www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 02.34

Para miliarder tampak seperti orang pada umumnya. Tampak fisik mereka biasa saja, namun memiliki skill-trust-networking yang luarbiasa. Sukatna

Ketika saya berada di ruangan seorang pendiri sekaligus direktur utama perusahaan ekportir ikan laut di Gresik, Jawa Timur, ketukan pintu terdengar dari luar. Perempuan separuh baya masuk membawa baki, berisi dua piring nasi putih, dua mangkok sop wortel dan kol, dua potong ayam goreng dan dua buah kerupuk, untuk makan siang kami berdua. “Saya makan seperti apa yang dimakan oleh karyawan lain,” kata direktur utama dari sebuah perusahaan yang omsetnya triliunan rupiah itu.

Tak lama kemudian kami shalat Jumat di sebuah masjid tak jauh dari perusahaan tersebut. Sang direktur utama cukup berjalan kaki, dan kemudian duduk di shaf, membaur dengan ribuan karyawan perusahaannya. Ia sangat kelihatan biasa, baik dari pakaiannya, makanannya, dan perilaku lainnya. Ruangan kantornya pun tidak mewah, standar ruangan kantor staf karyawan biasa. Tak ada lukisan, kecuali beberapa sertifikat penghargaan atas prestasinya sebagai eksportir ikan laut nomor wahid di Indonesia. Tetapi ia sangat luar biasa, karena dialah pendiri sekaligus direktur utama dari sebuah perusahaan eksportir ikan laut yang menampung ribuan tenaga kerja serta  beromset triliunan rupiah.

Pada kesempatan yang lain, saya berkesempatan bertemu dengan seorang direktur maskapai penerbangan low cost carrier. Penampilannya sangat sederhana. Ruangan kantornya tak ubahnya ruangan karyawan lain. Bahkan keakrabannya dengan karyawan pun sangat luar biasa. Kalau sebelumnya saya tidak tahu bahwa pria tersebut direktur utama dari maskapai penerbangan, tentu saya mengira dia seorang karyawan biasa.

Miliarder memang orang biasa. Seringkali mereka berpenampilan sangat bersahaja, bermobil biasa, tinggal di perumahan biasa, dan bergaul dengan orang-orang biasa. Miliarder itu barangkali tetangga sebelah kita, namun kita tidak mengetahuinya lantaran “kehidupannya yang biasa.”
Kehidupan yang sangat biasa dari para miliarder ini pernah digambarkan dengan sangat bagusnya oleh Dr Stanley dalam buku The Millionaire Next Door. Para miliarder ini bisa jadi datang dari segala kalangan. Ada yang pebisnis, ada yang olahragawan, ada seniman, dan sebagainya.

Secara fisik penampilan para miliarder ini adalah biasa-biasa saja. Tetapi, biasanya, mereka memiliki kemampuan yang luarbiasa. Seorang komedian dan presenter yang tengah naik daun saat ini, misalnya, wajah, penampilan dan pengetahuannya sangat biasa, bahkan untuk beberapa kategori di bawah standar. Namun ia sukses mengusung acara lantaran kemampuannya menciptakan talkshow yang benar-benar rileks untuk tokoh-tokoh terkenal. Kemampuannya untuk menertawakan diri dan ditertawakan orang lain, merupakan salah satu bumbu sukses dari acara tersebut.
Selain memiliki kemampuan, seorang miliarder biasanya memiliki trust  yang luar biasa juga. Sebuah stasiun televisi mungkin mempunyai daftar komedian maupun presenter yang sangat  panjang, tetapi mengapa stasiun televisi ini menjatuhkan pilihannya kepada seseorang. Karena seseorang tersebut sangat layak dipercaya (trust).

Hal lain yang melekat pada diri seorang miliarder adalah networking. Biasanya, mereka memiliki jaringan yang cukup kuat dan besar. Perpaduan antara kemampuan, kepercayaan dan relasi inilah yang membuat seseorang bisa menjadi miliarder.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur Utama PT Trend Valasindo Agus Widodo. Pengalaman pribadinya dalam membesarkan perusahaan money changer tersebut memang terkait dengan tiga hal di atas, perpaduan dari kemampuan-trust-networking.  Skill ia peroleh ketika bekerja di sebuah perusahaan money changer.  Dan trust bekerja saat ia mendirikan Trend Valasindo, karena tanpa kepercayaan mana mungkin seorang investor merelakan dananya dibenamkan di perusahaan itu. Sementara networking ia manfaatkan ketika memperluas konsumen maupun ketika mengembangkan cabang-cabang Trend Valasindo yang sampai bulan depan mencapai 8 cabang.

“Networking memperluas peluang-peluang yang mendukung bisnis kami, trust membuat peluang-peluang tersebut jatuh kepada kami, dan skill  memastikan bahwa peluang tersebut dapat kami tangani dengan baik,” ucapnya seraya mengatakan sudah ada perusahaan dan perorangan yang tertarik untuk membeli saham Trend Valasindo. Ini membuktikan bahwa trust yang dimiliki perusahaannya cukup besar.
Kepercayaan yang diberikan pihak lain, baik berupa proyek maupun dana untuk dikelola, tentu akan menjadi sebuah energi tambahan bagi seseorang untuk mewujudkan dirinya sebagai miliarder.

Sebab, ternyata untuk menjadi seorang miliarder, kita tak ubahnya seperti elektron yang terus bergerak dari orbit terendah menuju orbit yang lebih tinggi, seperti teorinya Niels Bohr. Karena ini hukum alam, secara teoritis rejeki kita juga bisa mengikuti hukum tersebut. Artinya ketika kita memiliki energi tambahan (gabungan skill-trust-nertworking) rejeki kita bisa meloncat ke orbit berikutnya, seperti yang terjadi pada elektron ketika mendapat energi tambahan sehingga bisa meloncat ke orbit yang lebih tinggi, atau orang sering menyebutnya sebagai kuantum.

Mengenai skill, pada miliarder biasanya memiliki skill dalam suatu bidang tertentu yang berada di atas rata-rata orang. Misalnya saja, David Beckham memiliki tendangan mematikan dari bola-bola mati atau memiliki tendangan yang terukur ketika memberikan umpan kepada kawannya. Pada masa jaya-jayanya Beckham di Manchester United, siapa pun bisa keluar masuk lapangan, tetapi Bechamlah yang akan menjadi algojo bola-bola mati sehingga posisinya sulit tergantikan.

Bisa jadi seorang miliarder bukanlah seorang lulusan perguruan tinggi, bahkan mungkin hanya lulusan sekolah dasar, namun ini tidak terkait dengan skill-nya. Cerita teman saya,” banyak pengusaha barang-barang bekas yang tidak lulus SD, tetapi penghasilannya miliaran. Jangankan mereka suruh menghitung keuntungan dari barang-barang yang kelihatan mata, disuruh menaksir harga  kapal yang tenggelam di dasar laut saja bisa. Skill ini mungkin tidak dimiliki oleh lulusan teknik perkapalan sekalipun.”

Hal-hal lain yang tampak menonjol dalam seorang miliarder adalah kemampuannya dalam menyeimbangkan beberapa kecerdasan. Misalnya antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasaran spiritual (dalam teori Howard Gardner terdapat 8 kecerdasan pada diri manusia). Itu sebabnya,  para miliarder memiliki sifat-sifat utama yang mencerminkan keseimbangan dari beberapa kecerdasan tadi misalnya pintar membaca peluang, komunikatif, rendah hati, jujur dan sekaligus dermawan. 
Siapa pun Anda, mempunyai kesempatan menjadi miliarder, asalkan kita memiliki syarat-syaratnya skill-trust-network. Para miliarder kebanyakan bermula dari orang-orang biasa, bahkan sampai sekarang pun masih seperti orang biasa. Hanya saja, biasanya mereka memiliki skill-trust-network yang luar biasa. 

no image

Posted by On 01.45

Apakah bisnis yang sekarang akan tetap eksis seperti seperti sekarang?  Begitulah  kata berulang yang kerap kita atau Anda dan siapa saja yang akan terjun sebagai calon pebisnis, pebisnis, investor, pembaca majalah ekonomi atau pengamat ekonomi. Kata-kata di atas bukan sebagai nada kekhawatiran atau pesimistis. Namun, sebuah ungkapan bijak untuk mengetahui apa yang bakal terjadi di dunia bisnis di tahun-tahun mendatang.

Tahun 2008 kondisi makro ekonomi di Tanah Air diperkirakan sangat kondusif. Begitu ramalan para pakar ekonomi, bank dunia, yang dipresentasikan pada pertengahan tahun ini. Pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,8%, lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang hanya 6,3%.  Bila ramalan itu benar, kondisi makro dan mikro ekonomi akan bagus. Kebijakan baru yang menyangkut reformasi di sektor mikro akan muncul akibat dari membaiknya sektor makro. Dan, ini, menurut kami,  akan menumbuhkan peluang-peluang dan gairah yang besar dari para pebisnis.

Kami berharap prediksi itu tidak meleset. Gairah berbisnis dari para pengusaha yang kami temui di lapangan sangat besar. Mereka optimistis. Beberapa di antara mereka tengah menyiapkan  rencana untuk membangun sebuah bisnis baru.  Adler Haymans Manurung, salah satu pengamat bisnis UKM mengatakan, tanda-tanda akan membaiknya  bisnis sudah kelihatan. Bahkan dalam dua atau tiga tahun ke depan. Hanya, menurut dia, bisnis yang akan berkibar adalah yang berorientasi ekspor meski skalanya kecil atau UKM.

Kami sependapat dengan Adler.  Dari lapangan, kami telah membuktikannya.  Bisnis distro (distribusi outlet), misalnya, perlahan-lahan terkerek naik dan kini melesat ke depan. Bisnis yang dulu hanya berkutat di pasar domestik kini telah menancapkan kukunya di pasar mancanegara. Ide dan kreatifitas yang dipadukan dengan semangat untuk maju dari pengelolanya—rata-rata kawula muda—mampu menarik minat konsumen di beberapa negara untuk memakai produk Indonesia. Produk distro & clothing disini telah diekspor ke negara pemesan. 

Bisnis lain, yang tak kalah menariknya adalah  di sektor otomotif. Jasa bengkel modifikasi motor, misalnya lahir dari jawaban permintaan para bikers akan model tunggangannya. Begitu juga toko aksesoris  motor, adalah upaya memenuhi permintaan para bikers yang modis. Motor berbeda dengan yang lain, modis, adalah bagian perilaku bikers yang tidak menggangap lagi motor sebagai alat fungsional belaka, namun sebagai sarana aktualisasi dan gaya.  Bisnis ini akan tumbuh dan berbanding lurus dengan tumbuhnya pasar sepeda motor di Tanah Air.

Agribisnis pada tahun mendatang diperkirakan akan mendulang fulus yang besar. Beberapa komoditas ekspor agribisnis telah membuktikannya. Bisnis Ikan Arwana ekspor terus berkibar hingga kini. Lalu, beberapa species ikan tawar lainnya, seperti  ikan patin juga latis manis di mancanegara. Lalu, yang lagi ngetren kali ini adalah tanaman gelombang cinta atau anthurium yang banyak peminatnya. Tunggu beberapa bulan, langsung dijual dan hasilnya miliaran rupiah.  Cara menanmny cukup mudah. Yang sulit ialah bagaimana mencari pembeli yang betul-betul sreg. Karena, tanaman jenis ini termasuk barang collectible bond  yang harganya mahal kalau pembeli suka.

Gencarnya penggunaan enerji alternatif untuk bahan bakar minyak (BBM), melahirkan peluang bisnis biodiesel dari berbagai bahan nabati. Salah satunya adalah minyak jelantah, sisa minyak goreng yang tidak dipakai lagi. Bahan ini kemudian bisa diproses dan menjadi bahan bakar untuk kendaraan diesel.  Biaya produksinya rendah.  Begitu juga dengan investasinya. Dan, yang lebih menarik lagi, kebutuhan akan bahan bakar ini akan tinggi. Karena, pihak Pertamina berani membeli dengan harga Rp 7 ribu per liternya.

Sektor makanan, adalah bisnis yang tak lekang dan tak lapuk dalam kondisi apapaun. Meski sifatnya seasonal, namun kreatifitas makanan dan citarasa yang diciptakan oleh pebisnisnya mampu menyedot ribuan orang untuk mencicipinya.  Bisnis makanan cepat saji, misalnya, selalu saja muncul hal-hal baru dan inovatif.  Jual burger atau hotdog di SPBU (Stasiun Pompa Bensin Umum), misalnya, kini tumbuh pesat. Beno, pemilik jasa Pesan & Delivery menciptakan Hot Dog Both sebuah makanan cepat saji yang dijual di SPBU strategis.

Bisnis makanan yang juga tidak kalah menarik adalah resto yang menjual makanan tradisional, tapi disajikan dengan cara moderen. Dulu, kita kenal warung khas Makassar, Sop Konro, Mamink Daeng Tata. Kini, di Jakarta kita kenal Bumbu Desa, Rawon Setan, Surabaya, yang pembelinya tak kalah ramai dengan sop konro.   Makanan khas Indonesia memiliki nilai jual tinggi. Bila dikelola dengan professional bisa jadi menjadi komoditas yang bisa dijual tidak hanya di pasar domestik, tapi di mancanegara.

Bisnis-bisnis di sektor jasa juga akan tumbuh pada 2008.  Jasa Tour & Travel akan tetap saja booming, khususnya jasa-jasa layanan haji dan umroh. Sekarang, layanan itu berkembang lagi dengan jasa Holy Tour sebagai meningkatnya kesadaran kalangan kristiani untuk berwisata ziarah ke Jerusalem, Vatikan atau Lourdes. Menurut sebuah sumber tiap tahun puluhan ribu umat kristiani berkunjung ke tempat-tempat tersebut.

Bisnis jasa lainnya yang bakal tumbuh dengan pesat adalah  jasa arsitek, desain visual, percetakan (publishing), software & computer, periklanan dan beberapa lagi lainnya. Bisnis yang tergolong dalam new economy ini semuanya dalam lingkup industri kreatif.  Untuk jasa periklanan misalnya, belanja iklan terus merangkak naik dan mendekati angka Rp 37,2 triliun.  Begitu juga dengan jasa desain visual yang menurut sebuah majalah ekonomi terbitan Jakarta, pasarnya senilai Rp5 triliun.  Peluang masih terbuka bagi pemain baru yang ingin terjun ke bisnis.

Industri craft, atau jasa kerajinan yang berorientasi ekspor diprediksikan juga bakal tumbuh pesat. Sebuah produsen puzzle  di Jogyakarta, misalnya, pasarnya sudah meramabah ke beberapa negara di dunia. Desain yang cantik serta kualitas produk yang dihasilkan ternyata mampu mentraik minat konsumen di beberapa negara seperti mislanya : Belanda, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat. Di bisnis ini kuncinya adalah mampu menciptakan produk yang unik, ngetren dan ramah lingkungan. Dan, satu lagi, adalah pasar di mancanegara. Apresiasi seni dari masyarakat di sini yang rendah, kurang mendukung bila produk kerajinan dipasarkan di dalam negeri.

Diluar bisnis-bisnis ini, masih banyak lagi yang bakal booming di tahun depan. Majalah ini hanya memberi gambaran peluang bisnis jika Anda berminat terjun ke bisnis. Gambaran keberhasilan yang kami sajikan mungkin bisa dijadikan patokan atau acuan Anda untuk memilih bisnis ini. Namun, sekali lagi kami ingatkan bahwa keberhasilan itu tetap saja ditangan Anda sendiri. Contoh beberapa bisnis yang sukses tersebut  hanya sebagai inspiring bagi Anda.

no image

Posted by On 02.52

Manusia diberi anugerah akal budi untuk bisa memerankan beberapa fungsi di berbagai kesempatan yang berbeda secara sama baiknya. Tak heran, Nuryana Saepudin bisa menjadi pendidik sekaligus pebisnis yang sukses. Russanti Lubis

Seorang akademisi selalu berpikir bahwa peluang itu diciptakan. Dan, peluang itu seringkali hanya muncul satu kali. Siapa pun yang dapat menangkap peluang itu, maka dialah yang akan berhasil. Nuryana Saepudin, Kepala Sekolah Menengah Atas Terpadu (SMAT) Krida Nusantara, Bandung, menciptakan dan menangkap peluang itu, ketika sedang kepepet. Saking banyaknya situasi kepepet yang menghampiri, Sarjana Pendidikan Fisika, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Bandung, ini terdorong untuk menjadikannya sebagai suatu kesuksesan.

“Awalnya, saya gagal mendapatkan apa yang menjadi hak saya yaitu gaji rapelan sebesar Rp750 ribu (sekarang sekitar Rp7 juta, red.). Kepepet oleh kondisi ini, saya tertantang untuk kreatif. Hasilnya, bila guru-guru lain mendapat gaji Rp350 ribu/bulan, saya memperoleh pemasukan Rp3,5 juta dalam jangka waktu enam bulan (di luar gaji), yang saya kumpulkan dari berjualan topi, badge OSIS, dan kaus olahraga di luar jadual mengajar saya. Hal ini, menempatkan saya dan keluarga dalam posisi hidup layak sebagai guru,” kata pria yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sejak Agustus 1981 ini.

Dua tahun setelah menempati posnya yang baru, Master di bidang Ilmu Pemerintahan, Universitas Langlangbuana, Bandung, ini terpilih sebagai wakil kepala sekolah. “Biasanya, untuk bisa menduduki jabatan ini harus sudah memiliki masa kerja hingga 15 tahun. Karena itu, guru-guru lain mengajukan resolusi dan saya diturunkan dari jabatan saya. Kepepet lagi dengan kondisi ini, saya memutuskan untuk menjadi pebisnis tanpa mengganggu jadual mengajar saya. Awal 2003, bersama istri, saya mendirikan CV Gema Nuansa Tours & Travel,” tutur Direktur CV Gema Nuansa ini.

Bisnis ini dipilih, karena ia merasa memiliki pengalaman di bidang tour & travel. “Berdasarakan pengalaman itulah saya mampu merancang Tour of Operation (TO).

Jadi, nggak ribet lagi,” kata mantan tour leader ini. Adanya ketentuan di SMAT Krida Nusantara yang secara tidak langsung melarang para gurunya berbisnis, membuatnya menyerahkan operasional CV Gema Nuansa ke mitranya. “Sekarang saya pure PNS, tetapi akan menjadi mediator bila ada yang akan melakukan perjalanan wisata atau ibadah. Jadi, mitra saya bertugas mencari klien, sedangkan saya yang merancang TO-nya,” tambah motivator pada sebuah lembaga kajian ini.

Dari sini, Nuryana yang juga da’i  ini menyimpulkan bahwa menjalankan bisnis tidak harus moving, cukup dengan menggunakan handphone, telepon, atau fax. “Kita cukup memberdayakan pikiran kita, lalu biarkan orang lain yang menjalankannya, meski hasilnya tidak sebesar bila kita terjun langsung. Tapi, yang penting adalah bagaimana caranya membangun sistem,” jelasnya. Selain itu juga harus komit. “Komit sebagai guru ketika sedang mengajar dan komit sebagai pebisnis saat sedang menjalankan perusahaan. Kita tidak bisa hanya total pada satu bidang, karena akan membuat hidup kita kaku,” ujarnya. Selanjutnya, harus menjaga totalitas mutu, sehingga orang tidak akan mudah melupakan kita. “Kalau setiap tahun kita harus mencari pelanggan itu sulit, tapi menjadi mudah bila kita terus menjaga hubungan dengan pelanggan,” imbuhnya. Di akhir obrolan, Nuryana berpesan bahwa bisnis itu sesuatu yang unik dan indah untuk dimainkan. Jadi, yuk bermain (baca: berbisnis, red.)!

no image

Posted by On 03.12

Sebagai ibu rumah tangga, ditengah kesibukan rutin sehari-hari pasti menyisakan waktu luang.  Kenapa waktu tersebut tidak digunakan untuk mencari tambahan, membantu suami untuk mendapatkan uang?  Berikut dibawah ini adalah beberapa tips untuk memperoleh penghasilan tambahan tersebut.
Setiap orang berusaha untuk memanfaatkan waktu luangnya, Entah itu menekuni hobi, bersenang-senang, atau mencari penghasilan tambahan. Hal ini berlaku  juga bagi sebagian besar kaum ibu. Mereka ingin mencari tambahan penghasilan, namun tetap memiliki waktu untuk keluarganya. Apakah itu pekerjaan part time, atau ingin memulai bisnis full time di rumah. Ada beberapa ide bisnis yang bisa di-create dari rumah  yang mungkin tidak mengganggu aktivitas Anda sebagai ibu rumah tangga.

10 ide yang menghasilkan uang bagi Anda, Ibu Rumah Tangga:
The Mompreneur
Asisten Kantor 
Berkembangnya bisnis lewat jagad maya, melahirkan sebuah peluang baru, yakni sebagai sekretaris di dunia virtual.  Anda yang memiliki komputer pribadi dan terakses dengan internet, bisa bertugas atau berprofesi melayani  administrasi bagi bisnis-bisnis kecil yang tidak memiliki staff dikantornya untuk menangani tugas-tugas kantor.  Berbagai tugas dapat ditawarkan dengan rate per jam atau per jenis pekerjaan yang bervariasi mulai dari menangani kontak manajemen, data base dan membuat dan mengirimkan surat-surat bisnis, hingga merancang brosur dan buletin dan mengkoordinasikan surat-menyurat.  Di Amerika Serikat, bisnis ini berkembang di bidang  broker rumah dan pebisnis kecil (UKM). Mereka mendapatkan klien dari jasa yang ditawarkan oleh para ibu rumah tangga ini.  

Pembayar Rekening Listrik, Telepon dan PAM
Meski banyak kemudahan yang diberikan kepada pelanggan listrik, telepon dan PAM untuk membayar tagihannya—misalnya pembayaran melalui ATM atau phone banking –namun peluang untuk menjadi pembayar rekening tersebut masih terbuka lebar. Pasalnya, tidak semua orang memiliki akses tersebut. Atau sekalipun memiliki akses namun mereka enggan melakukannya dan mereka lebih nyaman bertransaksi secara konvensional. 

Merancang Resume CV
Jika Anda memiliki ketrampilan bidang ketik-mengetik, mengapa tidak manfaatkan jasa tersebut kepada para pencari kerja atau  mahasiswa yang akan menyusun skripsi. Anda bisa  membantu para pencari kerja dengan resume profesionalnya yakni (Curiculum Vitae) dan surat pengantar.  Resume ini dapat diciptakan dengan menggunakan software khusus atau templates dan program word star.  Di Amerika Serikat,  jasa seperti ini sedang diminati oleh para murid college dan para pencari kerja.  Fee berkisar US$ 50 – US$ 250 tergantung tingkat pekerjaan yang dilakukan.

Taksi Anak-anak  
Jika Anda sudah mengantar dan menjemput anak-anak Anda sendiri ke dan dari sekolah, mengapa tidak menjadikan taksi bagi anak2 lainnya.  Banyak orang tua akan senang untuk mengeluarkan uang dengan jaminan bahwa anaknya pergi dan sampai di sekolah dengan selamat.Di Perumahan Bojong Depok Baru II seorang ibu rumah tangga memanfaatkan waktu luangnya dengan menjadi pengantar jemput anak sekolah. Bermodalkan mobil Toyota Avanza baru ia bisa mengantar dan menjemput belasan anak sekolah. Bagi Anda yang tinggal di perumahan, terutama yang banyak dihuni keluarga muda, kesempatan untuk menggeluti bisnis terbuka lebar. 

Penulis Frelancee 
Anda yang gemar tulis-menulis, manfaatkanlah ketrampilan Anda tersebut sebagai  penulis freelance,  menulis artikel-artikel untuk koran dan majalah.  Kebanyakan artikel membutuhkan riset, dan harus ditulis dengan baik, dan sesuai dengan gaya publikasinya.  Honor yang diperoleh bervariasi  cukup lumayan mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta.  Perusahaan penerbitan pers, bisnisman, korporasi umumnya mengunakan jasa mereka untuk menulis  press release, advertising copy,  copy writer dan proyek-proyek  khusus lainnya.

Pengajar Komputer  
Anda yang memiliki ketrampilan di bidang komputer, manfaatkanlah peluang bisnis  yakni mengajar koputer kepada anak-anak  misalnya : bagaimana menjalankan internet, akses email, set up komputer baru, dan menggunakan program-program seperti Word, Excel, Powerpoint dan QuickBooks.  Jasa ini dapat dilakukan  per orang atau dalam kelas yang diadakan di kompleks permukiman,  para pensiunan, anak-anak di masjid atau  gereja.  Para pengajar mendapatkan honor berdasarkan jam mengajar atau fee dari pendaftaran kelas.

Perawat Hewan Piaraan
Anda juga bisa manfaatkan keahlian Anda sebagai pemelihara atau perawat hewan-hewan piaraan. Banyak sekali kalangan berduit atau orang kaya disini yang mempunyai hewan kesayangan. Saat-saat liburan, biasanya mereka menitipkan hewan-hewan tersebut, karena pemiliknya umumnya berlibur.  Anda bisa bertugas sebagai  memberikan makan, bermain dengan hewan di  halaman belakang atau membersihkan kotoran kandang, dan membawa anjing berjalan-jalan.  Biasanya penjaga hewan mematok fee berdasarkan per kunjungan.

Infopreneur
Anda juga bisa berprofesi sebagai infopreneur, yakni  menjual informasi dalam bentuk buku, e-books, laporan khusus, teleconference, seminar, bukukerja dan program video.  Anda dapat memanfaatkan keahlian anda dalam hal bisnis, hobi atau berdasarkan subjek materi dengan memegang sebuah web site untuk menjual produk informasi Anda.

Merajut 
Merajut merupakan tren  yang bagus dengan banyak peluang untuk mendapatkan penghasilan.  Jika anda menciptakan selendang, selimut, sweater atau topi, Anda dapat menjual toko atau menjualnya lewat dunia maya (internet). Anda tinggal menyerahkan barang-barangnya pada toko setempat, atau mempunyai kios di pameran aneka kerajinan lokal.  Anda juga dapat mengajar cara merajut di rumah, atau pada pusat pelatihan atau di toko kerajinan tangan.

Buku Resep Tradisional  
Setiap  keluarga pasti memiliki resep favorit yang harus dipelihara untuk generasi mendatang.  Menciptakan buku resep tradisi yakni  mengumpulkan resep-resep dalam buku dengan menggunakan program word atau gambar-gambar  menuntut kreativitas anda.  Buku-buku ini menjadi sebuah hadiah yang sangat bagus dan potensial untuk dipesan oleh setiap orang dalam silsilah keluarga.  Buku ini dapat dijual di toko-toko setempat atau melalui jasa percetakan, atau yang dijual  secara online seperti di  www.lulu.com.

Rian S
Sumber : Home Business

no image

Posted by On 22.30

SPBU merupakan salah satu tempat “keramaian” yang pasti dikunjungi orang. Celah peluang ini dibaca dengan jeli oleh Benno dengan mendirikan Hotdog Booth

 * Fisamawati

 ImageBisnis makanan dipercaya merupakan salah satu dari sekian banyak bisnis yang tidak terlalu terkena imbas pergantian tahun. Sebabnya, semua orang butuh makanan, sehingga otomatis pasti dicari orang. Sekarang tinggal bagaimana mengemas bisnis tersebut, sehingga mampu dijual. Yang jelas, faktor paling mendasar adalah rasa (taste) dari makanan yang dijual. Setelah itu untuk dapat sukses diperlukan strategi yang fokus dan komitmen penuh. Tiga hal tersebut mutlak dilakukan oleh bisnis makanan yang dikelola, baik secara mandiri atau dengan menganut sistem franchise.

Salah satu pemain yang melihat celah bisnis makanan siap saji adalah Benno Pranata. Lulusan Master Northeastern University ini, tak memerlukan teori bisnis yang rumit untuk melihat terbukanya peluang di bisnis makanan tersebut. “Yang penting dari bisnis adalah memulainya. Karena dengan memulai bisnis sekecil apa pun, akan diketahui peluang lainnya,” ucapnya.

Prinsip sederhana. Alhasil brand Hotdog Booth miliknya berkibar hingga sekarang. Menurutnya, alasan memilih bisnis makanan siap saji dilandasi pemikiran, bahwa jumlah penduduk Indonesia setiap tahunnya bertambah, dan bukan berkurang. Menganut pertimbangan setiap orang butuh makan untuk bertahan hidup, maka selama itu pula bisnis makanan tetap bisa mendatangkan keuntungan, apa pun kondisinya,” imbuhnya yang juga terjun ke bisnis Pesan Delivery ini.

Awalnya, saat menjalankan bisnis delivery service, ada beberapa data base yang memantau permintaan pelanggan terhadap produk. “Banyak pelanggan yang mencari makanan hotdog, dan saya kesulitan untuk mencarinya karena belum banyak yang menjualnya. Akhirnya saya putuskan untuk terjn ke bisnis ini, terlebih dahulu dengan melakukan survey sampai ke konsep bisnisnya,” jelasnya yang mengeluarkan modal awal sekitar Rp 160 juta.

Informasi tambahan Hotdog Booth adalah merek dagang yang telah dipatenkan di bawah hak pengelola PT Mutu Karya Perkasa sebagai franchisor yang menjual produk makanan fast food Hotdog. Sejak beroperasi tanggal 5 Januari 2004 lalu, Hotdog Booth telah menjadi salah satu produk brand favorit masyarakat di Jakarta dan mulai membuka cabang di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

“Dalam pengembangan bisnisnya, Hotdog Booth ditawarkan dalam bentuk franchise yang dapat menjadi salah satu alternatif usaha dan investasi. Franchise yang saya kembangkan berupa booth dan cafe. Pertimbangannya, pengelolaan booth lebih simpel, dan tidak membutuhkan lahan yang luas, serta bisa menggunakan SDM yang minimal,” kata pria kelahiran 5 Mei 1974 ini.

 Memiliki cafe Hotdog Booth di dalam SPBU Simatupang dan Petronas Lenteng Agung, Benno yakin dengan keunggulan hotdog-nya. Ia mengklaim produk burger Hotdog Booth memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitornya. Selain menyajikan menu utama hotdog, varian menu lainnya pun disediakan seperti sushi dog.

            Ke depannya, Benno berharap bisnisnya dapat berkembang baik di tahun mendatang maupun tahun-tahun berikutnya. “Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat Asean. Mutu franchise lokal tidak kalah dibandingkan franchise yang berasal dari negara tetangga,” ungkapnya optimis menyambut tahun 2008 nanti.

no image

Posted by On 02.59

Anak adalah anak, bisnis adalah bisnis. Sang anak harus mengembalikan pinjaman modal ketika bisnisnya telah memberikan hasil. Itulah pelajaran pertama Saiful terhadap Gagan, anak sulungnya. Russanti Lubis 

Dalam berbisnis, seseorang selalu akan mundur teratur bila dihadapkan pada modal, sehingga peluang di depan mata pun lewat begitu saja. Menurut Saiful Kantaprawira, salah seorang pemilik perusahaan properti Panorama Parahyangan, modal utama dalam berbisnis adalah percaya diri, terutama bagi mereka yang memulai bisnis di usia remaja. Selanjutnya, bagaimana caranya menangkap dan mengolah peluang. Berikutnya, mengembangkan relasi.

Hal ini telah dibuktikan Gagan, putra sulungnya, meski ia dan sang istri tidak pernah secara sengaja mengajarkan kiat-kiat berbisnis tersebut kepadanya. Kebetulan, setiap pekan, sekolah remaja berumur 12 tahun ini selalu mengadakan kegiatan berjualan. Dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 murid. Dalam pembagian tugas, Gagan selalu memilih bagian marketing. “Pertama kali berjualan, dia gagal karena dia menjual roti lapis dengan tampilan ala kadarnya. Lalu, Ibunya yang sejak kecil juga sudah gemar ‘berbisnis’ menyarankan untuk berjualan ice lemon tea, yang kebetulan saat itu belum banyak yang menjualnya. Setelah dua pekan berjualan, terjadi perkembangan yang bagus, setiap anak di kelompoknya meraup omset Rp30 ribu, padahal harga lemonnya Rp24 ribu/kg,” kata Direktur Surapati Core ini.

Teman Gagan yang membantunya berjualan, ia melanjutkan, sempat ragu-ragu. “Dengan diplomatis, saat itu Gagan menjawab jika kita berpikir bahwa jualan kita tidak laku, maka jualan ini tidak akan laku. Tapi, kalau kita yakin bahwa jualan kita akan terjual habis, pasti akan terjual habis,” ujarnya. Akhirnya, mereka pun bersemangat menjual, meski tidak selalu laku. “Tapi, suatu ketika, saat snack time, jualan mereka laris manis hanya dalam waktu setengah jam. Besok-besoknya mereka melakukan hal yang sama dan terjual habis lagi,” kata Saiful, yang sering mengajak sang putra mendiskusikan suatu usaha dan memintanya memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam usaha tersebut.

Dalam kesempatan lain, Gagan juga suka menukar kartu-kartu mainan yang tidak disukai atau yang tidak dimiliki teman-temannya kepada mereka, sama dengan harga koin untuk mendapatkan satu kartu. “Dia bujuk mereka agar mau membeli kartu-kartu itu hingga mereka terpengaruh dan membelinya. Kartu-kartu itu, tentu saja ia jual dengan harga lebih tinggi daripada harga aslinya, sehingga ia mendapat untung. Sikap mempengaruhi itu kan bagian dari marketing,” ucap pria, yang juga mengajarkan sang putra agar mengembalikan setiap modal yang dipinjam, sekali pun dipinjam dari orang tuanya.
Namun, meski bangga dengan kemampuan bisnis anaknya, lelaki yang belajar bisnis sejak umur delapan tahun ini, menolak anggapan bahwa kemampuan berbisnis sejak usia dini adalah sebuah bakat. Menurutnya, kemampuan berbisnis adalah sebuah pola pikir yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. “Sebab, berbisnis saat masih kecil itu motivasinya hanya senang-senang. Apalagi, mereka masih berada di usia labil dan belum fokus. Tapi, tetap ada sisi menguntungkannya yaitu nantinya lebih menghargai adanya peluang dan setelah ketemu relasi akan muncul kecenderungan untuk mencari apa yang dapat digali dari klien-kliennya,” tandasnya.

no image

Posted by On 03.04

Bukan hanya di kota metropolitan kemajuan teknologi dijital menyebar. Di Ambon pun teknologi ini sudah menyentuh kehidupan masyarakat. Ada celah bisnis yang bisa digarap, di antaranya cetak foto dijital. Fitra Iskandar

Transisi era dijital, ikut mengubah perilaku konsumen dalam mengabadikan moment-moment penting dalam kehidupan kesehariannya. Jika tadinya menggunakan kamera konvensional, kini ramai-ramai beralih ke kamera dijital. Begitu juga dengan kehadiran handphone berkamera yang semakin merakyat, dan membuat setiap orang bak fotografer. 
Perkembangan tersebut ternyata juga membuka peluang usaha baru di dunia fotografi. Sejumlah counter cetak dijital foto pada media pin, mug, kaos atau keramik, banyak tersebar di pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta maupun kota-kota besar lainnya di tanah air. Zairin, lelaki asal Ambon yang mengungsi selama 6 tahun ke Jakarta akibat konflik sosial di Maluku, juga menangkap peluang itu. Lewat I Studio (Image Studio) dia ikut merambah jasa cetak digital instan di Kota Ambon.

Saat hendak memulai, lelaki yang selama di Jakarta bekerja sebagai aktivis LSM ini, sempat ragu-ragu, karena belum punya gambaran market di Ambon, serta karena sedikitnya modal yang dia miliki. Tapi setelah mempelajari bisnis ini di Jakarta dan mempertimbangkan market yang akan dia garap, Zairin lantas bulat tekad berinvestasi di bisnis layanan cetak digital instant tersebut.
“Ide usaha ini awalnya muncul ketika saya bersama keluarga jalan-jalan ke ITC Kuningan Jakarta. Di sana saya tertarik dengan sebuah counter pencetakan yang banyak didatangi pelanggan. Setelah memperhatikannya lebih jauh, ternyata itu adalah counter cetak dijital instan. Sejak itu saya cari informasi perusahaan yang menyediakan mesin dan peralatan cetak dijital instant seperti yang digunakan counter itu,” kisah Zairin.

Kini, sebuah ruangan 2 x 3 m pada rumah kontrakannya di kawasan Jalan Raya Galunggung, dipermak lelaki yang pernah mengenyam pendidikan design grafis di Master Web School Jakarta ini, sebagai tempat usahanya. Selain menawarkan cetak foto di kertas foto serta berbagai media lainnya seperti pin, mug, kaos dan keramik, Zairin juga memberikan layanan cetak kartu nama, ID card, kalender, desain grafis dan layout.
“I Studio juga melayani cetak dijital di atas kertas glossy atau matte, namun kami menjadikan pencetakan foto pada media pin, mug, kaos dan keramik sebagai tawaran utama ke pelanggan,” papar Zairin.
Meski begitu, peminat cetak di kertas foto yang datang ke I Studio juga termasuk cukup banyak. Ini terutama karena layanan yang diberikan ke pelanggan dianggap memuaskan hasrat mereka. Misalnya dari sedikit retouch gratis atau sentuhan dijital imaging untuk mempermanis foto. Pelanggan juga bisa langsung melihat proses pengolahan di komputer sampai pencetakannya. Tidak heran ada pelanggan dari studio foto besar yang lantas berpindah ke I Studio.

Ongkos cetak dijital yang ditawarkan I Studio cukup terjangkau pelanggan di Ambon. Harga dipatok antara Rp 5.000 sampai Rp 60.000. Yang paling murah adalah cetak foto di wadah pin yang dibanderol Rp 5.000. Sedangkan harga tertinggi adalah biaya cetak di keramik yang dipatok Rp60.000.
“Harga barang yang kami tawarkan sebenarnya sedikit di atas harga Jakarta, namun masih terjangkau pasar di Ambon. Ini terutama karena sebagian besar bahan baku masih harus dipasok dari Jakarta. Misalnya untuk pin, mug dan keramik. Jadi harga tersebut termasuk untuk mensiasati ongkos kirim bahan baku dari Jakarta,” terang Zairin. Suatu peluang bagi Anda di kota lain.

Modal awal Rp 30 juta
Mendapatkan: sebuah computer, sebuah printer foto, sebuah printer untuk transfer gambar/foto, paket mesin press kaos & keramik, paket mesin press mug,  paket mesin pin, paket ID card dan stok bahan baku. 

Operasional
Sewa tempat dan listrik Rp 1 juta-Rp 1,5 jutaGaji 1 pegawai Rp 1 juta

Analisa keuntungan
Asumsinya terjual 5 lembar cetak foto 4R, 10 pin, 3 kaos, 3 mug total harga = Rp 300 ribu jadi dalam satu bulan 300 x 30 hari = Rp9 juta
Cost produk 50%9 juta – 4,5 juta – 2,5 juta = Rp 2 juta2 juta x 12 bulan = Rp 24 juta

no image

Posted by On 03.56

Mungkin sudah ribuan orang yang menggeluti bisnis bakso. Tetapi selalu ada peluang untuk pemain baru, termasuk Edi Supriadi, pemilik Bakso Ceker Priangan. Sukatna

Jumlah peminat bakso tidak pernah berkurang. Makanan ini juga tidak bersifat musiman, seperti jajanan yang lain. Karena dua hal itu, peluang bisnis bakso bagi pemain baru selalu terbuka, termasuk Bakso Ceker Priangan.
Dengan sedikit memodifikasi menu, bakso ceker milik Edi Supriadi terlihat berbeda dengan bakso-bakso yang sudah lama eksis. “Semula kami mengandalkan bakso tahu kuah, tetapi belakangan justru bakso ceker justru yang naik daun,” ujar anggota Tangan Di Atas (TDA) ini, di resto baksonya, Mall Depok Lantai III.
Sebelum membuka gerai di area makanan tradisional food court Mall Depok, Edi dan istrinya telah lama menggeluti bisnis bakso ini. Namun pada waktu itu bisnisnya hanya bersifat ‘iseng’. “Kami hanya melayani pesanan orang. Tetapi tiap bulan ada saja yang memesan. Kadang 100 porsi, tak jarang 200 porsi lebih. Justru para pelanggan inilah yang menyarankan kepada kami untuk membuka gerai,” ujar pria kelahiran Banjar Patroman, Ciamis ini.

Meski belum genap setengah tahun buka, Edi mengaku penjualannya sudah cukup lumayan. Apalagi pada akhir pekan. “Kalau ada acara khusus, seperti ulang tahun sebuah radio di Depok beberapa waktu lalu, bakso kami ludes,” terang account executive PT Percetakan Indo Nasional ini.
Bahkan Edi bertekad untuk membuka gerai-gerai berikutnya. Namun, ia mengaku masih terkendala modal. “Sekarang kami sedang mengusahakan untuk mendapatkan modal tambahan,” kata Edi yang sudah membuka satu warung lagi di daerah Lenteng Agung ini.

Sambil menunggu datangnya modal, Edi juga sudah melakukan survei tempat yang dinilainya strategis. Ia sangat yakin, jika mendapatkan tempat strategis, perkembangan baksonya akan lebih cepat lagi. “Dari sisi rasa saya berani mengadu dengan bakso-bakso yang sudah mapan,” jelas Edi seraya menyebutkan rahasia bumbu terletak di tangan istrinya.
Bahkan karena sangat optimistis terhadap masa depan bisnisnya ini, suatu saat nanti Edi akan konsentrasi kepada pengembangan usaha. Artinya, ia akan berpindah kuadran menjadi seorang pengusaha bakso dan akan menanggalkan status kekaryawanannya.
“Kalau ada kenalan yang tertarik dengan bisnis ini kita bisa jalan bersama-sama Pak,” katanya. Siapa yang tertarik dengan peluang ini?

no image

Posted by On 02.28

Melihat animo masyarakat yang tertarik akan  trik sulap, Adri Manan pun menangkap peluang bisnis membuat pernak-pernik sulap bahkan memasarkannya di pesawat. Fisamawati

Dunia memang benar-benar dinamis. Terbukti, para pesulap yang dulu tak ubahnya dipandang seperti badut – penghibur di acara ulang tahun anak-anak – sekarang naik kelas. Saksikanlah di televisi, mereka menjadi tokoh yang kerap dinanti pemirsa dengan bayaran lumayan. Adri Manan, Deddy Corbuzier, dan Damien mereguk puluhan juta rupiah hanya dengan bermain sulap selama 30 menit. Tak heran, tak sedikit orang ingin seperti mereka. Dan melihat tingginya minat masyarakat yang ingin seperti mereka, beberapa pesulap menangkapnya jadi peluang bisnis.

Seperti yang dilakukan Adri Manan, tak hanya menekuni bisnis pembuatan kaca anti peluru selama lima tahun silam hingga sekarang, ia pun merambah bisnis lain. Kali ini, ia memproduksi aneka perlengkapan sulap, tak jauh-jauh dari bidang profesinya. “Iya, saya buka warung sulap. Seseorang bisa memperagakan sulapnya hanya belajar dalam hitungan waktu lima menit saja,” promosi suami sekaligus manager penyanyi mandarin- Meliana Pancarani.

Ketika disinggung keterkaitannya dengan memasyarakatkan sulap, Adri pun membantah. Ia mengaku hanya mensosialisasikan sulap, dimana seseorang yang tertarik dan belajar tentang sulap maka akan mempengaruhi kreatifitas orang tersebut. Tak hanya itu, tujuan lain adalah membuat seseorang tertarik akan sulap. Menurutnya, khususnya di Indonesia sendiri sulit untuk mendapatkan perlengkapan sulap, kalau pun ada biasanya dari luar negeri dan harga yang ditawarkan pun cukup tinggi pula.

“Tetapi saya menawarkan harga yang relatif terjangkau. Dengan kisaran harga dimulai dari Rp. 25 ribu hingga ratusan ribu, cukup murah kan?. Ditambah di dalamnya diajarkan cara pengoperasiannya, jadi sekalian dapat rahasia triknya,” katanya sambil menunjukkan atraksi sulapnya.

Memang jika dilihat dari segi modal, Adri pun mengaku tak banyak mengeluarkan uang untuk per item-nya. Seperti, boneka berbahan pelepah pisang yang diperagakannya. Untuk ukuran boneka yang tak lebih dari jari kelingking orang dewasa ini, Adri memasang harga Rp 100 ribu lengkap dengan kotak eksklusif. Begitu juga dengan item lainnya yaitu permainan kalung, tali temali dan lainnya.

Untuk kreatifitas setiap item perlengkapan sulapnya, Adri pun membuat desain sendiri dengan ide murni maupun referensi dari Amerika dan negara lain. Bisnis tersebut pun tak dilakoni seorang diri, sosialisasi lingkungan pun diterapkannya dengan membuat lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan dalam memproduksi, ia mempercayakan masyarakat sekitar wilayah Sentul, Bogor untuk pengerjaannya- sifatnya home industry.

Sekarang ini, jenis perlengkapan sulap ciptaan Adri berjumlah 25 buah dengan sifat bahan yang beragam seperti kain, logam, kertas, pelepah pisang bahkan besi. Lantas, apa ia tidak takut profesi sulapnya tersaingi? “Tidak. Karena saya sekarang ini memiliki kurang lebih 8000 item sulap. Sedangkan untuk perkembangannya sendiri, setiap minggunya rata-rata muncul item baru berkisar ratusan. Jadi dengan jumlah yang masih saya pegang rasanya tak mungkin,” katanya optimis. Tak hanya itu, sifat permainan sulap pun rentan kadaluarsa. Jika satu permainan tidak dilempar ke masyarakat maka akan ketinggalan baik dari segi trik maupun teknologi. “Perkembangan sulap sangat cepat,” celetuknya.

Beroperasi kurang lebih 2 tahun, Adri pun telah memiliki 5 outlet yang tersebar di Medan, Gelanggang Samudera, Dufan, Mall Taman Anggrek dan Cibubur Junction. Di outlet tersebut, Adri khusus mendatangkan demonstrator untuk memberikan trik kepada para pengunjung, sehingga target waktu lima menit bisa tercapai. “Biasanya saya menempatkan demonstrator selama satu bulan, kemudian dikembangkan oleh pemilik outlet. Jadi sistemnya saya hanya mensuplier perlengkapan sulap. Tetapi sampai sekarang ini, semua masih milik saya sendiri,” imbuh Adri yang diwawancarai di MU Café, Sarinah Thamrin.

Tak puas dengan omset per outlet Rp 300 sampai Rp 500 ribu per hari, Adri pun berekspansi menjual perlengkapan sulapnya di pesawat terbang. Merambahnya target wilayah penjualan tersebut sudah berlangsung enam bulan yang lalu. “Jadi ketika ada seorang ayah yang pergi ke luar negeri dan bingung memberikan oleh-oleh bagi anak-anaknya, perlengkapan sulap bisa menjadi alternatif pilihan. Pastinya, bukan hanya benda yang diperoleh tapi juga kejutan bahwa sang ayah bisa bermain sulap- jadi suatu kebanggaan baru tentunya. Sang ayah bisa belajar di dalam pesawat selama penerbangan, karena target penguasaan sulap hanya hitungan menit,” papar yang melabelkan ‘Magic On The Sky’ untuk bisnisnya ini.

Pria yang juga dinobatkan menjadi Duta Media Against Drugs ini menambahkan, untuk penjualan per outlet mencapai 1000 item per bulannya, tetapi jika di pesawat bisa mencapai 5000 item per bulan atau bahkan lebih. Tetapi ia pun memperhitungkan sistem yang berbeda untuk keduanya. Jika pendapatan di outlet meningkat hingga batas minimal Rp 7 juta, maka ia memberikan bonus 5 persen bagi karyawannya.
Lantas bagaimana dengan kompetitor? “Saya tidak risau. Karena basic-nya saya adalah selebriti magic berbeda dengan pesulap lainnya. Lagi pula, saya sudah menguasai bidang ini, jadi sudah dapat memprediksikan semuanya. Ke depannya, saya ingin membuat ‘Selebriti Magic’ bekerjasama dengan beberapa artis yang menyukai sulap,” katanya yang belum berencana untuk mem-franchise-kan bisnisnya karena beberapa hal. “Padahal sudah banyak yang minta tapi saya tolak. Nanti saja-lah,” katanya mengakhiri.

no image

Posted by On 03.38

Sepeda motor matik mulai naik populasinya. Suatu peluang bagi bengkel maupun produsen asesoris yang fokus di pasar matik. Wiyono

Populasi sepeda motor di tanah air telah sedemikian fantastis, menembus angka 30 juta lebih. Wajar di kota-kota besar terutama pada jam-jam kerja, sepeda motor selalu menyemut di sebagian ruas-ruas jalan atau menyelip di antara jajaran kendaraan roda empat. Tetapi hal yang acap menjadi pemicu problem lalu-lintas itu di lain pihak menjadi lahan bisnis menggiurkan untuk sebagian masyarakat. Tengoklah penangguk rejeki di sepanjang pinggiran jalan, mulai penyedia jasa tambal ban, penjual aksesoris kendaraan, hingga bengkel penyedia jasa servis lengkap, meliputi ganti oli, tune-up, variasi, dan sebagainya. Jumlahnya menjamur, namun semua pasti mengaku laris-manis.

Salah satunya yakni bengkel dan toko aksesoris sepeda motor RC Speed yang terletak di pertigaan Mabad, dekat kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.  Pemiliknya, K. Bayu Kertadi atau kerap disapa Teddy, sebelumnya adalah eksportir furniture antik yang sukses merambah pasar benua Amerika dan Eropa. Namun ketika harga bahan baku produk olahan kayu melambung, apalagi saat ini pasaran dirasakan mulai jenuh, Teddy mulai tertarik beralih menjadi distributor aksesoris sepeda motor.

Pada awalnya, bisnis ini tidak beda seperti bengkel servis dan aksesoris pada umumnya, termasuk menyediakan beraneka onderdil untuk semua jenis motor. Tetapi setelah belajar dari pengalaman pasar kelahiran Surabaya 1964 itu segera menyadari, untuk satu merek kendaraan saja ia sudah berbelanja banyak sekali sparepart. Belum lagi ketika harus bersaing dengan bengkel-bengkel lain yang sudah ada, sehingga ia mesti memutar otak mencari celah pasar yang berbeda.
Gayung pun bersambut saat pada akhir-akhir ini keluar kendaraan roda dua berjenis mesin otomatis. Begitu melihat peluang, Teddy seolah tidak mau ketinggalan start. Semua barang-barang di tokonya segera ditukarkan sehingga sekarang usahanya hanya khusus menyediakan aksesoris motor matik. Itu pun tidak semua item, tetapi hanya jenis yang sekiranya banyak diminati. Keyakinannya cukup besar karena ia belum menjumpai pemain serupa, sementara dari bocoran yang dia peroleh, secara bertahap importir sepeda motor bakal mengurangi pasokan kendaraan jenis bebek dan digantikan model scootic. “Pertama keluar, saya dengar onderdilnya masih sulit,” imbuhnya beralasan.

Langkah berikutnya agar berbeda dengan bengkel kebanyakan, lulusan Trisakti  jurusan Product Design tersebut tidak mau melayani servis rutin, seperti ganti oli dan sebagainya. Sebaliknya RC Speed hanya dikhususkan menyediakan penjualan pernak-pernik kostum, aksesoris, dan jasa tune up mesin untuk meningkatkan akselerasi dan kecepatan kendaraan, maupun memperbaiki performa, seperti mengatasi masalah suspensi pada kendaraan matik. Mengaku bermitra dengan Adi Sutisna, seorang ahli mesin otomotif dan pemilik workshop, berdua mereka merancang inovasi produk-produk bikinan sendiri. “Kita punya program tidak hanya membeli dan memasang barang yang sudah jadi di pasaran,” tandasnya pula.

RC SpeedDicontohkan, di satu sisi sepeda motor matik lebih praktis karena pengendara tidak perlu menginjak gigi setiap hendak mengganti kecepatan, namun model ini kerap dianggap lemot terutama pada waktu tarikan awal. Untuk  membuat tarikan enteng biasanya bengkel lain menyiasati dengan mengganti roller mesin dengan produk berbahan lebih ringan (produk racing impor asal Thailand) sehingga Teddy berpendapat itu malahan berakibat riskan. Produk yang bukan standard tidak akan awet sebab memang bukan diperuntukkan daily using. Di samping itu konsumen juga merugi sebab dengan penggantian spare part otomatis garansi kendaraan ikut hangus. Maka ia mengaku memiliki treatment khusus untuk membuat tarikan motor sesuai dengan keinginan kita tetapi tanpa perlu penggantian spare part.

Namun lebih jauh ia mengingatkan bahwa mesin sepeda motor matik tidak mengenal pengereman oleh mesin (engine brake). Ironisnya pada umumnya sistem pengaman pada jetmatic belum ada yang menggunakan rem cakram. Dengan kemampuan kecepatan yang cukup tinggi jelas bisa berakibat fatal. Memikirkan hal itu Teddy dan Adi sengaja merancang disk brake motor matik yang bisa ditempatkan  di bagaian roda belakang di sebelah kiri. “Disk brake produk Thailand dipasang pada sisi kanan roda belakang sehingga perlu mengganti tuas rem yang dijual dalam satu paket,” jelasnya. “Dan kepala babi juga ada di bawah, itu khan, riskan,” tambahnya.

Masih ada beberapa lagi jenis produk hasil rancangan mereka berdua, di antaranya yaitu booster lampu. Apabila rem cakram, karena mengingat ongkos produksi yang cukup tinggi jadi hanya dibuat berdasarkan permintaan, alat bantu penerangan bisa dibuat lebih banyak. Adi mengungkapkan, dengan dibantu 5 orang pegawai ia mampu mengahsilkan lebih dari 1000 biji. Merek yang dipakai untuk semua produk adalah RC Speed Inovations. Harga jual disk brake Rp 2,5 juta, sedangkan booster lampu terdiri dua model, Rp 225 ribu untuk 2 lampu, dan Rp 200 ribu untuk satu lampu. Dari hasil penjualan dan jasa dalam satu bulan RC Speed mampu mengumpulkan omset Rp 30 juta-Rp 35 juta.

Kendala utama yang masih menghadang, seperti diakui, tidak lain adalah ketersediaan dana yang terbatas. Sementara biaya pengembangan yang dibutuhkan tiap-tiap jenis produk bisa mencapai Rp 100 juta hingga Rp 500 juta lebih. Bahkan dikarenakan permodalan sampai saat ini permintaan produk dari luar kota sama sekali belum bisa mereka dipenuhi. Sejauh ini konsumen hanya dilayani dengan model pasang di tempat.
Oleh karenanya Teddy mengharapkan adanya mitra kerja sama lain untuk mendapatkan suntikan modal atau pun investor yang bersedia membeli hak paten dengan imbalan royalti. “Permodalan, kalau sendirian kita cukup kesulitan,” Adi ikut mengamini. Apabila itu terlaksana barangkali suatu saat kita dapat menyaksikan hasil-hasil inovasi lainnya, seperti jaket dan helm berpendingin komponen elektronik, atau trail matik dengan monoshock breaker ditaruh di tengah seperti yang telah mereka janjikan.