Peluang Usaha

Khoirussalim Ikhs : Gandakan Fungsi Rumah sebagai Aset Penghasilan

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, dapat pula dialihkan sebagai sarana mendongkrak penghasilan. Hasilnya sangat memuaskan. Fisamawati

Tak puas dengan fungsi rumah sebatas hunian saja, Khoerussalim pun memanfaatkan tempat tinggalnya sebagai tambang uang agar ‘dapur’ rumah tangganya tetap ‘berasap’. Rumah seluas 1000 m2, awalnya digunakan untuk tempat membuat aneka donats berlabel Country Donuts. Tapi lambat laun diperluas dengan membuat fasilitas outbond bagi anak-anak beserta keluarga.
“Dengan kecenderungan memproduksi donat di malam hari maka saya memanfaatkan waktu siang harinya untuk kegiatan outbond. Menurut perhitungan ini merupakan efisiensi pemanfaatan waktu luang,” kata Khoerussalim semangat. Selain menawarkan outbond, pengunjung pun dapat membuat donats dan aneka kue lainnya yang menjadi pilihan seperti brownies atau kue lainnya. Pengunjung yang umumnya anak-anak tersebut, dapat membuat donats dan kue sendiri dengan dipandu instruktur dan baker-baker professional Country Donuts. Khoerussalim mengatakan, biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 35.000,-/peserta/resep pilihan. Namun, dengan biaya yang relatif murah tersebut pengunjung dapat bermain outbond dengan fasilitas halang rintang, menyeberang tali, titian bambu, lompat ban, sepak bola, mandi lumpur, hair up, bamboo shaolin dan lainnya. “Konsep program ini adalah fun and edutainment,” tegasnya.

Di rumah Khoerussalim, kini mampu menampung 150 pengunjung. Namun, ia memberi ketentuan untuk sekali kehadiran minimal berjumlah 20 orang. "Pembatasan jumlah pengunjung tersebut untuk kepuasan penggunaaan fasilitas. Bahkan, pernah ada yang meminta untuk jumlah 200 pengunjung, tapi itu saya tolak karena melebihi kapasitas,” akunya.
Selain mementingkan kualitas pelayanan, keistimewaan lain yang ditawarkan adalah program outbond tersebut terletak di tengah-tengah kota Jakarta. “Biasanya sarana outbond terletak di daerah-daerah puncak,” tambah Khoerussalim. Outbond yang terletak di kawasan Ciracas, Jakarta Timur ini bertujuan mensukseskan kurikulum berbasis kompetensi sehingga memberikan effect pengalaman mendidik bagi pengunjungnya.

Bagi Khoerussalim, pemanfaatan rumah sebagai sarana bisnis patut dijalankan dengan serius. Ini memberikan nilai positif tersendiri dalam pengaplikasiannya yaitu melipatkan omset penghasilan. “Adanya outbond tersebut memberikan keuntungan yang signifikan. Selain keuntungan dari produksi Country Donuts, outbond mampu memberikan kontribusi penghasilan hingga 20 persen,” imbuh pria yang menjabat President Director Entrepreneur Collage.
Tentu saja, rumah yang digandakan fungsinya memiliki kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Khoerussalim mengaku, faktor utama kendala yang dihadapinya adalah setting ruangan antara hunian dan kepuasan pengunjung, kurang memadainya SDM karyawan dengan adanya aktifitas produksi donats dan outbond. “Saya tidak menambah jumlah karyawan tetapi membagi shif pagi dan siang saja,” ucapnya. 
Saat ditanya jumlah biaya operasional bisnis tersebut, ia menambahkan, pengeluaran biaya tetap sama. “Dengan adanya atau tidaknya konsep outbond, biaya pengeluaran untuk layanan komputer, listrik dan sebagainya tetap dihitung disiang hari. Jadi ini peluang dari itu semua,” tegas Khoerussalim.

Tidak ada komentar