Grid Style

GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

Bisnis Terkini:

latest

Kanan - Kiri Seimbang

Ini bukannya berbicara tentang bisnis money game yang beberapa saat lalu santer dengan nama Kanan-Kiri Seimbang, tapi berbicara tentang keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Memang santer sekali kata-kata otak kanan digunakan t…

Ini bukannya berbicara tentang bisnis money game yang beberapa saat lalu santer dengan nama Kanan-Kiri Seimbang, tapi berbicara tentang keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Memang santer sekali kata-kata otak kanan digunakan terutama oleh pendiri Entrepreneur University, yang juga salah satu mentor saya, Purdie E. Chandra. Secara struktural memang otak kita dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan dan bagian kiri. Namun secara fungsional atau sistem kerjanya, kedua bagian otak kita bekerja bersamaan saling membantu. Contoh sederhana, saat saya menulis naskah ini, saya sedang mengetik dengan kedua tangan saya, yang artinya otak kanan sedang memerintahkan tangan kiri untuk bekerja, sebaliknya otak kiri memerintahkan tangan kanan. Secara bersamaan (atau nyaris hampir bersamaan), otak saya bagian kiri sedang mengingat (kerja otak kiri) materi yang pernah dikatakan oleh Pak Purdi, sembari saya berimaginasi (kerja otak kanan) membayangkan adanya aliran arus listrik dari otak kiri saya ke otak kanan saya dan sebaliknya.

Wow, memang luar biasa potensi otak kita ini, tidak sesederhana seperti apa yang kita pikirkan. Namun hal sering digunakannya istilah otak kiri dan otak kanan sebenarnya lebih tepat sebagai analogi logika vs imaginasi, teori vs praktek, perhitungan vs keberanian, linier vs lateral.

Mengkanankan Otak Kiri
Kenapa banyak para mentor wirausaha memprovokasi untuk lebih sering menggunakan otak kanan saat akan mulai usaha? Sejenak saya termenung sambil memukul kepala saya bagian kiri seolah mendorong bagian otak kiri untuk pergi ke kanan atau saya sedang berusaha dengan keras untuk hanya mengijinkan otak kanan bekerja. Bukan seperti itu tentu maksudnya, otak kanan yang dimaksud adalah ACTION oriented, bukan sekedar teori saja.

Memang tidak mudah mengajak orang yang sudah telanjur dominan“kiri” (baca:teoritis) beralih ke  “kanan” (baca:praktis). Maka dari itu biasanya pula, para mentor mengupas iming-iming menjadi pengusaha dan memaparkan kemudahan-kemudahannya. Misalnya,”Kalau mau usaha, jangan dipikir, dimulai aja”, atau “Dibuka dulu usahanya, nanti pasti menghitung. Kalau dihitung dulu, nggak buka-buka!”. Apa sih maksudnya? Sebenarnya sang mentor hanya ingin menarik kita untuk jadi pengusaha sekarang juga, bukan besok apalagi kapan-kapan. Karena kalau sang mentor bilang,”… lha mbok dihitung yang cermat dulu untung ruginya, jangan sampe nanti rugi!”. Yah, kapan mulainya?!

Otak Kanan Saja Cukup?
Banyak juga si penggemar otak kanan yang “kebablasan”, sampai-sampai gak pakai otak lagi alias ngawur. Jaman dulu menjalankan usaha dengan sangat konservatif masih bisa. Lain hal dengan jaman internet dan franchise sekarang ini. Dunia sudah semakin kompetitif dan tren bisnis bergerak sangat cepat. Saat mulai, memang harus pake otak kanan, namun setelah mulai, dibutuhkan otak kiri yang dominan untuk menganalisa hasil yang kita peroleh dan meng-adjust strategi kita berikutnya. Kalo asal trial error aja khan namanya konyol. Wong sudah ada orang yang jatuh di lubang yang sama, kok kita nyemplung ke situ juga.

Contohnya, orang membeli barang bukan karena fungsinya saja, tapi juga karena 'lifestyle', suasana belanja yang nyaman, sekaligus kepastian harga murah, tanpa harus menawar. Bahkan banyak usaha yang tidak berfikir untung besar (margin) lagi, yang penting omset besar, karena keuntungan yang lain diperoleh dari propertinya. Kalau kita masih menggunakan strategi yang lama, ya sudah kuno. Jika dulu inovasi di bidang teknologi, sekarang bergeser ke desain yang unik dan menarik. Dan sebentar lagi tren itupun akan bergeser ke tren yang lain. Yang perlu digarisbawahi...., belajar itu tidak hanya di bangku kuliah saja. Karena saat kuliah, jurusan yang saya ambil (elektro) sangat jauh berbeda dengan dunia usaha saya, yang banyak berkecimpung di perdagangan dan marketing, maka saya memilih belajar dari buku, majalah, seminar dan training. Biaya trial error sangatlah mahal!

Kebo vs Ferari
Duluan mana sampenya? Tergantung! Kalo kebonya jalan, ferarinya diam aja, ya menang kebonya. Kalo sama-sama jalannya, ferari lebih cepat. Gimana kalo Ferari lawan Ferari juga dan sama-sama jalan? Tergantung juga, yang nyetir siapa dulu? Artinya, orang pinter kalau nggak berani action, ya nggak menang sama orang biasa tapi berani mencoba. Kalau sama-sama beraninya, yang punya ilmu ibarat punya petanya, bisa sampai lebih cepat karena paham jalannya. Gimana kalo nggak bisa naik ferari, bisa nggak nyampe sama-sama? Bisa aja, asalkan satu mobil. Artinya, kita bisa cari tim (partner atau karyawan) yang lebih pinter. Intinya, si ‘pelaksana’ bisnis haruslah orang-orang yang paham seluk beluk bisnis itu.

Jadi, untuk berhasil ada ilmunya, bukan asal jalan aja. Hanya saja kalau mau belajar, ya jangan ditelan mentah-mentah, dipilah dan diolah dulu, jangan-jangan ilmunya udah gak berlaku lagi di jaman sekarang.

You can not live with yesterday standard and expect extra ordinary income today!

Jaya Setiabudi
Pendiri Entrepreneur Association
Coach Entrepreneur Camp
Direktur Young Entrepreneur Academy
Komisaris Momentum Group
HP: 0811 777894
Email: masj@fone-mail.com
Web: www.yukbisnis.com

Tidak ada komentar