Grid Style

GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

Bisnis Terkini:

latest

Bizzc@mp, di Rumah Lebih Nyaman

Memanfaatkan sebagian area rumahnya untuk kegiatan bisnis, Lyra Puspawingrum berhasil membangun business solution center. Wiyono

Tujuh tahun lalu, Lyra Puspawingrum masih seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta. Melalui kes…

Memanfaatkan sebagian area rumahnya untuk kegiatan bisnis, Lyra Puspawingrum berhasil membangun business solution center. Wiyono

Tujuh tahun lalu, Lyra Puspawingrum masih seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta. Melalui kesepakatan dalam keluarganya ia memanfaatkan sebagian area pekarangan yang masih tersisa dan kurang produktif menjadi tempat usaha. Pilihannya jatuh pada bisnis wartel dan warnet, di mana sesaat setelah krisis moneter sempat booming. Pertimbangan yang dipakai karena usaha ini tidak menyita perhatian terlalu besar sementara dia masih dapat mengurus pekerjaan utamanya.

Belakangan, begitu kelahiran putra pertama barulah ia memutuskan berhenti total dari pekerjaan. Meskipun ia mengaku pada saat itu karirnya tengah menanjak dan memperoleh kesempatan promosi jabatan sebagai general manager dia lebih memilih aktif di dalam rumah sehingga bisa fokus merawat buah hati. Sebab baginya bekerja dapat dilakukan di mana saja dalam bentuk apa pun, dan tidak harus dengan cara meninggalkan rumah dari pagi hingga malam. 
“Tetapi kalau anak pada masa golden age atau samapai dengan sepuluh tahun merupakan fase yang tidak terulang tetapi sangat menentukan bagi perkembangannya kemudian. Maka sebagai seorang ibu saya merasa bertanggung-jawab,” tukasnya. 
Sehingga menurutnya keputusan menjalankan bisnis di rumah secara total adalah dengan pertimbangan agar tidak sampai mengesampingkan kepentingan keluarga. Karena tujuan pertama berbisnis di rumah yaitu mengalihfungsikan sebagian area menjadi lebih produktif, Puspa mengaku tetap menerapkan sistem sewa tempat. Apa lagi kebetulan lahan yang dipergunakan merupakan tanah keluarga yang ditinggali secara bersama-sama. “Hingga sekarang seluruh unit bisnis yang berjalan di rumah ini dikenakan biaya sewa dengan harapan hasilnya dapat menjadi pegangan bagi orang tua yang sudah sepuh (berusia lanjut-red),” jelasnya.

Sebagai informasi, setelah total mengelola bisnis di rumah Puspa mengembangkan usaha jasa telekomunikasi itu menjadi sebuah business solution centre, maka berdirilah Bizzc@mp. Dalam satu atap total terdapat sekitar 14 jenis layanan meliputi jasa pengiriman, virtual office, ruang pertemuan, desain grafis, cetak digital, cetak offset, web solution, wartel, warnet, fotokopi, transfer CD/ VCD/ DVD, stationary, voucher, dan penyedia merchandise atau souvenir bagi perusahaan. Sebagai gambaran, meskipun cukup berada di lingkungan rumah setiap hari omset tidak kurang dari Rp 2 juta - Rp 5 juta atau lebih dari Rp 500 juta per tahun. 
Dengan memberikan layanan lengkap diharapkan tempat ini menjadi semacam base camp bagi konsumen. Para pemilik usaha yang menjadi klien dapat mempergunakan fasilitas yang disediakan sebagai substitusi dari kantor, jadi mereka bisa bekerja tanpa harus memiliki kantor sendiri atau menyewa tempat. “Juga tidak perlu karyawan maupun investasi peralatan, namun tetap bisa menjalankan fungsi-fungsi pekerjaan dengan baik,” papar Puspa seperti beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan kesulitan soal pengaturan harmonisasi tidak sampai terjadi. Informasi tambahan, di samping mengelola Bizzc@mp, keluarganya masih memiliki beberapa bisnis jasa lainnya, seperti jasa konsultan serta salon mobil. Agar berjalan selaras maka semua yang menyangkut kepentingan bersama dijalankan secara fleksibel dan tetap di bawah satu garis komando, yaitu kepala keluarga.
Sedangkan untuk mempertahankan suasana rumah sebagai hunian sementara bisnis bisa tetap jalan, diakui pemiliknya memang harus pintar-pintar mengakalinya. Ibu dua putra ini berprinsip tetap ada pemisahan antara area publik dan area privat yang tidak boleh dilalui karyawan sekalipun. “Tetap ada satu akses penghubung antara rumah dengan area bisnis tetapi pada saat aktif sengaja di tutup kecuali pada saat dibutuhkan,” jelasnya.
Begitu pun konsumen tidak terpengaruh atau merasa risih seolah-olah sudah terpisah. Kesimpulannya, persyaratan itu baru bisa terpenuhi manakala terdapat ruang yang cukup lapang. Tetapi yang tidak boleh dilupakan pula, menurutnya lokasi rumah tersebut haruslah memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk buka suatu usaha. “Dulu ini sepi, maka kita tata dengan konsep arsitektur agar eye catching, seperti buka pagar dan segala macam,” imbuhnya.

Selanjutnya, kalau suatu kali ternyata menuntut aktifitas hingga larut malam atau melebihi jam kerja yang semestinya, itu pun bagi Puspa bukan menjadi masalah melainkan sebuah konsekwensi. Malah sebaliknya, dengan tetap berada di lingkungan rumah ia merasa lebih nyaman, misalnya masih tetap bisa menyusui atau bekerja sekaligus masih keluar-masuk rumah. “Kalau di kantor berarti saya 100% meninggalkan rumah,” tukasnya. Jadi tidak ada salahnya memanfaatkan kediaman untuk berbisnis sebab justru memiliki keuntungan dari sisi fleksibilitas.

Tidak ada komentar