Peluang Usaha

Lebih dari Sekadar Rumah

Apakah Anda tahu nilai lebih sebuah rumah? Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, rumah juga memiliki kelebihan yang bila Anda jeli bisa menghasilkan uang. Yang kami maksud bukan Anda jual atau kemudian membuat tempat usaha kos-kosan, namun rumah yang bisa dimanfaatkan untuk tempat usaha, tanpa mengurangi kenyamanan penghuninya. Anda bisa menyulap rumah sebagai tempat kursus, tempat wisata, showroom, resto atau tempat lainnya. Dalam dunia properti Anda tentu sudah faham dengan konsep ruko (rumah toko) atau rukan (rumah kantor). Yang akan kami utarakan lebih dari itu. Rumah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi tapi tidak seperti konsep ruko ataupun rukan.  

Sejatinya, memanfaatkan rumah untuk aktivitas ekonomi bukanlah sesuatu yang baru. Di kampung-kampung atau pedesaan, sudah banyak masyarakat memanfaatkan rumah dengan fungsi ganda. Yakni sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha. Mereka mendirikan warung makan, toko kelontong, showroom sekaligus workshop produk handycraft. 
Ada beberapa alasan mengapa mereka menyulap rumah untuk tempat usaha. Yang utama adalah efisiensi. Ya, memang, memulai sebuah usaha haruslah pintar berhemat. Apalagi bisnis yang ditekuni adalah bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) yang sudah terstigma sebagai bisnis yang cekak modal dan  terbatasnya pasar.  Itulah, tidak heran jika mereka adalah memilih rumah untuk usaha.  Uud Mahmud, pemilik produk UM1, misalnya, memilih rumah di Kawasan Perumahan Harapan Baru, Bekasi, untuk tempat usaha, baik tempat produksi maupun kantor. Walaupun ‘sedikit’ agak mengganggu privasi penghuninya, tapi fulus yang diperoleh lebih dari lumayan.  Bujet yang dihemat untuk sewa kantor atau gudang  cukup lumayan untuk mendongkrak revenue. 

Cara yang sama juga dilakukan oleh resto Mak Uneh di Bandung. Resto yang menjual makanan tradisional khas kampung Sunda, mengawali bisnisnya dari sebuah rumah sederhana di tengah kampung.  Hampir seluruh ruangan di rumah dimanfaatkan untuk usaha. Dapur, ruang tengah, ruang tamu yang disulap menjadi tempat makan para tamu. Meski di kota, untuk menuju lokasi warung makan ini harus melewati sebuah gang sempit.  Mobil tidak dapat masuk. Untuk berpapasan saja susah. Namun jangan kira, pengunjung seolah-olah tak ada putusnya. Pada akhir pekan, banyak penduduk dari Jakarta yang sengaja mampir untuk sekadar menikmati kelezatan masakannya. Anda pun kaget bila tahu omset yang diperoleh per harinya. Bisa mencapai puluhan juta rupiah!  Mak Uneh kini sudah memiliki cabang. Namun, kekhasan resto yang telah membesarkan namanya tetap dipelihara. Malah, menurut kami, keunikan resto di tengah kampung inilah yang menjadi daya tarik mengapa orang berbondong-bondong untuk mencicipi masakan khas Sunda nya yang lezat itu.   

Anda juga masih ingat tentang kawasan yang dinamakan “All About Strawberry”. Nama kawasan yang terinspirasi  judul sinetron Korea, All About If  yang dibintangi oleh Jang Dong Gun ini terletak di Kawasan Bandung Utara. Kawasan yang berupa rumah peristirahatan raja factory outlet, Perry Tristianto Tedja ini telah disulap sebagai kawasan wisata kebun strawberry, lengkap dengan permainan outbound, khususnya anak-anak.  Setiap akhir pekan, pengunjung hampir membludak memenuhi halaman tempat permainan luas tersebut.  All About Strawberry telah menjadi ikon wisata kebun di Bandung. Penghasilan per minggunya juga tak kalah menakjubkan. Mungkin, puluhan juta rupiah berhasil diraup oleh pengelolanya. Padahal, kebun strawberry yang ditawarkan tak seberapa luas. Fasilitas outbond nya, juga tidak terlalu istimewa sekali.  

Piet Maryan Alicia juga menyulap rumahnya sebagai tempat usaha dan wisata. Tas Tajur, demikian produknya dikenal oleh kebanyakan kaum ibu-ibu, kini tidak hanya melulu berjualan tas. Rumah keluarga yang luas, telah diubah menjadi sebuah kawasan wisata Sumber Karya Indah (SKI). Fasilitasnya mulai dari outbound anak-anak, kolam ikan, taman, food court, gedung pertemuan—masih  dalam tahap pembangunan, arena offroad, kebun binatang mini. Di sini pengunjung, selain bisa membeli tas, pakaian, makanan, juga bisa berwisata menikmati fasilitas turun tebing, berkendara mobil offroad dan sebagainya. Ratusan hingga ribuan pengunjung setiap Sabtu dan Minggu seolah-olah berkumpul di SKI. Bisa Anda tebak, berapa penghasilan yang diraih dari SKI untuk tempat wisatanya. Ditambah dengan penjualan tas yang  laris bak kacang goreng, mungkin puluhan atau ratusan juta rupiah yang berhasil di raih.

Dalam skala kecil, Khoirussalim Ikhs, pemilik Country Donuts juga melakukan seperti Perry maupun Maryan. Rumahnya disulap sebagai tempat wisata dan kursus membuat kue brownies maupun donuts.  Pengunjung atau anomi peserta baik anak-anak maupun keluarga juga membludak. Salim—panggilan akrabnya—mengaku agak kewalahan menerima permintaan dari peserta. Selain SDM yang terbatas, lahan yang dipunyai juga sempit.  Kendati begitu, toh dia mengaku memanfaatkan rumah untuk tempat wisata ini memberi kontribusi pendapatan sekitar 20% ke kas Country Donuts.

Maryan, Perry, Salim adalah sosok pengusaha yang dikenal jeli dalam memanfaatkan peluang usaha. Rumah atau tempat tinggal yang seharusnya sebagai tempat paling privasi pun bisa dimanfaatkan dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.  Anda pun bisa berbuat serupa. Tinggal bagaimana cara mengemas atau memanfaatkan potensi rumah Anda. Siapa tahu rumah Anda lebih bagus dan bisa menghasilkan fulus yang lebih besar tidak hanya sebagai tempat tinggal semata.
Rian S.

Tidak ada komentar