Grid Style

GRID_STYLE

Post/Page

Bisnis Terkini:

latest

Hobby membawanya jadi Pebisnis

Keliaran alam sebenarnya berkah Tuhan yang bisa dikelola menjadi ladang bisnis asalkan ada pengetahuan dan pengalaman panjang yang merupakan modal utama. Sungai yang masih perawan dan memiliki arus deras seperti Sungai Citarik d…

Hobby membawanya jadi Pebisnis
Keliaran alam sebenarnya berkah Tuhan yang bisa dikelola menjadi ladang bisnis asalkan ada pengetahuan dan pengalaman panjang yang merupakan modal utama. Sungai yang masih perawan dan memiliki arus deras seperti Sungai Citarik di Sukabumi, misalnya, ternyata  bisa dikelola menjadi ladang bisnis yang menarik. 

Arus yang deras, kelokan yang tajam, dalamnya sungai bahkan tingginya gunung tak menyurutkan nyali seorang wanita bernama Amelia Yunita, untuk mengubah berkah alam itu menjadi sebuah bisnis yang menantang.   

Yuni, demikian wanita ini disapa akrab, bersama suaminya mendirikan bisnis arung jeram dengan bendera PT. Lintas Jeram Nusantara. Selaku CEO dan bertanggung jawab dalam operasional sehari-hari perusahaan ini yang berlokasi di sungai Citarik, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini, terlihat agresif dalam pemasarannya. Lintas Jeram Nusantara yang didirikannya,  merupakan operator arung jeram secara prosedur sudah mengikuti kaidah yang dipersyaratkan sebagai pengelola wisata yang mengandung risiko tersebut.  Jasa yang ditawarkannya sangat menarik dan mampu memacu adrenalin para pesertanya.

Yuni tak main-main untuk mempersiapkan bisnis arung jeramnya. Dia telah melakukan survey ke AS dan Afrika untuk melakukan study banding  tentang bagaimana mengelola bisnis arung jeram ini.  “Dan, yang terpenting, ialah bagaimana mengemas dan menjual wisata arung jeramnya dengan tingkat keamanan sangat tinggi,” katanya.  

Setelah pulang ke Indonesia, Yuni kepincut dengan sungai citarik yang berlokasi di Sukabumi. Keunggulan Sungai Citarik dibanding sungai lainnya adalah,  ini selain entry pointnya mudah, sungai ini juga memiliki panorama alam yang unik.  “Sungai Citarik  bukan termasuk dalam kategori yang membahayakan untuk obyek wisata arung jeram,” papar Yuni.  

Yuni sadar bisnis wisata arung jeram  yang mulai dipopulerkan di Indonesia pada pada 1987 lalu,  belumlah semenarik seperti sekarang. Yang dia tahu,  komunitas pecinta arung jeram umumnya adalah turis mancanegara. Pada 1992, Yuni sudah membuka usahanya dengan nama Tropical Adventure dan  lalu pada 1995 terbentuklah PT. Lintas Jeram Nusantara. 

Menurut Yuni visi misi didirikannya Lintas Jeram Nusantara ini adalah, sebagai tempat yang bisa mensinergikan berbagai manfaat natara yang satu dengan yang lainnya. Bagi warga sekitar Sungai Citarik, dengan dijadikannya tempat wisata tersebut, secara ekonomi akan lebih menguntungkan. Dan, bagi orang kota, tempat tersebut sebagai alternative untuk wisata. Dan, bagi pemodal sebagai operator bisnis ini, tempat tersebut merupakan sebuah lahan bisnis baru untuk menangguk fulus.  Tempat wisata tersebut akan lebih menguntungkan  bila didukung warga sekitar.  

Arus Liar
Bagi turis yang gemar memompa adrenalinnya, Lintas Jeram Nusantara adalah tempatnya. Tempat itu sangat menarik dan menantang ketimbang obyek wisata lainnya. “Saya merasa tergerak, kenapa di AS dan Afrika bisa, sementara kita tidak?”kenang Yuni. 

Dalam perjalanan bisnisnya selama 11 tahun menjadi operator,  “Alhamdullilah belum pernah terjadi banjir bandang dan dengan tingkat kecelakaan nol,” kata Yuni. Dan, angka kecelakaan yang nyari nol serta animo masyarakat yang besar, menjadikan  bisnis ini mampu bertahan hingga sekarang.  Di samping itu,  inovasi yang dilakukan lewat jasa-jasa paket wisatanya, menjadikan turis terus saja berdatangan ke sini. “Saat ini lintas jeram nusantara bukan hanya menawarkan arung jeram, namun ada 11 paket wisata yang ditawarkan mulai dari paket keluarga hingga paket terbaru yakni experiental adventure atau paket untuk korporat.” Saat ini pengunjung yang datang ke Citarik , lebih banyak turis lokal ketimbang turis mancanegara.  

Yuni mengaku, investasi yang ditanamkan tidak terlalu besar. Selain uang pribadi, dia juga meminjam uang di bank.  Investasi yang terbesar adalah membeli perahu karet dan fasilitas-fasilitas bangunan/cottage. Perahu karetnya sendiri di import dari New Zealand saat kurs US$ belum tinggi seperti sekarang ini. Menurut Yuni paket-paket wisata yang ditawarkan tidak terlalu mahal. Yang penting adalah  bagaimana “costumer” bisa enjoy, nyaman dan aman.  Oleh karena itu Yuni mengklaim bahwa hanya di Lintas Jeram Nusantara saja yang merupakan satu-satunya operator arung jeram yang mempunyai “early warning system”, suatu peringatan  kalau tiba-tiba terjadi peningkatan debit air.  “Alat ini akan bekerja ketika air di hulu sungai tiba-tiba naik dan akan terkoneksikan ke radio komunikasi pemandu yang ada, “kata Yuni. “Jadi kami benar-benar mengutamakan kenyamanan para “Costumer”,” Untuk itupun Lintas Jeram Nusantara berani memakai tag line usahanya dengan “safety is us”. 

Selain itu, tambah Yuni, fasilitas-fasilitas yang dimiliki cukup komplit. Selain pemandu yang sudah berpengalaman, team rescue dan team medis,  penginapan berupa saung-saung yang sangat menarik dan artistik, off road lintas hutan, paint ball, rafting dan experiential education dll.  Tertarik? Ayo uji nyali dan picu   adrenalin Anda? (Tatang Muhtadi )