Grid Style

GRID_STYLE

Post/Page

Bisnis Terkini:

latest

Metode Pendidikan SAEC teruji dengan Prestasi

Kemampuan untuk menguasai beberapa bahasa asing, selain bahasa ibu, membuat orang tua berlomba-lomba untuk mengkursuskan anaknya sedini mungkin. Hal ini tentu saja membuka peluang bisnis baru bagi para pengusaha yang mencintai d…

Metode Pendidikan SAEC teruji dengan Prestasi
Kemampuan untuk menguasai beberapa bahasa asing, selain bahasa ibu, membuat orang tua berlomba-lomba untuk mengkursuskan anaknya sedini mungkin. Hal ini tentu saja membuka peluang bisnis baru bagi para pengusaha yang mencintai dunia pendidikan. Lembaga pendidikan maupun tempat kursus terus bertumbuh, seperti cendawan di musin penghujan. 

Para pakar dan praktisi pendidikan terus bereksplorasi untuk menemukan berbagai metode yang bisa membuat anak lebih cepat memahami bahasa asing. Dalam kondisi yang booming ini, Saint Anna Education Centre (SAEC) tak ketinggalan mengambil peran. Bahkan SAEC yang didirikan Anna ini sudah jauh lebih dahulu memfokuskan diri kepada layanan fasilitas pendidikan berbasiskan one stop learning center, ketimbang lembaga-lembaga kursus atau pendidikan yang baru muncul belakangan ini. Ibarat rangkain kereta api, SAEC termasuk salah satu lokomotifnya, bukan rangkaian gerbongnya. Atas dasar rasa cintanya kepada dunia pendidikan Anna mendirikan SAEC sejak 10 tahun silam, tepatnya 1996.

Dunia pendidikan juga bukan dunia baru bagi Anna. Sejak usia 15 tahun Anna telah memberikan kursus privat bagi anak-anak ekspatriat, terutama yang berasal dari Korea. Sehingga, bisa dibilang Anna sudah katam dalam dunia pendidikan anak-anak. Apalagi profesinya juga seorang pendidik di SMU Santo Yosep. 

Dari pengalaman demi pengalaman yang ia dapatkan ini menjadikan Anna paham betul karakter anak-anak mulai dari Pre school, Elementary School hingga tingkat lanjutan. Dan menurutnya hal ini merupakan bekal yang tak ternilai dalam pengembangan kursusnya. 

Anna menyadari bisnis pendidikan anak ini sudah menjamur. Toh, menurutnya, konsep pendidikan yang ditawarkan SAEC  bisa jadi berbeda. Dalam hemat Anna, setidaknya ada tiga hal yang membedakan SAEC de-ngan lembaga pendidikan lainnya. Sistem pendidikan di SAEC, kata Anna,  lebih  terintegrasi. Artinya, belajar Bahasa Inggris di SAEC bukan hanya belajar grammar, vocabulary, dan bukan hanya belajar berbicara. 

Anna meramu dan memberikan porsi yang sama untuk semua kete-rampilan itu sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh siswa. Tanpa bermaksud jumawa, Anna mengatakan siswa yang kursus di SAEC memiliki keunggulan di sekolahnya.

Meski sebagai pemain baru dalam bisnis waralaba pendidikan, namun Anna tidak main-main dalam pengembangan bisnisnya.  “Kami serius menggarap pasar ini,” tegasnya. Ketegasan Anna, bukan hanya pernyataan eksplisit saja, tetapi juga dibuktikan dengan langkah-langkah konkrit. 

Banyak ahli yang terlibat dalam pengembangan bisnisnya ini. Ia menggandeng konsultan desain interior dan eksterior untuk menangani hal hal yang berkaitan dengan desain secara universal dan konsultan produk. Ia juga menggandeng brandmaker yang merupakan communication expert untuk menangani hal-hal yang spesifik. Sedangkan untuk mengembangkan waralabanya ia mempunyai konsultan waralaba. Anna menyadari investasi yang dibenamkannya tidak sedikit. Namun ia optimistis, dengan adanya para ahli di bidangnya yang saling bergandeng tangan, SAEC bisa berkembang pesat dan ke depan bisa mensejajari lembaga pendidikan sejenis yang lebih dulu eksis.
Apalagi, SAEC memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa yang ekonominya menengah kebawah, yang dalam masyarakat kita komposisinya paling banyak. “Kami memberikan kesempatan bagi siswa yang golongan ekonominya ke bawah memperoleh  pendidikan tambahan di luar bangku sekolah, dengan kua-litas pendidikan yang sama baiknya dengan apa yang diperoleh siswa dari golongan ekonomi mapan,” janji Anna.

Dengan kebijakan ini, pada sisi sosial, tentu saja SAEC ikut berkiprah dalam membentuk karakter bangsa yang berwawasan internasional. Sedangkan dari sisi bisnis, tentu lebih memberikan peluang karena selain pasarnya terentang luas, paket yang ditawarkan tidak begitu mahal. 

Bicara investasi,a da beberapa paket yang ditawarkan, yakni paket Rp. 50 juta, Rp. 80 juta dn Rp. 100 juta. Menurut pengalaman salah satu franchisee-nya, Ana menyebut BEP bisa diperoleh dalam waktu 14 bulan. "BEP tercapai jika kita memiliki 150 siswa," terangnya.(Tatang Muhtadi dan Sukatna)