Grid Style

GRID_STYLE

Post/Page

Bisnis Terkini:

latest

Menggebrak Pasar Lewat Produk Minuman Speciality

Yuki, Vizone dab Extra Tozz, adalah produk minuman baru yang diluncurkan oleh PT Adrian Trans Retailindo. Penjualan bagus, di sektor ritel dan lewat jaringan rumah sakit.
Sepintas, bangunan yang terletak di Kawasan Taman Tekno, …

Menggebrak Pasar Lewat Produk Minuman Speciality
Yuki, Vizone dab Extra Tozz, adalah produk minuman baru yang diluncurkan oleh PT Adrian Trans Retailindo. Penjualan bagus, di sektor ritel dan lewat jaringan rumah sakit.

Sepintas, bangunan yang terletak di Kawasan Taman Tekno, BSD City itu hanya berupa ruko, lazimnya gedung-gedung yang berdiri megah di kompleks tersebut. Namun, bila Anda masuk ke dalam, disitu Anda akan menjumpai sebuah  proses produksi beberapa produk minuman kesehatan mulai dari pengisian hingga pengemasan. Jumlah karyawannya tidak banyak. Hanya 20 orang. Tapi, siapa sangka dengan jumlah SDM yang terbatas ini, produk minuman  yang dihasilkan telah merambah ke berbagai daerah di Tanah Air, mulai dari Sumatera hingga Papua. Tempat itu adalah milik PT Adrian Trans Retailindo (ATR), produsen minuman merek Vizone, Yaki dan Ektra Tozz.

ATR lahir hasil dari pengamatan pasar yang masih menjanjikan, terutama bagi bisnis minuman kesehatan. Selain populasi penduduk yang besar atau pasar yang potensial, bidang consumer goods masih memberikan keuntungan yang lebih besar ketimbang  hanya menjadi distributor atau toko ritel. Demikian aku Sulanto Tarino, Direktur ATR, pendiri sekaligus pembuat  ketiga minuman tersebut. “Semula kami hanya distributor produk minuman tertentu. Namun, marjin yang kami peroleh sangat tipis. Lalu kami banting stir dengan membuat brand sendiri,” ujarnya.

Membuat minuman kesehatan bukanlah hal sulit. Apalagi bagi Sulanto. Pengalaman 12 tahun dibidang distributor bahan baku minuman kesehatan dan susu, telah menjadikannya  piawai dalam hal mengolah minuman dan makanan ini. Pengalamannya makin bertambah lantaran pihak prinsipal sering mengundangnya untuk pelatihan, baik di pabrik di Perancis, Australia maupun Kanada. “Ilmu yang saya peroleh ini coba saya aplikasikan dengan membuat brand minuman sendiri,” katanya.

Pada Februari 2007 lalu, dengan modal Rp 250 juta hasil patungan dengan rekannya, Sulanto mendirikan pabrik minuman sendiri. Selain memproduksi dan memasarkannya sendiri, dia juga merekrut ahli-ahli riset dan pengembangan (R&D/research and development)  untuk membuat beberapa jenis minuman. Vizone, Yaki dan Ektra Tozz adalah hasilnya.   
Dan, pasar pun tampaknya merespons kehadiran ketiga merek minuman tersebut. Sejak diluncurkan pertama kali Februari lalu penjualan cukup bagus. Meski tidak melonjak secara drastic, penjualan tumbuh cukup signifikan. Permintaan di beberapa daerah maupun distributor cukup lumayan. Disamping itu, ATR juga menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit untuk jaringan pemasarannya.  Total produksi sekarang mencapai 280 ribu karton/bulannya. “Saya yakin dalam bulan-bulan mendatang jumlah itu akan bertambah, seiring dengan makin meratanya jaringan pemasaran kami,” tutur Sulanto.

Optimisme ini juga didukung karena, produk-produk minuman ATR memilik kekhasan tersendiri dibanding dengan minuman kesehatan sejenis. Baik Yaki, Vizone atau Ektra Tozz, adalah minuman tidak hanya termasuk minuman kesehatan saja, tapi mengarah ke minuman speciality.  Untuk produk Yaki, misalnya, tambah Sulanto, mungkin baru satu-satunya minuman kesehatan yang didalamnya terdapat gel (agar-agar).  Jika dilihat dari kemasannya, minuman itu terlihat biasa saja. Tak terlihat endapan ataupun bahan lain di dalamnya. Tapi, jika diminum seolah-olah ada agar-agar didalamnya. “Untuk itulah maka kami memakai tagline feel the unscreen,” tambahnya. Minuman yang termasuk dalam kategori fiber ini dikemas dengan teknologi tertentu yang bagus untuk pencernaan. Fungsinya, membantu penyerapan lemak yang akan dibuang ke tinja. “Minum Yaki  Anda akan terasa kenyang.” Beberapa rumah sakit, kabarnya telah menggunakan produk minuman ini untuk pasien tertentu.

Di samping itu, dari segi kemersial, baik Yaki, Vizone maupun Ektra Tozz, memiliki kemasan yang berbeda. Differensiasi yang dicanangkan manajemen ATR tidak hanya pada urusan rasa atau sebagai minuman kesehatan saja, namun dalam botol dan harga. Ketiga minuman itu memang diposisikan pada segmen menengah bawah dengan harga mulai seribu hingga tiga ribu rupiah. ”Bandingkan dengan produk sejenis, pasti harga kami lebih murah. Meski murah, tapi kami tidak mengurangi kualitas produk minuman itu,” ujar Sulanto lagi. 

Sulanto mengakui, sampai saat ini ketiga produk minuman itu belum masuk di toko swalayan atau dept store terkenal. Baginya, itu hanya masalah waktu. Karena, disamping produk baru, pihaknya lebih berkonsentrasi membangun jaringan terutama di sektor ritel bawah, mengingat segmen yang dibidik adalah menengah bawah. Tapi dia optimistis dalam waktu dekat  baik Vizone, Ektra Tozz maupun Yaki, akan beredar di toko-toko swalayan terkenal.