www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 02.36

Siapa yang menjamin jika karir akan terus abadi? Jadi jangan heran bila sekarang di jagad selebritis dunia atau di Indonesia berlomba-lomba mengembangkan bisnis pribadi selagi sempat dengan kekayaan yang diperolehnya. Banyak di antara mereka yang mengembangkan dunia baru yang tak jauh dari profesinya sekarang atau malah berseberangan sama sekali. Mengapa mereka menjadi seorang selepreneur atawa selebritis entrepreneur?   Jawaban seragam akan dilontarkan bahwa mereka mengamankan kekayaan untuk bekal kelak di hari tua. Hasil yang diperolehnya sekarang diinvestasikan lewat bisnis strategis agar  berbiak untuk jaminan masa depan.

Selepreneur tidak terbatas pada kalangan artis saja. Selepreneur bisa dari berbagai kalangan seperti : atlet, artis musik, artsi film atau sinetron, politisi, profesional, militer dan sipil.  Selebritis adalah kalangan terkenal atawa prominence figure.

Di dunia kita kenal dengan nama selebritis dunia yang terjun sebagai selepreneur.  Penyanyi seksi Jennifer Lopez, Justin Timberlake serta  Beyonce Knowless telah membangun kerajaan fesyen yang kini telah mendunia. Produk-produk pakaian banyak diburu oleh kalangan selebritis, tidak hanya artis film tapi juga kalangan lainnya. Pegolf kondang  Jack Nicklaus, Greg Norman telah mengembangkan bisnis peralatan golf dengan brand namanya sendiri.  Pembalap F1, Giancarlo Fisichela dan  Jarno Trulli telah membangun bisnis sekolah balap dan agrobisnis anggur.

Di Tanah Air, kita mengenal beberapa selepreneur. Sebut saja misalnya mantan pebulu tangkis Liem Swie King, Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma, Cun Cun, binaragawan Ade Ray, dan mantan pesepakbola nasional Aji Santoso. Mereka telah  mengembangkan bisnis alat-alat olah raga, mulai dari sepatu, raket, panti kebugaran hingga sepatu.  Lalu di kalangan artis muncul nama-nama seperti pesulap Adrie Manan dengan sekolah sulapnya,  artis dan presenter Olga Lydia (bisnis biliar), Virnie Ismail (Spa), Venna Melinda (Sekolah Salsa & pusat kebugaran), Tora Sudiro (pijat refleksi), Sultan Djorghie (aksesoris otomotif), Ebet Kadarusman (kaca film anti bom), mantan artis cilik Ira Maya Sofa (event organizer), vokalis Ian Kasela (salon), Solihin GP (agribisnis), AP Batubara (pelumas otomotif) dan beberapa lagi lainnya.

Selepreneur adalah suatu pilihan hidup, seperti halnya kita memilih profesi dokter, konsultan, lawyer atau profesi lainnya. Selepreneur adalah sosok yang membangun bisnis, mulai dari nol atau membeli bisnis yang sudah ada, seperti misalnya franchise. Selepreneur memiliki beberapa modal yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang keberhasilan.

Pertama, popularitas dan personal branding yang tinggi. Kedua, modal dan yang ketiga adalah networking. Beberapa di antara mereka sadar hal ini. Potensi itu dimanfaatkan dalam mengembangkan bisnis. Hasilnya? Perlahan-lahan bisnis mereka pun bergerak naik.

Selebritis tetaplah selebritis. Mereka adalah orang yang beruntung karena popular berkat media massa. Jaringan atau networking yang luas sangat membantu dalam membangun bisnis. JLO, misalnya, sebelum produk tersebut sukses dipasar, terpaksa memanfaatkan koleganya untuk pemasaran produk pakaiannya. Dari sinilah, kemudian bisnis itu terangkat. Kini produk fesyen JLO banyak diburu kalangan selebritis tidak hanya terbatas artis film, tapi juga kalangan lainnya.  Hal sama juga dilakukan oleh Kang Ebet. Mantan presenter ini tengah memanfaat jaringannya untuk memasarkan N-Tek, produk kaca film asal Korea Selatan yang diklaim tahan bom.

Namun, ketiga hal itu tidaklah cukup. Kerja keras adalah kuncinya.  Kurang apa Jennifer Lopez? Siapaun tahu kalau dia cantik dan artis yang hebat.  Namun, dalam membangun bisnisnya dia juga pernah bangkrut, bangkit dan kerja keras. Kini produknya telah menjadi trendsetter dunia. Para selepreneur kita juga telah sukses meski terbatas pada tingkat local. Kita masih menunggu, apakah selepreneur disini bisa sukses mendunia? Atau tetap hanya sebagai pemain local saja. Rian S.