus memaksimalkan bahan baku yang ada (baca: limbah gratis, red.) untuk diubah menjadi produk yang bermanfaat. “Sehingga modal yang saya keluarkan tidak bertambah banyak,” ujarnya. Lalu, pada Hari Aksara silam, ia memamerkan shuttlecock ondel-ondel tersebut ke masyarakat. Ternyata, tanggapan mereka sangat bagus, bahkan beberapa instansi pemerintah memberi perhatian khusus, hingga ia diberi kesempatan memamerkan dan memasarkannya di Jakarta Fair 2007 selama sebulan, gratis. Bukan cuma itu, Yustina yang juga membuat Monumen Nasional berbahan dasar gabus untuk melengkapi ondel-ondelnya dan pensil berhiaskan ondel-ondel, juga diberi tujuh kios gratis untuk memasarkan produknya di Ancol, Dufan, Citos, Mal Pondok Indah, Monas, Taman Mini, dan Galeri UKM Waduk Melati.

Dari pameran di Jakarta Fair, ia meraup omset Rp7 juta. Di luar pameran, omset ini tidak berkurang bahkan bertambah Rp3 juta sampai Rp4 juta yang dikumpulkan dari pemesanan. Padahal, modalnya hanya Rp10 juta yang sebagian besar diserap untuk membayar ke-15 karyawannya, di samping pembelian bahan pendukung seperti kain flannel, payet, jarum pentul, dan lem. “Untuk satu shuttlecock ondel-ondel yang mereka buat, saya membayar Rp1.000,-. Biasanya, setiap orang mampu membuat 20 shuttlecock ondel-ondel/hari. Lebih dari itu, mereka juga dapat mengerjakannya sesempat mereka. Sebab, setelah mengambil bahan bakunya gratis dari saya, lalu mereka membuatnya di rumah masih-masing,” kata Yustina yang menjual produk ini dengan harga Rp10 ribu/buah.

Kini, suvenir berbusana ngejreng ini sudah merambah Medan, Kalimantan, Jepang, Korea, dan Taiwan setelah dibawa konsumen dari berbagai daerah atau menjadi tandamata bila instansi pemerintah DKI mengadakan studi banding ke daerah lain, dengan alasan mudah dibawa dan mencerminkan ciri khas Jakarta. Nantinya, produk berlabel Jaya Craft ini juga akan merambah Australia. Di samping itu, juga akan menggunakan limbah kain flannel sehingga biaya produksi semakin bisa ditekan, tanpa mengurangi kualitas atau keindahannya.

no image

Posted by On 02.45

Mengolah limbah selalu memiliki added value tinggi. Itu sebabnya Slamet Riyadi bisa menangguk keuntungan 100% ketika menyulap limbah alumunium foil menjadi barang kerajinan. Wiyono

Kata lumintu, diambil dari bahasa Jawa atau Sunda bermakna hampir sama, tidak terputus atau turun-temurun. Slamet Riyadi yang saat ini menggantungkan harapan lewat kerajinan daur ulang, memakai kata tersebut sebagai bendera usaha juga bukan tanpa maksud serta tujuan. Menurutnya, selain berarti telah bersyukur kepada Tuhan yang telah diberikan rejeki dan mudah-mudahan turun-temurun ke anak cucu, Lumintu adalah kependekan dari kalimat ‘Lumayan untuk menunggu tutupe umur’.

Faktanya, usaha kerajinan berbahan utama limbah alumunium foil tidak hanya menghidupi diri dan keluarganya. Masyarakat di sekitar tempat tinggalnya di daerah Sudimara Pinang, Kabupaten Tangerang, Banten, khususnya para lansia serta ibu-ibu rumah tangga, ternyata juga ikut menikmatinya sebagai sumber penghasilan baru.
Pasalnya di daerah ini sebelumnya banyak kaum tua yang menjadi perajin anyaman pandan. Begitu bahan baku pandan mulai habis maka praktis kegiatan mereka juga ikut finish. Secercah harapan pun kembali timbul saat Slamet Riyadi memperkenalkan inovasi kerajinan anyaman dengan menggunakan limbah alumunium foil.

Slamet sendiri mengenal usaha kerajinan selepas dari sebuah perusahaan swasta dengan mengantongi modal sekitar Rp 500 ribu. Pada 1998 ia mulai melirik bahan limbah, terutama bekas kemasan makanan ringan yang berbahan baku alumunium foil untuk dijadikan seni kerajinan tangan, seperti bunga-bungaan dan hiasan lain yang berskala kecil. Baru pada 2000, ia  mengaku memperoleh limbah PVC alumunium foil seperti yang dipakai untuk kemasan pasta gigi, pestisida, susu dan obat-obatan. Bahan ini sifatnya lentur, elastis serta mudah dibentuk. Mulai saat itulah timbul ide mengolahnya menjadi kerajinan anyaman.

Pada awalnya pemasaran produk-produk kerajinan itu tidak serta merta berjalan mulus. Sebab meskipun hasilnya tergolong unik dan menarik, bapak empat anak itu masih perlu mencari segmen pasar. Malah ketika itu ia sempat menjajakan dagangannya di kaki lima. Sampai akhirnya, kurang lebih setahun kemudian jalan terang mulai menghampiri. Ketika itu ada salah seorang staf dari kementerian lingkungan hidup sangat tertarik menjumpai aneka tas, sajadah, tikar, dan sebagainya namun berasal dari limbah alumunium foil. Slamet sempat diikutkan dalam event pameran lingkungan hidup sedunia yang berlangsung di JHCC pada awal 2002. Sejak saat itu ia mulai dikenal masyarakat, LSM pemerhati lingkungan, dan sering diikutsertakan di banyak pameran, mendapatkan pesanan souvenir, atau bahkan diminta menjadi pembicara di berbagai pelatihan tentang daur ulang limbah.

Saat ini pasar lokal untuk kerajinan limbah alumunium foil tersebut meliputi Jakarta dan juga merambah kota-kota besar lainnya. Terutama sajadah, tikar, dan tas eksklusif yang dikombinasi dengan bahan kulit, penjualannya baru di Jakarta dan sekitarnya. Tetapi secara rutin Slamet telah diminta mengirim aneka macam tas untuk sebuah recycled corner di Bali sebanyak 200 buah per bulan. Selain itu juga tandok, semacam alat barang hantaran bagi masyarakat adat Tapanuli di Medan per minggu rata-rata 150-200 buah.
Karena alasan permodalan, tetapi lebih karena pertimbangan demi menjaga eksklusivitas, pria kelahiran Cirebon 1951 itu selalu memakai sistem jual putus dan tidak ada satu pun yang dititipkan di toko. “Setiap pameran, produk umum saja yang dibawa, produk-produk eksklusif tidak ditampilkan,” imbuhnya.

Sementara itu pegawai atau mitra perajin Lumintu saat ini terdapat kurang lebih sebanyak 64 orang, 38 orang di antaranya adalah lansia di atas 60-96 tahun, sisanya ibu-ibu rumah tangga dan beberapa anak remaja. Mereka itulah yang mengerjakan setiap order sebagai pekerjaan sambilan dengan sistem borongan. Besarnya upah berdasarkan jenis produk yang dikerjakan. Untuk tas sedang, misalnya, mereka diupah sekitar Rp 3.500 per buah. Dalam seminggu biasanya setiap orang mampu menyelesaikan 10-15 buah. Lain lagi untuk tikar sajadah, upah yang akan diterima sebesar Rp 10.000 untuk setiap lembarnya. Sedangkan tikar besar, mereka mendapatkan imbalan Rp 30.000 per lembar.
Semua proses sepenuhnya dilakukan secara manual. Termasuk proses awal yakni bahan alumunium berbagai bentuk, baik tube, gulungan dan sebagainya dibelah terlebih dahulu. Untuk melakukannya biasanya dengan mengupahkan Rp 750/kg. Proses sambung dan sisir agar sesuai panjang yang dikehendaki juga dikerjakan secara sederhana, yaitu metode press dengan diisolasi dan dipanaskan. Bahan bakunya diperoleh dari pemulung atau pengepul limbah dengan harga Rp 3.000-Rp 5.000/kg. Beruntung, saat ini pula Slamet sudah bekerja sama dengan sebuah produsen pasta gigi.

Profit margin yang diterima dari hasil penjualan kerajinan limbah alumunium foil cukup lumayan. Harga jual produk berkisar antara Rp 2.500-Rp 120.000 Sebuah map dijual seharga Rp 20.000.Tandok hantaran antara Rp 15.000-Rp 25.000 dan tas sedang mulai Rp 50.000-Rp 80.000. Terdapat pula tas-tas eksklusif dengan kombinasi kulit antara Rp 120.000-Rp 150.000. Omset produksi berdasarkan kemampuan produksi bisa mencapai Rp 15 juta per bulan, dengan catatan stok bahan baku selalu ada. Namun dalam kondisi normal antara Rp 8 juta-Rp 10 juta. “Jujur, kalau dihitung-hitung keuntungan yang diperoleh bisa 100%,” ungkap Slamet.

Lebih lanjut diterangkan, sesuai sifatnya, anyaman alumunium foil sebetulnya bisa dibentuk menjadi berbagai macam produk. Maka untuk mengembangkan usahanya, Slamet berencana menyiapkan desain segala macam produk kebutuhan, mulai dari peralatan kantor, stationary, travel bag, berbagai jenis tas, dan produk-produk dekorasi interior. Malah agar dapat menjalin kerjasama sebanyak-banyaknya , ia pun menyediakan diri guna memberikan pelatihan di berbagai tempat yang membutuhkan.

no image

Posted by On 01.37

Banyak yang bisa diambil manfaatnya dari seekor rusa, mulai dari daging, hingga ranggahnya. Layak dicoba untuk menangkarkannya. Russanti Lubis

Kala melihat rusa, pernahkah terpikir oleh Anda bila binatang cantik bertanduk indah ini juga dapat diambil manfaat lainnya? Tidak, tentu itu jawabnya. Padahal, menjangan bukan cuma hewan yang sedap dipandang, asyik diajak bermain-main, atau eksklusif dipelihara melainkan juga mampu menambah pundi-pundi keuangan Anda dengan memanfaatkan daging, kulit, dan ranggah atau tanduknya.

“Daging rusa yang harganya empat hingga lima kali lipat lebih mahal daripada harga daging sapi, biasanya menjadi menu spesial di beberapa hotel berbintang lima. Karena, kandungan kolesterolnya rendah dan teksturnya lebih halus daripada daging sapi. Sayang, sampai saat ini hotel-hotel tersebut masih menggunakan daging rusa yang didatangkan dari New Zealand. Sedangkan kulitnya, biasanya digunakan dalam industri pembuatan tas dan sepatu,” kata Burhanuddin Masy’ud, Kepala Laboratorium Konservasi Ex-situ Satwa Liar, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Ranggah mudanya, Burhan menambahkan, biasanya digunakan sebagai bahan baku obat kuat atau untuk meningkatkan vitalitas kaum pria, sehingga hubungan seks semakin greng. “Berkaitan dengan itu, Hong Kong dan Cina khusus mengembangbiakkan rusa untuk diambil ranggah mudanya, di samping dagingya. Di Indonesia, hal ini masih dalam percobaan,” jelasnya. Sedangkan ranggahnya yang sudah tua (biasanya tanggal dengan sendirinya karena usia, red.), dapat digunakan sebagai hiasan rumah. “Secara tradisional, ranggah tua ini biasanya juga diolah sebagai obat kuat, dengan cara digerus dan dicampur dengan beberapa bahan pendukung lain,” imbuhnya.

Obat kuat, ia melanjutkan, baik dari ranggah muda maupun ranggah tua, sama saja khasiatnya. “Tapi, karena ranggah muda diperoleh dengan cara ‘memanen’, maka ia yang lebih populer di kalangan masyarakat,” katanya. Sekadar informasi, ranggah bersifat seperti kuku atau akan tumbuh lagi setelah 60 hari dipotong atau tanggal. Dalam satu kali masa produksi, seekor menjangan mampu menghasilkan minimal 0,1 kg ranggah muda.

Hewan memamah biak ini juga mudah berkembang biak. Rusa betina yang tingginya bisa mencapai 100 cm, secara alami hanya mampu melahirkan satu anak dengan masa bunting delapan hingga sembilan bulan. Tapi, jika ingin mempercepat pengembangbiakannya, dapat dilakukan dengan menyapih bayinya lebih cepat, sehingga dalam jangka waktu dua tahun dapat dihasilkan dua hingga tiga bayi rusa. “Di beberapa negara cara ini dilakukan dengan menyuntikkan hormon tertentu, sehingga terjadi super ovulasi. Di Indonesia, hal ini masih dalam peneletian,” ujarnya. Di sisi lain, meski siklus perkawinan di alam liar terjadi pada bulan April hingga Oktober, tapi karena bersifat individual, maka dalam penangkaran dapat dilakukan pengaturan perkawinan sehingga perkembangbiakannya dapat berjalan terus.

Angka kematiannya, ia melanjutkan, juga kecil (di bawah 1%, red.). Sebab, satwa liar yang mampu bertahan hidup hingga umur 15 tahun ini, memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. “Apalagi jika tingkat sanitasi dalam penangkaran juga tinggi,” tambahnya. Selain itu, juga mudah beradaptasi. Contoh, rusa Sambar yang banyak ditemui di Kalimantan dan berhasil dikembangbiakkan di New Zealand, kini juga menunjukkan keberhasilannya ketika ditangkar di Indonesia. Sekadar informasi, di seluruh dunia terdapat 50 jenis rusa, empat di antaranya berasal dari Indonesia yaitu rusa Sambar, rusa Jawa/Timor, rusa Bawean, dan rusa totol. Untuk penangkaran, lebih baik menggunakan rusa Jawa/Timor mengingat luasnya penyebaran dan kemudahannya beradaptasi. Tertarik? Silahkan lihat analisanya.

no image

Posted by On 02.47

Meski posisinya sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Siliwangi, Asep Budiman tidak meninggalkan kepiawiannya sebagai pebisnis. Sukatna

Mencari ilmu sekaligus mencari biayanya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan Asep Budiman. Sejak duduk di sekolah dasar lulusan pasca sarjana Ekonomi Perusahaan Pertanian Universitas Padjajaran ini sudah belajar berdagang. Bahkan ketika masuk ke jenjang perguruan tinggi ia sudah bisa membiayai sendiri kuliahnya.

Sekarang setelah memegang jabatan sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Siliwangi Tasikmalaya, tidak serta merta bisnis ditinggalkannya. Hanya saja dengan strategi yang berbeda. Sebelum tahun 2000, Asep lebih banyak menjalankan aktivitas bisnis dengan tenaganya sendiri. “Setelah selesai mengajar di kampus, saya sering mengangkuti barang-barang untuk dijual,” akunya.

Namun kini ia memiliki strategi berbeda. Menurutnya, ia lebih banyak menggunakan pikirannya dalam menjalankan bisnis. Dalam bisnis ban dan oli bekas, ia menggandeng mitra. Aktivitas bisnis tersebut pun dijalankan oleh orang lain. Ia hanya mencari dan memperluas jaringan, baik untuk pembelian oli dan bekas maupun untuk penjualannya.
Ban bekas ia beli dari Jakarta, kemudian divulkanisir dan dijual kembali.

Dalam menjalankan bisnis, selain menggandeng mitra, seringkali ia bekerjasama dengan saudara atau adiknya. Misalnya untuk bisnis counter HP dan jasa pencucian bis di sebuah pool di Jakarta. Dalam posisi ini Asep bertindak sebagai investor saja sedang adiknya yang menjalankan usaha. Pola pembagian hasil antara Asep dan adiknya 40:60.  “Secara fisik saya sudah tidak banyak terlibat. Sekarang ini saya lebih menekuni bisnis yang banyak menggunakan pikiran. Misalnya menjadi konsultan pendirian BPR atau membuat business plan,” tuturnya.

Sebetulnya, kata Asep, antara pendidikan tinggi atau profesi akademisi dengan bisnis tidak kontradiktif. Pendidikan tinggi, menurutnya, justru bisa mendongkrak kemajuan bisnis. “Secara pribadi saya merasakan pendidikan tinggi sangat berguna untuk mendongkrak kemampaun berkomunikasi, memperluas jaringan dan kepercayaan diri, suatu hal yang penting dalam menjalankan bisnis,” katanya memberi alasan.

Cuma, imbuh Asep, pebisnis yang memiliki pendidikan tinggi dan menekuni sebuah profesi, biasanya fokusnya terbagi. Sehingga tingkat kemajuan usahanya tidak sepesat dengan orang-orang yang fokus pada bisnisnya semata. “Hanya persoalan fokus saja. Menurut saya pendidikan tinggi tidak menghalangi seseorang untuk sukses berbisnis,” tandasnya seraya menyebut banyak rekan-rekan seprofesinya yang juga sukses berbisnis, bahkan jauh lebih sukses dari dirinya.