Peluang Usaha

Prospek Moncer Kostum Karakter

Penciptaan karakter tokoh-tokoh di media televisi ikut mendongkrak penyewaan dan penjualan kostum karakter yang diproduksi Bowo. Fisamawati                      

Pernahkah anda melihat perayaan halloween atau karnaval? Halloween merupakan tradisi perayaan di negara-negara Eropa. Biasanya, halloween dilakukan oleh anak-anak dengan mengenakan pakaian ‘aneh’ dengan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau coklat dengan berkata "trick or treat!". Tak ada bedanya di Indonesia, perayaan sejenis yang disebut karnaval pun mengenakan pakaian-pakaian daerah serta menggunakan berbagai atribut ‘aneh’ pula. Atau pakaian pun dapat merujuk pada pengaturan artistik aksesoris. Penggunaan gaya pakaian tertentu dapat menampilkan karakter khususnya pada suatu pertunjukan theater. Hingga, pakaian yang dikenakan merupakan faktor utama dalam pembentukan peran yang dipentaskan.          

Seperti halnya yang dilakukan Koestijo Wibowo, ketika hijrah dari Magelang ke Jakarta, awalnya ia mendirikan sanggar tari berlabel Flex Point. Namun, dalam perjalanan mengembangkan sanggar tari tersebut ia menghadapi kendala. “Saya sangat kesulitan dalam memenuhi property pementasan, terutama pakaian untuk mendukung karakter pemain dari segi cerita,” ungkap pria yang akrab disapa Bowo ini.
Semula kostum kreasi Wibowo hanya sederhana saja. Ia hanya membuat pakaian-pakaian adat daerah Indonesia dengan memadu padankan warna dan tampilan agar lebih menarik. Namun tingginya permintaan terhadap pembuatan kostum kini mulai mengubah arah bentuk kreatifitasnya. “Sekarang ini kan anak-anak suka yang aneh-aneh. Maraknya karakter-karakter yang ada di televisi dan film mengakibatkan mereka mengadopsi kostum tersebut,” celetuk kelahiran 4 Oktober 1959.

Berangkat dari akar itu, kemudian Wibowo pun merombak sanggar tarinya menjadi gallery kostum.  Masih beralamat di Jalan RS. Fatmawati 15L Blok A, Jakarta Selatan, kini koleksi kostum yang ada berjumlah ribuan bahkan nyaris memenuhi ruangan kerjanya.  “Bisnis kostum karakter memiliki prospek bagus. Selain bahannya mudah dicari, kelebihan lain bisa di-mix and match dari satu kostum ke kostum lain,” Wibowo memberi ‘bocoran’.
Kini, bisnis yang dirintis 25 tahun silam ini tak hanya menyediakan pakaian daerah saja. Koleksi pun bertambah dengan menyediakan pakaian daerah khas Eropa, kostum aneka buah-buahan, kostum aneka binatang. Bahkan yang tak kalah menarik, ia pun membuat kostum-kostum karakter seperti batman, wonder woman, spiderman, black spiderman, bahkan kostum prajurit-prajurit yang tampak terbuat dari baja tipis.

“Anak-anak dengan mudahnya membawa contoh gambar untuk dibuatkan sesuai dengan keinginannya. Nah, dari model tersebut kemudian dikembangkan sedemikian rupa untuk memenuhi titik kemiripan baik dari segi bentuk maupun detailnya,” ia  mencontohkan salah satu kostum ‘putri’ boneka Barbie. Umumnya kostum buatan Wibowo berbahan 100 persen katun, “terkadang saya juga menanyakan pemakai jika ingin mengenakan kostum berbulu untuk menghidari akibat alergi, bahkan untuk sintesis sekalipun,” lanjutnya.
Dengan dukungan delapan karyawan tetap, dalam sebulan kostum buatan Wibowo mampu mendatangkan 50 orang penyewa. “Jika kondisi lagi sepi, dari satu orang penyewa ada yang memesan empat sampai lima kostum,” imbuhnya. Dewasa ini, seiring meningkatnya kebutuhan kostum untuk party dan event organizer memberi dampak luar biasa bagi kemajuan bisnisnya. Tak hanya melayani klien per individu, Flex Point juga meyediakan untuk corporate. “Rata-rata dari perusahaan multi level yang menyewa atau bahkan membeli dalam jumlah 20 kostum ke atas. Dan, saya pun memberi service tambahan seperti make up gratis,” promosi anak bungsu dari 12 bersaudara.

Lalu berapa harga sewa yang ditawarkan?, Flex Point mematok harga sewa kostum karakter berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, dan untuk harga kostum perdana ditawarkan harga Rp350 ribu sampai Rp450 ribu. Sedangkan untuk lama penyewaan 3 hari terhitung dari awal pengambilan, hari H, dan pengembalian. “Karena yang menyewa orang kantoran (bekerja, red), terkadang waktu pengembalian sering terlambat. Tapi saya tetap memberi toleransi jika alasannya rasional,” tegasnya.
Sekarang, bisnis kostum karakter memiliki nilai prioritas yang patut diperhitungkan. “Tadinya saya hanya menyediakan kostum dengan bentuk penyewaan tetapi dengan tingginya permintaan klien maka saya pun membuat untuk dijual. Biasanya, kostum yang dibeli digunakan untuk acara-acara kantor yang menghadirkan maskot bisnis tersebut, atau bagi kalangan pembuat iklan kostum dimanfaatkan untuk pengenalan produk baru kepada masyarakat, sehingga lebih ada brand-nya,” aku pembuat kostum Aming di iklan Kartu Perdana As.

Bermodalkan ‘gali lubang tutup lubang’ dan keinginan kuat, Wibowo mengaku mendapatkan omset kotor berkisar Rp100 juta sampai Rp150 juta perbulannya. “Bisnis ini berjalan dari mulut ke mulut, menjadi sponsor-sponsor, dan hal terpenting adalah menanamkan kepercayaan kepada klien, yang tadinya penyewa bisa menjadi pelanggan sedangkan yang pelanggan secara tidak langsung menciptakan penyewa baru,” tutur pria yang pernah duduk di perguruan tinggi selama satu tahun.
Disinggung mengenai tingkat persaingan bisnis kostum karakter dan sejenisnya, Wibowo yang menggerakkan bisnis berdasarkan keinginan hati, maka ia pun memandang positif terhadap kompetitornya. “Memang bisnis sejenis ini banyak dijumpai. Tetapi itu, tidak menjadi persoalan, justru memacu saya untuk terus maju dan menciptakan karya baru,” ungkapnya bijak.  

Ilustrasi Kostum Karakter Black SpidermanModal pembuatan           Rp. 750.000,-Harga sewa                    Rp. 300.000,- Balik Modal                    Rp. 750.000,- : Rp. 300.000,- = 2,5 (sekitar 3x sewa)

Tidak ada komentar