Peluang Usaha

Dari Makanan Hingga Bisnis Kreatif

Apakah bisnis yang sekarang akan tetap eksis seperti seperti sekarang?  Begitulah  kata berulang yang kerap kita atau Anda dan siapa saja yang akan terjun sebagai calon pebisnis, pebisnis, investor, pembaca majalah ekonomi atau pengamat ekonomi. Kata-kata di atas bukan sebagai nada kekhawatiran atau pesimistis. Namun, sebuah ungkapan bijak untuk mengetahui apa yang bakal terjadi di dunia bisnis di tahun-tahun mendatang.

Tahun 2008 kondisi makro ekonomi di Tanah Air diperkirakan sangat kondusif. Begitu ramalan para pakar ekonomi, bank dunia, yang dipresentasikan pada pertengahan tahun ini. Pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,8%, lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang hanya 6,3%.  Bila ramalan itu benar, kondisi makro dan mikro ekonomi akan bagus. Kebijakan baru yang menyangkut reformasi di sektor mikro akan muncul akibat dari membaiknya sektor makro. Dan, ini, menurut kami,  akan menumbuhkan peluang-peluang dan gairah yang besar dari para pebisnis.

Kami berharap prediksi itu tidak meleset. Gairah berbisnis dari para pengusaha yang kami temui di lapangan sangat besar. Mereka optimistis. Beberapa di antara mereka tengah menyiapkan  rencana untuk membangun sebuah bisnis baru.  Adler Haymans Manurung, salah satu pengamat bisnis UKM mengatakan, tanda-tanda akan membaiknya  bisnis sudah kelihatan. Bahkan dalam dua atau tiga tahun ke depan. Hanya, menurut dia, bisnis yang akan berkibar adalah yang berorientasi ekspor meski skalanya kecil atau UKM.

Kami sependapat dengan Adler.  Dari lapangan, kami telah membuktikannya.  Bisnis distro (distribusi outlet), misalnya, perlahan-lahan terkerek naik dan kini melesat ke depan. Bisnis yang dulu hanya berkutat di pasar domestik kini telah menancapkan kukunya di pasar mancanegara. Ide dan kreatifitas yang dipadukan dengan semangat untuk maju dari pengelolanya—rata-rata kawula muda—mampu menarik minat konsumen di beberapa negara untuk memakai produk Indonesia. Produk distro & clothing disini telah diekspor ke negara pemesan. 

Bisnis lain, yang tak kalah menariknya adalah  di sektor otomotif. Jasa bengkel modifikasi motor, misalnya lahir dari jawaban permintaan para bikers akan model tunggangannya. Begitu juga toko aksesoris  motor, adalah upaya memenuhi permintaan para bikers yang modis. Motor berbeda dengan yang lain, modis, adalah bagian perilaku bikers yang tidak menggangap lagi motor sebagai alat fungsional belaka, namun sebagai sarana aktualisasi dan gaya.  Bisnis ini akan tumbuh dan berbanding lurus dengan tumbuhnya pasar sepeda motor di Tanah Air.

Agribisnis pada tahun mendatang diperkirakan akan mendulang fulus yang besar. Beberapa komoditas ekspor agribisnis telah membuktikannya. Bisnis Ikan Arwana ekspor terus berkibar hingga kini. Lalu, beberapa species ikan tawar lainnya, seperti  ikan patin juga latis manis di mancanegara. Lalu, yang lagi ngetren kali ini adalah tanaman gelombang cinta atau anthurium yang banyak peminatnya. Tunggu beberapa bulan, langsung dijual dan hasilnya miliaran rupiah.  Cara menanmny cukup mudah. Yang sulit ialah bagaimana mencari pembeli yang betul-betul sreg. Karena, tanaman jenis ini termasuk barang collectible bond  yang harganya mahal kalau pembeli suka.

Gencarnya penggunaan enerji alternatif untuk bahan bakar minyak (BBM), melahirkan peluang bisnis biodiesel dari berbagai bahan nabati. Salah satunya adalah minyak jelantah, sisa minyak goreng yang tidak dipakai lagi. Bahan ini kemudian bisa diproses dan menjadi bahan bakar untuk kendaraan diesel.  Biaya produksinya rendah.  Begitu juga dengan investasinya. Dan, yang lebih menarik lagi, kebutuhan akan bahan bakar ini akan tinggi. Karena, pihak Pertamina berani membeli dengan harga Rp 7 ribu per liternya.

Sektor makanan, adalah bisnis yang tak lekang dan tak lapuk dalam kondisi apapaun. Meski sifatnya seasonal, namun kreatifitas makanan dan citarasa yang diciptakan oleh pebisnisnya mampu menyedot ribuan orang untuk mencicipinya.  Bisnis makanan cepat saji, misalnya, selalu saja muncul hal-hal baru dan inovatif.  Jual burger atau hotdog di SPBU (Stasiun Pompa Bensin Umum), misalnya, kini tumbuh pesat. Beno, pemilik jasa Pesan & Delivery menciptakan Hot Dog Both sebuah makanan cepat saji yang dijual di SPBU strategis.

Bisnis makanan yang juga tidak kalah menarik adalah resto yang menjual makanan tradisional, tapi disajikan dengan cara moderen. Dulu, kita kenal warung khas Makassar, Sop Konro, Mamink Daeng Tata. Kini, di Jakarta kita kenal Bumbu Desa, Rawon Setan, Surabaya, yang pembelinya tak kalah ramai dengan sop konro.   Makanan khas Indonesia memiliki nilai jual tinggi. Bila dikelola dengan professional bisa jadi menjadi komoditas yang bisa dijual tidak hanya di pasar domestik, tapi di mancanegara.

Bisnis-bisnis di sektor jasa juga akan tumbuh pada 2008.  Jasa Tour & Travel akan tetap saja booming, khususnya jasa-jasa layanan haji dan umroh. Sekarang, layanan itu berkembang lagi dengan jasa Holy Tour sebagai meningkatnya kesadaran kalangan kristiani untuk berwisata ziarah ke Jerusalem, Vatikan atau Lourdes. Menurut sebuah sumber tiap tahun puluhan ribu umat kristiani berkunjung ke tempat-tempat tersebut.

Bisnis jasa lainnya yang bakal tumbuh dengan pesat adalah  jasa arsitek, desain visual, percetakan (publishing), software & computer, periklanan dan beberapa lagi lainnya. Bisnis yang tergolong dalam new economy ini semuanya dalam lingkup industri kreatif.  Untuk jasa periklanan misalnya, belanja iklan terus merangkak naik dan mendekati angka Rp 37,2 triliun.  Begitu juga dengan jasa desain visual yang menurut sebuah majalah ekonomi terbitan Jakarta, pasarnya senilai Rp5 triliun.  Peluang masih terbuka bagi pemain baru yang ingin terjun ke bisnis.

Industri craft, atau jasa kerajinan yang berorientasi ekspor diprediksikan juga bakal tumbuh pesat. Sebuah produsen puzzle  di Jogyakarta, misalnya, pasarnya sudah meramabah ke beberapa negara di dunia. Desain yang cantik serta kualitas produk yang dihasilkan ternyata mampu mentraik minat konsumen di beberapa negara seperti mislanya : Belanda, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat. Di bisnis ini kuncinya adalah mampu menciptakan produk yang unik, ngetren dan ramah lingkungan. Dan, satu lagi, adalah pasar di mancanegara. Apresiasi seni dari masyarakat di sini yang rendah, kurang mendukung bila produk kerajinan dipasarkan di dalam negeri.

Diluar bisnis-bisnis ini, masih banyak lagi yang bakal booming di tahun depan. Majalah ini hanya memberi gambaran peluang bisnis jika Anda berminat terjun ke bisnis. Gambaran keberhasilan yang kami sajikan mungkin bisa dijadikan patokan atau acuan Anda untuk memilih bisnis ini. Namun, sekali lagi kami ingatkan bahwa keberhasilan itu tetap saja ditangan Anda sendiri. Contoh beberapa bisnis yang sukses tersebut  hanya sebagai inspiring bagi Anda.

Tidak ada komentar