www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 03.24

Hampir semua pejabat TNI dengan bintang di pundak menjadi customer-nya. Padahal Deddy memulai bisnis fotografi hanya dengan peralatan fotografi standar. Apa jurusnya?  
Sukatna

Terlahir di tengah-tengah keluarga kontraktor, Deddy Barros muda justru menunjukkan ketertarikannya kepada dunia musik dan fotografi. Dari dua hobi seni ini Deddy lantas memutuskan untuk menekuni hobinya di dunia fotografi. Pada 1987 Deddy berangkat ke Negeri Kanguru untuk memperdalam ilmunya di Photografi Studio College, salah satu sekolah tertua di Melbourne Australia.

Sekembalinya ke Indonesia Deddy menjadi fografer fesyen di Bandung. Namun cita-citanya adalah menjadi fotografer profesional, bukan hanya menjadi fotografer fesyen. Maka hijrahlah dia ke Jakarta. “Saya bermaksud belajar menjadi fotografer profesional maka saya melamar pekerjaan kepada para fotografer profesional tetapi tak ada saupun yang mau menerima,” ujarnya mengenang.
Tak patah arang, Deddy terus melamar pekerjaan dan mendapat job dari sebuah majalah yang dimiliki oleh Sudwikatmono. “Mengapa saya mengambil job tersebut? Karena segmen majalah itu adalah hotel dan pariwisata. Dalam setiap edisi ada wawancara dengan duta besar asing sekaligus mengambil foto dubes yang bersangkutan dan keluarganya,” terang Deddy. “Dari situ saya belajar menjadi fotografer profesional.”
Hanya bertahan 10 bulan, Deddy kemudian bekerja di Majalah Swa. “Saya bekerja bukan untuk mencari uang tetapi ingin belajar. Sejak awal saya bertekad ingin menekuni bisnis fotografi, oleh karena bekerja di suatu tempat bukan untuk mencari uang tetapi untuk belajar dan mengasah kemampuan saya,” ucap Deddy.

Pada 1996 ia memutuskan keluar dari Swa untuk memulai usaha sendiri. Ia langsung mendapat job dari beberapa perusahaan agen iklan ternama. Namun itu tidak berlangsung lama karena pada akhir 1997 Indonesia dilanda krisis moneter sebagaimana negara-negara lain di Asia. “Saya menelan pil pahit. Untuk mencukupi kebutuhan saya mengajar fotografi,” akunya.
Seiring berjalannya waktu Deddy mulai mengenal kalangan atas, di antaranya keluarga mantan Wakil Presiden Sudarmono dan Bambang Rachmadi, pemilik MC Donald Indonesia. “Saya ditawari untuk mendokumentasikan pernikahan anaknya Pak Bambang. Hasilnya uang cash, sedangkan foto iklan pembayarannya memakai tempo, kadang tiga bulan. Mulai saat itulah saya menggarap foto wedding,” terangnya.
Mulailah ia melamar untuk menjadi rekanan Balai Sudirman. Bermodalkan peralatan kamera standar ia menjalani serangkaian “test”. Ternyata pengelola Balai Sudirman sangat puas dengan hasil jepretannya. Job pertama adalah perkawinan putra Pangab Feizal Tanjung. Setelah itu perkawinan cucu Jenderal Sudirman dan cucu Jenderal AH Nasution. Customer  yang puas memberitahukan ini kepada para koleganya, sehingga hampir semua perwira tinggi di TNI menjadi pelanggannya.

Dengan mengusung nama Deddy Barros Photography, pria asal Tasikmalaya ini memperluas usahanya dengan membuka sekolah fotografi di kantornya, sebuah ruko berlantai empat di Jalan Paus Rawamangun. “Seusia saya ini sudah mulai berpikir untuk mengamalkan dan menurunkan ilmu,” tuturnya seraya mengatakan dalam waktu dekat ini ingin meluncurkan buku tentang fotografi yan ditulisnya. 

no image

Posted by On 03.47

Bagi seseorang yang bercita-cita menjadi pembalap profesional, arena gokart bisa menjadi langkah awal untuk mewujudkannya. Fisamawati

Gokart atau lebih dikenal dengan sebutan karting sudah diminati di Indonesia sejak diperkenalkan pada akhir 60-an oleh Hengky Irawan. Di Jakarta sendiri mulai menjadi pusat olah raga karting pada tahun 80-an. Dalam perkembangannya, olah raga karting jadi ajang sonsor oleh perusahaan-perusahaan bahkan mereka melibatkan diri secara langsung dengan membentuk tim karting.
Untuk warga kota Jakarta, arena penyewaan karting bukan sesuatu yang baru lagi. Tempat yang khusus dirancang untuk menyalurkan hobby layaknya pembalap professional ini pun menjadi hiburan tersendiri disela-sela padatnya rutinitas sehari-hari. Dari latar belakang itulah, Speedy Karting diperkenalkan. “Ide mendirikan gokart ini sudah lama saya pendam. Sewaktu duduk di bangku SD, sekitar tahun 72-an, saya senang melihat sepak terjang Almarhum Hengky Irawan memperkenalkan karting, dan langsung tertarik,” kenang Djembar Kartasasmita, pemilik Speedy Karting.

Ia menambahkan, sebagai anak laki-laki yang umumnya menyukai otomotif mobil dan sejenisnya, Djembar pun tertarik untuk  melanjutkan ke arena balapan. “Saat itu, hiburan belum banyak hanya film-film bioskop saja. Nah, di Jakarta Theater ada arena karting. Akhirnya, saya bilang ke ayah ingin ikut balapan,” lanjutnya.
Kedekatan sang ayah dengan beberapa rekan di dunia karting pun memicu naluri bisnisnya untuk membuat tempat penyewaan karting. Namun, tak mudah untuk mewujudkan bisnis tersebut. Dengan cerita lalu, Almarhum Hengky Irawan yang meninggal akibat kecelakaan karting memberikan pertimbangan sendiri baginya.

Semula bisnisnya ini hanya untuk penyaluran hobby di dunia balap saja. Menyadari bertambahnya usia dan dirasakan tidak mungkin mengikuti ajang balapan, ia pun memberikan fasilitas bagi kedua putranya untuk terjun balapan dengan membeli mobil gokart. “Putra pertama saya ternyata tidak memiliki bakat dan akhirnya mundur. Tetapi putra kedua saya mahir dan serius, satu mobil gokart berkisar Rp 50 juta ,” ungkap ayah dari Kevin dan Kenny.
Dreams come true, itulah yang terjadi, keinginan lama Djembar terwujud. Arena penyewaan karting miliknya bisa dinikmati pecinta balapan di Hanggar Teras, Jakarta Selatan. Di lahan seluas 3000 M2, di bawah bendera Speedy Karting unit mobil gokart yang terbagi menjadi tiga kategori kecepatan. “Untuk anak dan pemula mesin gokart berkekuatan 100, kemudian naik 200 sampai 270. Jadi bisa ngebut,” promosi lulusan Philippine Christian University. Selain itu, Speedy Gokart dilengkapi dengan kafetaria, D’kart shop, ruang tunggu dan toilet.

Bila menilik sejarah, sebelumnya arena olahraga seperti ini sudah ada. “Arena penyewaan gokart sudah ada di Jakarta, seperti “Jakart” yang merupakan penyewaan karting pertama di Jakarta. Sekarang ini pun banyak para pemain di bisnis penyewaan gokart tetapi terkadang sifatnya tidak permanen dan berpindah-pindah tempat atau bahkan bangkrut,” tutur pria yang tetap eksis bisnis gokart sejak Desember 2001.

Di Speedy Karting sendiri, harga yang ditawarkan ternyata tak terlalu merogoh kocek. Cukup mengeluarkan uang senilai Rp 25 ribu selama lima menit atau Rp 30 ribu untuk waktu tertentu, seperti sore hari. “Memang jika dihitung dengan waktu yang singkat sepertinya terasa mahal. Tapi coba deh, pasti terasa ada kepuasan tersendiri. Di Speedy Karting menantang adrenalin anda,” kata pria yang enggan menyebutkan omset bisnisnya tersebut.
Ia pun menyadari, meski sudah memiliki 20 mobil gokart, bisnis penyewaan gokart sifatnya income-nya tidak dapat dipastikan. Ditambah kendala yang menargetkan segmen penyewa, biasanya orang-orang pecinta balapan saja yang melirik hiburan karting, atau orang yang menyukai tantangan. Belum lagi, masih sedikitnya sosialisasi di masyarakat terhadap olah raga karting ini. “Waktu itu saya investasi sekitar 1 milyar dan kembali selama 4 tahun. Tahun pertama saja yang mendongkrak hingga mencapai 1000 costumers per bulan,” ungkapnya.

Lantas mengapa Speedy Karting masih berdiri kokoh? Bahkan kini memiliki Speedy Karting kedua di bilangan Karawaci. “Speedy Karting mengutamakan keinginan costumers. Kelebihan lain yang dimiliki adalah arena balapan yang beralas semen sehingga ban karting tidak mudah aus. Ditambah adanya perlengkapan penunjang keamanan seperti helm, jaket dan sarung tangan, serta adanya para Marshall (instruktur, red) untuk kemudahan khususnya bagi pemula,” lanjut istri Farina. Tak hanya itu, Speedy Karting pun memberikan wewenang bagi costumers jika ingin merombak rute arena balapan. Biasanya, costumers sudah hapal jadwal perombakan yang dilakukan dua bulan sekali.

Djembar pun memiliki keinginan, setidaknya bisnis yang dibangunnya bisa menjadi cikal bakal para pembalap profesional di Indonesia. Dengan memiliki 20 unit mobil gokart dan 20 orang lulusan Speedy Karting yang terjun ke dunia balap profesional. Jika bermunculan ‘Speedy Karting’ lainnya, rasanya tak sulit menciptakan generasi pembalap seperti Moreno Suprapto atau pun sekelas Michael Schumacher!.

no image

Posted by On 03.32

Memanfaatkan bahan baku clay--semacam tanah liat—Yeny membuat berbagai kerajinan miniatur cantik. Wiyono

Nilai produk seni seringkali tidak dihitung dari besar angka rupiah bahan material saat pembuatannya, namun lebih banyak ditentukan oleh kaca mata estetika yang sulit terukur secara nominal.  Sebuah lukisan bikinan mahasiswa seni lukis yang masih taraf belajar boleh jadi tidak akan laku sampai ratusan ribu, sebaliknya karya seniman yang sudah profesional akan ditawar hingga ratusan juta rupiah.

Ilustrasi di atas sejatinya bukan untuk menonjolkan karya seni yang memiliki nilai jual ‘irasional’ yang biasanya hanya dimiliki pada karya seni murni. Sebab diakui, agak berlebihan apabila karya seni di atas disejajarkan dengan produk kerajinan yang ketika proses pembuatannya masih memperhitungkan prinsip-prinsip ekonomi. Akan tetapi tetap terasa wajar memasukkan nilai estetik sebagai salah satu faktor harga dalam produk seni kerajinan tangan yang jelas-jelas membutuhkan keahlian, ketrampilan, ketelitian, dan rasa estetis pada saat pengerjaannya. Sama halnya dengan produk miniatur berbahan clay. Sebagai produk handmade,  di pasaran kerajinan ini memiliki kisaran harga mulai dari lima ribu hingga mencapai jutaan rupiah. “Harga jual juga ditentukan oleh besaran, detil, dan tingkat kerumitan,” ungkap Yeny, pemilik Hanycraft.

Yeny mengenal kerajinan berbahan sejenis tanah liat ini sejak 2003. Dari semula sebatas hobi,  ternyata banyak saudara dan teman-temannya tertarik melihat hasilnya. Kemudian berawal dari melayani pesanan kerabat dekat itulah, setahun kemudian ia mencoba merintis bisnis pembuatan barang miniatur khusus dengan bahan clay secara lebih serius. “Saat itu masih jarang tempat yang menjual hasil kerajinan, dan terutama yang memberikan kursus cara pembuatan dan kreasi menggunakan clay ini,” tuturnya.

Kecuali menjual produk dan bahan kerajinan clay maupun aneka jenis kerajinan keramik mini, wanita 29 tahun tersebut sekaligus juga megadakan kursus pembuatan clay di rumahnya, di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Kursus yang diajarkan dibagi dalam dua kelas, yaitu kelas pembuatan makanan dan kelas pembuatan bunga dengan lama masing-masing kelas sekitar 5 jam.

Sedangkan nama Hanycraft itu sendiri, seperti dijelaskan, dikarenakan bisnis tersebut dijalankan bersama suaminya, Harry. “Pertama, merupakan kepanjangan dari nama suami saya (Harry) dan nama saya sendiri yaitu Yeny. Dan karena berhubungan dengan craft maka kami menggunakan nama Hanycraft. Alasan kedua, kata hany kalau dibaca sama dengan kata ‘honey’ yang berarti ‘sayang’. Artinya craft yang kami hasilkan tersebut bisa diberikan kepada orang yang disayangi,” ungkapnya.

Produk ClayProduk miniatur yang telah dihasilkan Yeny cukup banyak macamnya, antara lain ada yang berbentuk seperti makanan, misalnya kue, sushi, bakery, nasi tumpeng, steak, set breakfast, buah-buahan, tart, es krim, serta isi dari gerobak dorong makanan lengkap. Selain itu juga terdapat beraneka bunga-bungaan seperti mawar dan berbagai jenis-jenis anggrek, mulai anggrek bulan, dendrobium, anggrek kantong, vanda, cattleya, maupun ponne, di samping tulip, lily, teratai, lotus, gerbera, bunga matahari dan lainnya. Sedangkan kreasi miniatur berbentuk binatang, di antaranya kolam ikan koi, pigsty, gajah, kelinci, ayam, dan sebagainya.

Sampai saat ini produksi secara kontinyu, terutama dilakukan dengan mencoba menghasilkan kreasi-kreasi baru. Sementara itu, dengan dibantu dua orang karyawan ia juga menerima pesanan khusus dari pelanggan. Misalnya mengerjakan pesanan pembuatan sushi untuk dijadikan hiasan kalung dan bando. Tetapi, tidak jarang sebagian order juga diberikan kepada para mantan peserta kursus dengan sistem bagi hasil. “Kami juga bekerja sama dengan pengrajin dari luar khususnya untuk keramik-keramik kecil seperti aneka piring, mangkok, cangkir, tea set, dan binatang,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini usaha bermodal awal sekitar Rp 20 juta itu perkembangannya cukup menjanjikan. Meskipun diakui, masih terdapat tantangan yang dihadapi, seperti misalnya bahan clay masih impor ,sehingga sangat terpengaruh oleh nilai kurs rupiah. Walaupun pernah mencoba menggunakan clay lokal, namun menurutnya hasilnya tidaklah maksimal dan kurang memuaskan.

Saat ini, dikatakan, pembeli meliputi area Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan bahkan ia pernah juga mendapatkan pesanan dari Singapura dan Australia. “Kapasitas produksi tidak tetap. Namun rata-rata mencapai ratusan buah tergantung ukuran dan tingkat kesulitan dari pembuatannya,” ucapnya. Sayang ia enggan menyebut nominal omsetnya.

Disebutkan, sistem pemasaran yang ditempuh bisnis suami-istri ini dibagi dua cara, sistem penjualan langsung dan sistem reseller. Sistem yang pertama biasanya berupa pesanan khusus dari para langganan. Untuk itu telah disediakan situs penjualan lengkap dengan daftar harga barang berikut dengan gambar produk, dan pemesanan bisa dilakukan melalui email, pesan pendek (SMS) atau pun telpon.
Sedangkan sistem yang kedua adalah penjualan melalui bisnis partner. Yeny mengatakan, peluang kerja sama selalu ditawarkan, dan terbuka dengan pihak manapun dengan prinsip kemitraan yang saling menguntungkan. Misalnya, sebagai contoh apabila terdapat kreasi baru yang dibuat atas pesanan rekanan bisnis, maka untuk selanjutnya kreasi tersebut akan menjadi semacam ‘paten’ dari bisnis partner yang bersangkutan. “Apabila ada permintaan dari pelanggan atau customer, maka kami akan meminta mereka menghubungi bisnis partner kami itu secara langsung. Sehingga nantinya transaksi penjualan terjadi antara customer dengan bisnis partner kami,” jelas Yeny yang kini tengah mempersiapkan rencana pengembangan usaha, salah satunya dengan melakukan ekspansi, bekerja-sama dengan sebuah boutique di Cikarang, Jawa Barat.

no image

Posted by On 02.33

Dikaruniai kelebihan sejak kecil, Kemal sukses melakoni hidupnya sebagai muballigh serta therapis kesehatan dan kecantikan alami. Sukatna

Sulit untuk mencari penyebab keterkenalan dari Dr Ust H. Kemal Faisal Ferik, apakah karena atributnya sebagai ustadz atau sebagai ahli therapis kesehatan dan kecantikan alami. Dua-duanya, sama-sama terkenal, demikian kata orang-orang.
Dalam pengobatan alternatif, pasien yang telah disembuhkan Ust Kemal, demikian ia sering disapa, sudah mencapai bilangan ribuan. Dalam sebulan saja tidak kurang 500 pasien datang ke MEGA POWER HEALTH and BEAUTY CARE (MEGA POWER HBC) untuk menjalani terapi kesehatan dan atau terapi kecantikan berbalut religi.

Pria asli Tasikmalaya ini sejak 1998 mulai menekuni usaha kesehatan alternatif yang dijalankannya sebagai usaha sampingan di Bengkulu. Ini dikarenakan tugas resminya sebagai PNS di Departemen Sosial. “Saya mulanya menjadi pegawai negeri yang ditugaskan di Departemen Sosial di Bengkulu hingga Golongan 3A dengan hanya bergaji Rp. 193.000,-. Tetapi saya merasa memiliki bakat lain untuk jadi jalan kesembuahan bagi orang lain. Pengalaman pertama saya menjadi jalan kesembuhan orang saat saya berusia 7 tahun, waktu itu ada teman sekolah saya jatuh dari tangga karena dorong dorongan sehingga patah tulang. Saya hanya menyentuhnya dan keesokan harinya ia sembuh,” paparnya sebagai pengalaman pertama menjadi jalan kesembuhan orang lain.

Pria yang sering tampil di televisi dan memberi tausyiah di radio ini kemudian mengajukan kepidahannya ke Bandung. Ketika pertama kali membuka praktek tahun 2000, ia masih menumpang di rumah kakaknya, Dede, sekitar enam bulan dan barulah kemudian menyewa tempat usaha di jalan Sukagalis Bandung.

Usahanya ini memiliki beberapa keunggulan, tidak hanya bersifat terapi alternatif semata tetapi sekaligus juga berkaitan dengan kecantikan seperti totok wajah atau totok inner beauty. Keistimewaan totok wajah Ust. Kemal dalam 30 menit wajah pasien akan terlihat berbeda atau terlihat lebih bercahaya, kerut-kerutan di sekitar muka berkurang, kulit muka menjadi lebih kencang bahkan juga dapat menghilangkan flek-flek di wajah. Selain totok wajah juga tersedia program pelangsingan yang hanya membutuhkan waktu 45 menit dan lingkar perut bisa turun antara 1-40 cm. Biaya untuk satu kali treatment pelangsingan Rp 400.000, tetapi Ust. Kemal memberikan harga paket hemat yaitu untuk 5 kali datang hanya seharga Rp 1.500.000 saja.

Sejak tahun 2000, Ust. Kemal juga membuka pelatihan bagi siapa saja yang tertarik untuk mempelajari dunia kesehatan alternatif. Biaya pelatihan untuk program Guru atau Master Rp 5.000.000 dengan waktu pelatihan selama 2 jam. Untuk program Master materinya adalah semua keilmuan profesional yang berguna untuk buka praktik mandiri ditambah dengan materi khusus.

Karena perkembangan sangat pesat MEGA POWER HBC ini, di tahun 2004, ia mengajukan pengunduran diri dari Badan Kesejahteraan Sosial Nasional Bandung. Saat ini Ust. Kemal memiliki 6 cabang, 5 cabang merupakan cabang kemitraan, tersebar di Batam, Padang, Tasikmalaya, Bandung, dan Sidney, Australia. Sedangkan yang menjadi miliknya sendiri adalah yang berada di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur. “Sistem kemitraan yang saya terapkan adalah bagi hasil yaitu ada yang bagi hasilnya 20:80 dan ada yang 50:50, yang membedakannya adalah materi pelatihan yang saya berikan saja. Saat ini kami sedang menyempurnakan sistem kemitraan bisnis kami demi tercapainya pengembangan usaha yang lebih optimal, baik bagi mitra bisnis kami maupun bagi kami sendiri” tambahnya.

Untuk mengembangkan cabang kemitraan ini, Ust Kemal telah menggandeng BE BOSS guna mengurusi hal-hal yang menyangkut pengembangan kemitraan ini. Ust Kemal sangat yakin bahwa prospek usaha MEGA POWER HBC ini tidak akan lekang oleh waktu karena pada dasarnya semua orang sangat menginginkan dirinya sehat dan juga cantik. “Yang perlu diperhatikan agar usaha ini terus bertahan adalah inovasi-inovasi. Selain itu saya juga membuka pelatihan untuk para trainer, yaitu bagi yang ingin menjadi trainer di bidang ini. Selain itu kita menyediakan obat herbal penunjang layanan alternatif sehingga mereka  bisa belanja obat dengan kita, di tahun ini saya sedang meluncurkan program baru yaitu Rumah Infak dan SMS Terapi,” ungkapnya.

SMS terapi merupakan salah satu terobosan Ust. Kemal untuk memberikan terapi jarak jauh dari para pelanggannya. Para pelanggan tidak perlu jauh-jauh menemui Ust. Kemal, hanya tinggal ketik REG spasi Berkah spasi Nama lalu kirim ke 3833. Lewat usaha  MEGA POWER HBC ini yang telah ditekuni selama 9 tahun ini, kini Ust. Kemal bisa merasakan buah hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun dengan memiliki rumah dan kendaraan. Bahkan di tahun 2005 beliau sudah naik haji bersama isteri dan 2 orang karyawannya.

no image

Posted by On 02.36

Siapa yang menjamin jika karir akan terus abadi? Jadi jangan heran bila sekarang di jagad selebritis dunia atau di Indonesia berlomba-lomba mengembangkan bisnis pribadi selagi sempat dengan kekayaan yang diperolehnya. Banyak di antara mereka yang mengembangkan dunia baru yang tak jauh dari profesinya sekarang atau malah berseberangan sama sekali. Mengapa mereka menjadi seorang selepreneur atawa selebritis entrepreneur?   Jawaban seragam akan dilontarkan bahwa mereka mengamankan kekayaan untuk bekal kelak di hari tua. Hasil yang diperolehnya sekarang diinvestasikan lewat bisnis strategis agar  berbiak untuk jaminan masa depan.

Selepreneur tidak terbatas pada kalangan artis saja. Selepreneur bisa dari berbagai kalangan seperti : atlet, artis musik, artsi film atau sinetron, politisi, profesional, militer dan sipil.  Selebritis adalah kalangan terkenal atawa prominence figure.

Di dunia kita kenal dengan nama selebritis dunia yang terjun sebagai selepreneur.  Penyanyi seksi Jennifer Lopez, Justin Timberlake serta  Beyonce Knowless telah membangun kerajaan fesyen yang kini telah mendunia. Produk-produk pakaian banyak diburu oleh kalangan selebritis, tidak hanya artis film tapi juga kalangan lainnya. Pegolf kondang  Jack Nicklaus, Greg Norman telah mengembangkan bisnis peralatan golf dengan brand namanya sendiri.  Pembalap F1, Giancarlo Fisichela dan  Jarno Trulli telah membangun bisnis sekolah balap dan agrobisnis anggur.

Di Tanah Air, kita mengenal beberapa selepreneur. Sebut saja misalnya mantan pebulu tangkis Liem Swie King, Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma, Cun Cun, binaragawan Ade Ray, dan mantan pesepakbola nasional Aji Santoso. Mereka telah  mengembangkan bisnis alat-alat olah raga, mulai dari sepatu, raket, panti kebugaran hingga sepatu.  Lalu di kalangan artis muncul nama-nama seperti pesulap Adrie Manan dengan sekolah sulapnya,  artis dan presenter Olga Lydia (bisnis biliar), Virnie Ismail (Spa), Venna Melinda (Sekolah Salsa & pusat kebugaran), Tora Sudiro (pijat refleksi), Sultan Djorghie (aksesoris otomotif), Ebet Kadarusman (kaca film anti bom), mantan artis cilik Ira Maya Sofa (event organizer), vokalis Ian Kasela (salon), Solihin GP (agribisnis), AP Batubara (pelumas otomotif) dan beberapa lagi lainnya.

Selepreneur adalah suatu pilihan hidup, seperti halnya kita memilih profesi dokter, konsultan, lawyer atau profesi lainnya. Selepreneur adalah sosok yang membangun bisnis, mulai dari nol atau membeli bisnis yang sudah ada, seperti misalnya franchise. Selepreneur memiliki beberapa modal yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang keberhasilan.

Pertama, popularitas dan personal branding yang tinggi. Kedua, modal dan yang ketiga adalah networking. Beberapa di antara mereka sadar hal ini. Potensi itu dimanfaatkan dalam mengembangkan bisnis. Hasilnya? Perlahan-lahan bisnis mereka pun bergerak naik.

Selebritis tetaplah selebritis. Mereka adalah orang yang beruntung karena popular berkat media massa. Jaringan atau networking yang luas sangat membantu dalam membangun bisnis. JLO, misalnya, sebelum produk tersebut sukses dipasar, terpaksa memanfaatkan koleganya untuk pemasaran produk pakaiannya. Dari sinilah, kemudian bisnis itu terangkat. Kini produk fesyen JLO banyak diburu kalangan selebritis tidak hanya terbatas artis film, tapi juga kalangan lainnya.  Hal sama juga dilakukan oleh Kang Ebet. Mantan presenter ini tengah memanfaat jaringannya untuk memasarkan N-Tek, produk kaca film asal Korea Selatan yang diklaim tahan bom.

Namun, ketiga hal itu tidaklah cukup. Kerja keras adalah kuncinya.  Kurang apa Jennifer Lopez? Siapaun tahu kalau dia cantik dan artis yang hebat.  Namun, dalam membangun bisnisnya dia juga pernah bangkrut, bangkit dan kerja keras. Kini produknya telah menjadi trendsetter dunia. Para selepreneur kita juga telah sukses meski terbatas pada tingkat local. Kita masih menunggu, apakah selepreneur disini bisa sukses mendunia? Atau tetap hanya sebagai pemain local saja. Rian S.

no image

Posted by On 03.51

Jangan mengira, hanya para pakar bergelar doktor atau profesor saja yang bisa membuat robot. Remaja bahkan anak-anak pun. Mau tahu? Fisamawati

Robot adalah mesin yang bekerja secara mekanis dan dikendalikan oleh komputer. Karena itu, robot bisa melakukan gerak-gerak tertentu secara otomatis. Ia bisa bergerak ke sana ke mari, dan melakukan banyak hal. Di industri mobil misalnya, robot canggih bisa dipekerjakan untuk mengangkat, mengelas, atau mengecat mobil. Robot juga kerap digunakan untuk menjalankan tugas-tugas berbahaya.
Di Singapura dan Australia, minat anak untuk membuat sebuah robot begitu besar. Namun di Indonesia antusiasme belum sebesar dui kedua negara jiran kita itu. Untuk menerapkan metode yang berdasar ilmu teknologi ini, dirasakan sulit. Selain kurangnya pemahaman akan guna robot tersebut, faktor lain yang ikut mempengaruhi adalah sulitnya pengembangan di tingkat pendidikan baik secara materil maupun birokrasi. 

Dari pengalaman di atas, memicu Yudi Mintoro Sumali untuk mendirikan tempat pendidikan dan pelatihan membuat robot bagi anak dan remaja. “Saya mencoba membeli satu robot dan saya bawa ke Jakarta. Selama satu tahun, saya mempelajari mekanisme kerja robot dari hunting internet dan mencari resource. Setelah dirasakan cukup, saya pun mulai menawarkan kerjasama dengan pihak-pihak sekolah, ternyata sulit,” kenang Yudi.
Padahal saat itu, animo murid-murid terhadap pelatihan robot sangat tinggi sekitar 90 persen. Mungkin, berdasarkan analisa masih ada peluang bisnis pelatihan robot di Indonesia serta ditambah kekecewa tadi, lantas Yudi pun mencoba peruntungan dengan mempresentasikan kursus robot ke rumah-rumah.

Setelah dijalani, ternyata benar adanya bahwa minat anak terhadap pembuatan robot memang tinggi. Dengan pertimbangan dan masukan-masukan beberapa teman, pria lulusan Sekolah Tinggi Teknik Surabaya ini, memutuskan untuk menyewa sebuah ruko di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Timur sebagai wadah pelatihan. “Karena di rumah sepertinya kurang profesional. Nah, kebetulan ada teman yang menyewa dua lantai di bawah ruko tersebut. Saya pun mengajukan untuk menyewa lantai ketiga, awalnya ragu tapi tetap saya coba,” kata pria yang melekatkan nama Robotic Education Centre (REC), untuk kursus pembuatan robot tersebut.
“Saat musim liburan anak sekolah, saya membuat program Holiday bagi anak-anak dengan memanfaatkan waktu luang mereka. Dari program itu mampu merekrut sekitar 25 murid,” imbuhnya. Dari titik itulah, jumlah muridnya terus bertambah. Tak berhenti begitu saja, ia pun melebarkan sayap dengan membuat event bekerja sama dengan salah satu mal di Kelapa Gading. “Dari event tersebut mampu mengantar tim kami menjadi juara I sekaligus juara umum dan juara III di ajang kompetisi nasional tingkat junior Indonesian Robotic Olympiad (IRO) tahun lalu,” ucapnya bangga. Bahkan, Juara umum tersebut pun akan mewakili Indonesia di ajang internasional World Robotic Olympiad di Nanning, China.

Dari prestasi yang diukir anak didiknya, Yudi menambahkan, tujuan diadakannya kursus robot semata-mata ingin meningkatkan kreatifitas anak. Baginya, membuat anak menjadi pintar itu mudah tetapi untuk kreatif itu sulit. Kedua, meningkatkan daya imajinasi. Untuk menumbuhkan tingkat imajinasi, metode yang dilakukan adalah mengajarkan anak untuk membayangkan sesuatu setelah itu digambar sebagai bentuk riil imajinasinya yang kemudian dituangkan dalan bentuk kreatifitas. Dan yang ketiga, juga point utama, yaitu membentuk daya logika anak. “Logika tersebut bertujuan menghubungkan antara imajinasi dan kreatifitas, sehingga disini diajarkan programming,” papar Sarjana Informatika ini.

Untuk memudahkan kurikulum pembelajaran yang diterapkan, Yudi membagi kursus REC ke dalam dua kelas. Untuk kelas beginner dimulai dari umur 5 sampai 7 tahun, dengan biaya Rp. 250.000,- rupiah per bulan. Sedangkan, untuk umur 8 tahun ke atas disebut kelas robotic dikenakan biaya Rp. 300.000,- rupiah per bulan. Per kelas terdiri dari 3 hingga 6 murid. 

Tiap-tiap kelas pun memiliki durasi belajar yang berbeda pula. Kelas beginner memiliki durasi lebih pendek dibandingkan kelas robotic. Durasi kelas beginner adalah 90 menit dan kelas robotic 120 menit. Alasan kelas beginner berdurasi pendek adalah untuk mengurangi tingkat kebosanan pada anak. Pertemuan masing-masing kelas adalah sekali seminggu.“Karena anak-anak banyak kegiatan. Jadi kita tidak bisa push mereka, tapi banyak juga orang tua yang menginginkan seminggu dua kali, tapi tidak kita sanggupi,” kata Yudi yang mengaku kesulitan mengatur jadwal yang sudah ada.
Sedangkan untuk tingkat pelatihan kursus robot terbagi menjadi empat level. Level tersebut adalah Mechanic and Engineering, Robotic Basic, Robotic Intermediate, dan Robotic Advance. Semua murid baru akan memulai pelajaran dari level dasar dan selanjutnya akan naik ke level berikut hingga yang tertinggi level keempat. “Membuat robot merupakan satu rangkaian. Jika ada satu level tidak diikuti maka mereka dipastikan tidak akan bisa mengikuti materi di level selanjutnya,” terang kelahiran 20 Maret 1973 itu.          

Lalu berapa modal yang diperlukan? “Modal awal sekitar  Rp150 juta untuk membeli alat-alat, kemudian berkembang seiring dengan bertambahnya murid,” akunya. Kini, dengan jumlah murid sebanyak 100 anak dan  biaya kursus Rp.300.000,- per bulan, Anda bisa menghitung sendiri berapa omset kotor Yudi.

Tabel Level Kursus REC
Kategori LevelLama KursusKeterangan
Mechanic
and Engineering
2-3 bulanPengenalan komponen Lego yang bisa dijadikan robot dan cara merakitnya, pengenalan dan uji coba pulley dan gear yang berfungsi sebagai motor sebuah robot, serta cara mendesign robot di atas kertas sesuai dengan imajinasi setiap anak.  
Robotic Basic3-6 bulanPengenalan dan percobaan materi konstruksi sebuah robot sederhana serta eksplorasi tentang sensor, cahaya dan sentuh yang bisa membuat sebuah robot bergerak sendiri. Secara keseluruhan, pelajaran akan, berkaitan dengan dasar program robot (mind stroms software).  
Robotic Intermediate3-6 bulanMenciptakan robot tingkat lanjut (sesuai imajinasi) yang konstruksinya bergerak maju-mundur, belok kanan-kiri, bersuara, dan memiliki karakter.
Robotic Advance3-6 bulanMembuat robot terstruktur (ini berarti ada penggabungan lebih dari satu mesin robot dan komunikasi antara mesin). Diharapkan di level ini bisa membuat robot pekerja/robot yang bisa diperintah melakukan banyak gerakan serta membuat lift.   

Tabel Biaya Kursus REC
Kategori KelasBiayaKeterangan
BeginnerRp. 250.000,- per bulan·    Usia 5-7 tahun·    1 x seminggu·    Durasi 90 menit/ pertemuan
RoboticRp. 300.000,- per bulan·    Usia 8 tahun ke atas·    1 x seminggu·    Durasi 120 menit/ pertemuan

no image

Posted by On 03.50

Lantaran selalu kewalahan melayani order dari pelanggan, Henny berencana untuk mewaralabakan Happy Pets Grooming. Wiyono 

If you need a friend, buy a dog. Meskipun ungkapan itu awalnya hanya berasal dari sebuah film namun sedikit banyak  memberikan gambaran satu sisi gaya hidup manusia sekarang, gemar memelihara binatang kesayangan terutama anjing. Masyarakat moderen yang cenderung bersifat individualistis pada akhirnya menyisakan ruang kosong atas kebutuhan berinteraksi serta berteman. Sementara itu komplementasi yang dianggap paling mudah serta aman untuk melampiaskan perasaan kesepian tersebut yaitu melalui binatang piaraan. Dan bukan cuma terjadi di luar negeri saja, budaya semacam ini juga mulai berkembang pada masyarakat metropolis di Indonesia.
Bila kurang percaya silahkan tengok, setiap akhir pekan hampir semua pet shop di Jakarta dan kota-kota besar lain pasti ramai dikunjungi orang. Dari beragam hewan piaraan yang ditawarkan, mulai dari anak anjing, kucing, ikan, kura-kura, burung, hamster, hingga binatang reptil seperti ular dan iguana, yang paling banyak tersedia dan diminati sebagai teman setia pastilah anjing, setelah itu baru kucing ras.

Dari kaca mata yang sedikit berbeda Henny M. Pangadjaja melihat bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat yang mulai membaik menjadi alasan mengapa para pecinta anjing piaraan makin marak. Kini mereka tidak lagi menganggap anjing sebagai barang mewah dan butuh perawatan mahal. Pengusaha salon anjing dengan model keliling sejak tahun 2001 ini juga menengarai walaupun masih di bawah Singapura atau Malaysia, bahkan Thailand, tetapi tingkat kesadaran merawat binatang peliharaan pun mulai menanjak. “Salon sudah mulai membudaya, bahwa kebutuhan merawat anjing bukan hanya pada waktu sudah kelihatan amat kotor sehingga tidak dapat memandikan sendiri, melainkan merupakan kebutuhan rutin. Sebab bagaimana anjingnya mau bagus kalau perawatan hanya dilakukan setelah kelihatan jelek, paling-paling salon hanya bisa menggunduli saja,” pemilik Happy Pets Grooming ini berujar.

Sesuai dengan namanya Henny menyediakan jasa grooming hewan piaraan. Yang agak berbeda salon miliknya dijalankan dengan sistem mobile.  Costumer tidak perlu repot-repot membawa binatang yang hendak didandani tersebut keluar rumah, sebaliknya karyawan salon yang akan mendatangi beserta peralatan lengkap. Pemilik hewan tinggal mengangkat  telepon maka akan segera dibuatkan jadwal sesuai daftar. Secara garis besar terdapat dua jenis perawatan. Standard grooming atau pelayanan standar yakni memandikan, membersihkan telinga, menggunting kuku, serta cukur bulu. Sedangkan layanan eksklusif adalah layanan standar ditambah dengan perawatan hair spa bagi si binatang kesayangan. 

Untuk layanan standar tersebut tenaga operasionalnya berjumlah dua orang dan biasanya cukup dengan memakai sepeda motor yang dilengkapi boks peralatan di belakangnya. Agar tampak menarik bentuknya didesain berbentuk anjing sehingga tampak menyolok mata. Sedangkan untuk melayani perawatan dengan hair spa disediakan mobil salon berupa jenis kendaraan kijang kapsul yang telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk keperluan tersebut. “Nanti anjingnya dimandikan di dalam mobil, sedangkan yang memakai motor, tuan rumah yang menyediakan tempat, cukup di garasi atau di kamar mandi,” jelas Henny.
Ibarat pucuk dicinta ulam tiba, bisnis yang menyajikan kemudahan biasanya mendapatkan respon positif. Demikian pula salon anjing mobile ini pun banyak peminatnya.  Sebab pelanggannya cukup menunggui di rumah, selain itu  anjingnya tidak takut terkena stress atau ketularan kutu dari binatang lain. Apabila sudah berhadapan dengan kualitas maka besar kecilnya tarif biasanya menjadi relatif. Biaya sekali perawatan sebesar Rp 50 ribu-Rp 150 ribu. Standar harga tersebut berdasarkan jenis layanan, jenis anjing, dan besar kecilnya. “Binatang berbulu tebal agak lebih mahal, sebaliknya anjing smooth yang pendek biayanya juga lebih murah,” paparnya.

Diceritakan, ibu satu putra itu menekuni usaha salon anjing keliling ini karena berangkat dari keluarga yang hobi memelihara anjing. Sebelumnya ia pun merupakan pelanggan setia salon anjing pula. Saat sebelum menikah sekitar sepuluh tahun yang lalu dan masih tinggal di Jakarta cukup gampang mendapati salon binatang. Namun tidak demikian setelah ia mengikuti suami tinggal di Karawaci, Tangerang. Apalagi suaminya pada awalnya tidak terlalu menyukai anjing. Ia diperbolehkan tetap membawa anjing puddle kesayangannya asalkan tidak sampai menimbulkan bau sehingga bagaimana pun caranya dia mesti bolak-balik ke Jakarta hanya untuk memandikan atau terpaksa membayar lebih agar pegawai salon mau datang ke rumahnya. Dari pengalaman itu akhirnya menimbulkan keinginan memiliki salon anjing sendiri. Ia bahkan sampai kursus di Singapura karena tidak mau sekadar asal-asalan. 

Meskipun pada dasarnya hanya berangkat dari hobi, menurut wanita pebisnis di bidang garmen, restoran, juga pemasok buah-buahan di supermarket tersebut sebenarnya usaha ini prospektif asal dilakukan memakai sistem yang profesional bukan sekadar mengejar keuntungan atau hanya karena mengikuti trend.  Saat ini Happy Pets Grooming memiliki sekitar 27 orang karyawan dengan 10 buah armada, delapan buah sepeda motor dan 2 buah mobil untuk menjangkau wilayah Jabodetabek. Itu pun ia mengaku masih kuwalahan sehingga wilayah Bogor untuk sementara belum terlayani.
Salah satu kendala yang acap dialami, diakui Henny adalah masalah pengaturan jadwal itu sendiri. Di samping jarak tempuh, faktor yang menentukan lama tidaknya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masing-masing order adalah sifat setiap hewan yang dirawat. Maklum namanya binatang jelas bermacam-macam, ada yang penurut, galak, susah diam dan sebagainya. Kesulitan lain misalnya, lama perjalanan meleset dari perkiraan akibat kemacetan atau hujan. Dalam kondisi normal, seorang pelanggan yang meminta servis standar, dua atau tiga hari kemudian sudah dapat dilayani.  Tetapi bila menghendaki layanan eksklusif maka waiting list bisa mencapai satu atau dua minggu. 
Sedangkan bagi costumer lama rata-rata sudah memiliki jadwal tetap. Misalnya perawatan setiap dua minggu sekali atau tergantung kemauan masing-masing. Ada yang meminta setiap satu minggu didatangi, atau pun sebulan sekali setiap tanggal tertentu. 

Oleh karena selalu merasa overload menerima order maka Henny bermaksud mengajak mitra yang tertarik mengembangkan bisnis jasa salon anjing keliling tersebut. “Rencana saya bulan Juni ini sudah mulai membuka franchise sehingga nanti seluruh Jakarta, masing-masing terdapat dua tempat. Jadi seluruhnya dikepung,” ucapnya mantap. Salah satu keuntungan lain apabila telah memiliki banyak cabang,  operasional akan jauh lebih mudah. Karena belum merata sementara ini jarak masih diperhitungkan pada  saat menentukan besarnya harga. “Kalau sudah franchise maka seluruh Jakarta, bahkan seluruh Indonesia akan sama,” tukasnya.

no image

Posted by On 03.49

Untuk saat ini, pemanfaatan tertinggi batu kali hanya sebagai fondasi bangunan. Namun Dino bisa mengangkat nilai ekonomis batu kali dengan mengubahnya menjadi benda seni. Wiyono

Sebutir kerikil bagi orang lain mungkin tidak berarti banyak. Tidak demikian bagi Syarifuddin Anwar atau kerap di sapa Dino. Berbekal peralatan sederhana seperti pisau cutter, obeng kaca mata, peniti, ditambah imaginasi, batu koral seukuran genggaman tangan itu kemudian dapat disulap menjadi benda kerajinan yang unik dan bernilai seni.
Bentuknya dapat bermacam-macam sesuai kehendak atau pun menurut pesanan. Di rumahnya, kawasan Cilandak Barat-Jakarta Selatan, yang sekaligus merangkap sebagai workshop dan galeri dipajang berbagai model hasil ketrampilan tangan bapak dua orang putri ini, di antaranya berbagai bentuk bandul kalung, patung wajah, miniatur sepeda motor besar, ular naga, dan sebagainya. Usahanya yang dinamakan Sanggar Batu Kerik itu telah dirintis sejak tahun 1995 dan menghasilkan produk hingga ratusan item. “Dinamakan Batu Kerik karena proses pembuatannya dengan cara dikerik (dikikis-red),” jelasnya.

Diakui, ide kreatif tersebut sebenarnya bukan murni diciptakan oleh Dino sendiri. Pada awalnya penggemar olah raga berpetualang itu mempelajari keahlian itu dari seorang temannya. “Kebetulan ia sering berada di alam bebas dan tangannya kreatif, jadi iseng-iseng membuat benda seni. Ketrampilan itu kemudian tertular kepada teman-teman lainnya termasuk saya,” tuturnya.
Bahan utama berupa batu kali biasa, namun Dino mengaku hingga saat ini ia masih mendatangkan batuan dari Brebes. Hal ini tidak lepas dari kisah awal saat ia hendak merintis usaha. Fotografer profesional ini kebetulan memperoleh tender proyek foto udara di wilayah Brebes dan menjumpai jenis batu kali di tempat itu sifatnya lebih empuk sehingga lebih mudah dibentuk. 
Tetapi menurut Dino, perajin tidak bisa sembarangan memilih jenis bahan baku. Sebab apabila memakai batu yang terlalu lunak, akibatnya hasil barang setelah jadi juga akan lebih rapuh. Maka sebelum dibuat menjadi barang kerajinan, batu kali perlu diseleksi terlebih dahulu. Bahan baku yang yang bagus yaitu batu dengan tingkat kekerasan sedang hingga yang paling keras. “Dari empat kelas, kita pakai bahan tingkat ke-1 atau ke-2, kualitas ke-3 dan ke-4 jarang, paling untuk membuat bentuk-bentuk kerajinan kecil semisal bandul atau gantungan kunci,” ia sedikit membuka rahasia.

Dijelaskan, apabila bahan yang diperlukan sudah diperoleh, proses selanjutnya membuat sket dasar dengan menggoreskan mata pisau untuk membuat bentuk kasar. Lalu untuk detilnya yang yang dikerjakan adalah bagian yang paling sulit dahulu dengan cara dikerik semakin dalam hingga jadi. Proses finishing cukup dengan cara digosok dan dibersihkan debu-debunnya, dan kalau diperlukan juga sekalian dibuatkan dudukannya yang berfungsi sebagai pemberat bagi patung tersebut.

Untuk mengerjakan setiap pesanan waktu yang dibutuhkan amat bervariasi tergantung pada kerumitan desain atau detilnya. Sebagai contoh, sebuah miniatur motor kecil yang sangat detil sampai pada wujud mesin dan sebagainya Dino membutuhkan tempo 1-2 bulan. Tetapi untuk patung-patung yang lebih sederhana cukup memerlukan waktu 1-2 minggu selesai. Sedangkan bandul kalung, pin atau logo-logo perusahaan, serta bentuk bentuk kecil yang standar lainnya tidak sampai memakan waktu lama. Dalam sehari ia dapat menyelesaikan sampai 10 buah. Sehingga harga barangnya pun sangat relatif, dipengaruhi oleh tingkat kesulitan detil serta kualitas bahannya. Sedangkan besar-kecilnya justru kurang berpengaruh. Harga sebuah bandul berkisar Rp 20 ribu-Rp 80 ribu, sementara patung bisa mencapai Rp 100 ribu-Rp 3 juta. Kecuali bagi pemesanan dalam jumlah besar maka Dino dapat memberikan harga di bawah Rp 20 ribu. 

Saat ini pria berpendidikan komputer dan ekonomi ini dibantu 6 orang teman yang bergabung di sanggarnya. Total biaya investasi yang dikeluarkan terhitung kecil, di bawah Rp 5 juta. Dalam sebulan mereka dapat menyelesaikan sekitar 180 buah bandul dan kurang lebih 18 buah patung. Namun Dino mengakui, pemasaran batu kerik masih terbatas. Konsumen kebanyakan pembeli lokal, biasanya untuk dijadikan souvenir atau dijual. Salah satu konsumen kerajinan ini adalah kalangan penggemar motor besar yang mengoleksi batu kerik berbentuk miniatur motor. Namun tidak tertutup kemungkinan dipasarkan ke berbagai perusahaan dalam bentuk logo atau sebagai cenderamata.

 “Untuk sementara pembeli baru kenal lewat mulut ke mulut, namun ada juga beberapa item barang yang dititipkan di pusat kerajinan di pusat-pusat perbelanjaan,” ujar Dino yang mengaku masih mengalami kendala utama segi permodalan. Cara lainnya ditempuh melalui bantuan tenaga pemasaran secara freelance, biasanya dengan sistem bagi hasil, 5%-10% dari nilai nominal untuk penjual. Meskipun kurang dikenalnya kerajinan batu kerik terbentur minimnya promosi tetapi Dino tetap optimistis prospek usaha yang dirintisnya ini ke depan akan berjalan bagus. Sebab selain harganya terjangkau, ia memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Tertarik? Silahkan mencoba!

Analisa Usaha Kerajinan Batu Kali: Perkiraan biaya bahan dan peralatan                               Rp. 100.000,-
Perkiraan biaya operasional dan tenaga kerja                   Rp. 700.000,- +
Total modal usaha                                                         Rp  800.000,-
Dalam sebulan dapat menghasilkan 300 buah bandul @ Rp 20 ribu-Rp 80 ribu.Penghasilan mencapai Rp 6.000.000,- sampai Rp 24.000.000,-

no image

Posted by On 04.01

Bukan hanya di kota metropolitan  keamanan terasa mahal. Di kota lain pun demikian. Perlu pihak lain untuk memperoleh rasa aman dan nyaman. Inilah peluang yang ditangkap Purna Wira Bhakti. Russanti Lubis

Dijamin tidak akan ada yang menggelengkan kepala, tanda tak setuju, ketika dikatakan bahwa merasa aman merupakan hak azasi setiap individu. Jadi, harap maklum bila setiap orang berupaya menjaga keamanan diri mereka sendiri, sehingga dapat hidup nyaman dan segala aktivitas berjalan lancar. Tapi, dalam perkembangannya, hal itu tidak dapat dilakukan sendiri lagi, tetapi juga membutuhkan bantuan banyak pihak, di antaranya jasa pengamanan. Di sisi lain, meningkatnya kerawanan keamanan bukan lagi monopoli kota-kota besar, melainkan juga kota-kota kecil yang sedang berkembang, seperti Batam misalnya.

Peluang ini ditangkap dengan manis oleh Dwifung Wirajaya Saputra, mantan taruna Akademi Militer, dengan mendirikan jasa pengamanan di bawah naungan Organisasi Purna Wira Bhakti (PWB), pada 7 Januari 2004. Sekadar informasi, organisasi ini merupakan organisasi resmi di bawah Kodim 0316 Batam. Lalu, seiring dengan maju dan berkembangnya usaha tersebut, agar lebih profesional PWB berganti nama menjadi PT Purna Wira Perkasa (PWP) pada 24 Oktober 2005.
“Modal mendirikan perusahaan ini tidak besar, cuma Rp30 juta yang dikumpulkan dari delapan perintisnya. Dan, itu lebih banyak diperuntukkan mengurus perizinan, dalam hal ini Mabes Polri sebagai Badan Usaha Jasa Penyedia Pengamanan. Di sisi lain, melalui PWP, saya mencoba membantu rekan-rekan senasib (para mantan anggota TNI/Polri yang mengadu untung di Batam, red.) yang pada dasarnya masih memiliki potensi luar biasa, untuk dikembangkan ke arah kebaikan,” kata Ipung, demikian sapaan akrabnya.

PWP yang merekrut para anggotanya melalui tiga tahapan yaitu tahap penerimaan, tahap penyeleksian, dan tahap pendidikan dasar, kini memiliki 158 anggota (30 orang di antaranya perempuan, red.), yang difungsikan untuk melayani tenaga pengamanan di sektor pengerjaan proyek pembangunan gedung, perumahan, perkantoran, pusat perbelanjaan, pertokoan, rumah sakit, kawasan industri, pabrik, bank, dan private security guard. Saat ini, perusahaan yang bermarkas besar di Balo Persero, Batam, ini telah menempatkan para personilnya di 14 perusahaan di Kepulauan Riau, di samping  menangani beberapa event besar. 
“Perusahaan kami baru beroperasi di Kepulauan Riau saja. Kami belum melebarkan sayap ke negara tetangga, Singapura misalnya. Karena, kami merasa masih harus belajar lagi untuk bisa maju di masa depan. Untuk saat ini, kami hanya ingin menjadi salah satu perusahaan jasa pengamanan terbaik di Indonesia, seperti semboyan kami Your Security Is Our Priority,” ucapnya. Tapi, ia tak memungkiri bahwa bisnis jasa pengamanan sangat prospektif. Karena itu, PWP yang setiap bulan rata-rata meraup omset Rp50 juta hingga Rp60 juta ini berencana melebarkan sayap ke Riau atau Medan. “Kami cenderung menggunakan strategi perang kota yaitu menyusuri setiap pinggiran wilayah secara perlahan, mengepungnya, lantas menyergap ke tengah. Kalau, kami langsung ‘menghajar’ Jakarta, bisa dipastikan kami kalah dengan perusahaan jasa pengamanan yang sudah malang melintang di kota tersebut,” lanjutnya.

Untuk mendukung strategi tersebut, PWP menciptakan diferensiasi seperti selalu meningkatkan kemampuan para anggotanya dengan melakukan drill lapangan setiap bulan, pola pembinaan yang kontinyu dan terintegrasi sehingga tercipta satu pola pengamanan yang tersinergi, serta pola rotasi antarsatuan untuk mencegah efek jenuh dalam pelaksanaan tugas. Di samping itu, juga terus menciptakan sumber daya manusia yang tanggap, tanggon, dan trengginas, serta memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan harapan konsumen. 

Berapa tarifnya? “Dalam istilah militer, besar kecilnya tarif tergantung cuaca, medan, dan musuhnya (cumemu, red.). Jadi, ya tergantung dari apa yang diamankan, di mana lokasinya, bagaimana tingkat kerawanan lingkungan tersebut, berapa jumlah personil yang akan ditempatkan, berapa lama kontraknya, dan beberapa faktor lain. Harga yang harus dibayar konsumen sudah termasuk dengan perlengkapan pendukung pelaksanaan tugas pengamanan, seperti seragam, pentungan, borgol, senter, senter pengatur lalu lintas, metal detector, mirror detector, handy talky, dan jas hujan. Singkat kata, untuk tarif bersifat kontrak berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, sedangkan untuk yang bersifat temporary antara Rp200 ribu sampai Rp400 ribu per orang. Tarif ini masih dapat dinegosiasikan,” jelas General Manager PWP ini.
Margin keuntungan dari total biaya keseluruhan yang dikeluarkan perusahaan, ia menambahkan, berkisar 5% sampai 20%, tergantung dari besar kecilnya lingkup klien yang menggunakan. Merasa aman itu mahal, merasa tidak aman itu lebih mahal lagi, begitu bukan?

Cek dan Ricek Bisnis Pengamanan
Jika Anda berminat menggunakan jasa pengamanan, tip tentang memilih perusahaan jasa pengamanan yang baik berikut ini sebaiknya Anda simak.
§          Cek perizinannya, apakah mengantungi surat izin dari Mabes Polri atau tidak.
§          Cek apakah memiliki Standard Operasional Prosedur yang baku untuk pengamanan atau tidak. §          Mintalah referensi siapa konsumen yang pernah menggunakan jasa mereka.
§          Cek apa saja fasilitas pendukung yang diberikan.

no image

Posted by On 03.03

Ngapain bisnis? Sudah sekolah saja dulu sampai selesai. Cari duitnya nanti!  Menjadi pegawai negeri atau professional di perusahaan top dan BUMN lebih bagus ketimbang menjadi pebisnis! Begitulah, kata-kata bijak dari sebagian orang tua kita dulu kalau mengetahui anaknya sedang membangun sebuah bisnis.  Mereka tidak salah. Mereka pantas khawatir. Membangun sebuah bisnis baru memang tidak mudah. Banyak risiko yang harus dihadapi. Mulai dari ketidakpastian masa depan, gagal, rugi hingga modal ludes. Mereka kerap berpikir bahwa orang dewasa pun kerap gagal dalam memulai bisnis,  apalagi ini remaja yang masih hijau dan tidak memiliki pengalaman sama sekali. Rian S.

Namun sudahlah. Biarkan orang tua kita memiliki mindset yang demikian itu. Zaman sudah berbeda. Kalau dulu orang bangga sebagai profesional atau pegawai negeri, kini kebanggaan itu bertambah lagi jika mereka berhasil sebagai pebisnis yang sukses. Sebuah survey di Amerika Serikat (AS) dengan mengambil responden pelajar SMA menyebutkan bahwa mereka bercita-cita menjadi pemilik bisnis. Mereka ingin menjadi pebisnis sukses layaknya Bill Gates, Donald Trump, Anita Roddick, Ross Perrot dan sebagainya.  Begitu juga, majalah ini ketika menghadiri symposium entrepreneur Asean (1st Asean Young Entrepreneurs Symposium/A-YES) di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. Dari sini terlihat adanya paradigma baru di kalangan pemuda baik di Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand. Mereka bercita-cita menjadi seorang pebisnis. 

Di Tanah Air pun, minat untuk menjadi pebisnispun besar sekali. Dalam sebuah kunjungan ke Bandung dan sekitarnya, kami menjumpai anak-anak muda masih duduk di bangku SMA, sudah mulai membangun bisnis sendiri. Begitu juga di Jakarta, Surabaya, Jogjakarta dan Batam.  Jika ditanya, jawaban mereka hampir seragam. Sekarang adalah eranya bisnis ! Mereka optimistis bahwa lewat bisnis adalah jalur cepat untuk menuju kesuksesan baik karir maupun materi. Media eksposure—keterbukaan terhadap dunia luar lewat media massa--interaksi dengan pihak lain, kisah sukses para pebisnis mungkin salah satu pemicu dan inspiring mereka memilih jalan sebagai entrepreneur. Dan, uniknya lagi, banyak di antara mereka yang didukung oleh orang tuanya. Jika ini bisa digeneralisasikan, kami berpendapat telah terjadi perubahan mindset di kalangan orang tua disini.  Padahal, bisnis yang dilakukan mereka bukanlah sebuah  spektakuler seperti umumnya dilakukan oleh remaja-remaja di AS atau Eropa.

Pilihan menjadi entrepreneur di usia remaja, ada untung ruginya. Ruginya, kita kehilangan waktu untuk bergaul dengan remaja umumnya, karena harus mengurusi bisnis. Namun dalam jangka panjang, dan apabila kita tetap konsisten di jalur bisnis, keuntungannya akan lebih besar lagi. Pertama, mungkin adalah pengalaman, selanjutnya networking dan mungkin yang terakhir adalah materi.  Banyak sudah contoh dari mereka yang mulai membangun bisnisnya di usia muda. Alexis Bonnell membangun dua bisnis sekaligus sejak di bangku SMA dan mahasiswa. Dua perusahaannya yakni RentReporting.com dan Verbal Advantage, sebuah peryusahaan yang bergerak dibidang jasa penjualan audio telah sukses. Dan, Bonnell mampu membukukan penjualan US$ 12 juta.  Atas keberhasilannya ini, dia pun direkrut menjadi CEO oleh sebuah perusahaan pemasaran produk di AS dalam usia 25 tahun. 

Di Tanah Air kita juga kenal Ario Pratomo, Managing Director Unique Cargonize—agen tunggal jasa cargo untuk maskapai Etihad dari UEA, Hendy Setiono dan beberapa lagi lainnya. Usia mereka kini mendekati 25 tahun. Namun—terutama Hendy-- mereka telah membangun bisnisnya sejak usia dibawah 20 tahun. Keduanya kini sukses. Perusahaannya berkembang pesat. Omsetnya cukup besar. Dan, materi yang diraih juga lumayan besar.
Di luar Ario maupun Hendy, kami menemukan Tawang Titan Abe, Bani, Amelia, Dini dan Boris Ngangi. Mereka juga telah mengawali bisnis seperti konveksi dan kaos, jual voucher elektrik, bisnis youghurt dan media massa, bisnis franchise dan beberapa lagi bisnis lainnya. Kami yakin, diluar nama ini masih banyak lagi remaja-remaja yang telah menetapkan pilihannya menjadi seorang pebisnis. Jumlahnya mungkin puluhan, ratusan bahkan ribuan.  Tunas-tunaspun mulai bertumbuh.