www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 01.21

Kemenkop dan UKM telah menyiapkan  inflight catalogue (katalog penerbangan) untuk mempromosikan 1500 produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di airline Garuda mulai Desember mendatang. Katalog ini disediakan gratis dan boleh dibawa pulang secara Cuma-Cuma.  Untuk edisi perdana akan dicetak 15 ribu lembar yang berisi foto dan informasi yang terkait dengan UKM. Cara ini merupakan promosi untuk para pebisnis UKM khususnya yang berorientasi ekspor.  Selain lewat leaflet, Kemenkop dan UKM juga berpromosi lewat  cakram optik (compact disk) yang memuat tentang informasi berbagai produk mulai dari kerajinan tangan, furnitur, lukisan hingga produk kulit. CD ini telah disebarkan ke 50 negara.

no image

Posted by On 03.21

Kombinasi pengalaman 40 tahun dan kepionirannya di bidang waralaba travel membuat TX Travel dalam posisi terdepan. Fisamawati

Banyak bisnis travel yang bermunculan mengakibatkan persaingan antar travel semakin ketat saja. Dulu, tak banyak yang terjun menekuni bisnis layanan jasa untuk penumpang ini. 
Meski persaingan semakin menghebat tetapi hal ini tidak menciutkan nyali TX Travel. Selain memiliki pengalaman di bidang pariwisata lebih dari 40 tahun, TX Travel juga perintis travel waralaba di Indonesia. Kombinasi dari pengalaman dan kepioniran TX Travel itulah yang membuat perusahaan yang didirikan Anthonius Thedy dan Rita S. Halim tahun 1991 ini leading dibanding para kompetitornya.
TX Travel
Prestasi yang diukir juga cukup gemilang. Dari sisi outlet, misalnya, perusahaan yang bernaung di bawah payung Jakarta Express Travel ini sudah eksis di 19 kota di 12 provinsi, dengan 75 gerainya. Padahal usia franchisenya sendiri belum genap dua tahun. Suksesnya TX Travel yang mengusung slogan ‘Hadir Untuk Melayani’ ini, tak terlepas dalam menjalankan sistem franchise dan owner operator sehingga ownership di tiap cabang sangat dominan. Kemudian dengan brand image yang kuat memudahkan jaringan dan distribusi di mana-mana. 

Untuk produk sendiri TX Travel memenuhi fasilitas pelayanannya dengan tiket pesawat, hotel skala nasional maupun internasional, paket tour, group tour, incentive tour, holyland atau wisata ziarah, umrah bersama Aa Gym, asuransi perjalanan, TX kurir untuk dokumen dan barang, shuttle, antar jemput ke/dari airport. Adapun keunggulan TX Travel dibanding travel lain adalah memiliki layanan antar ke 19 kota secara gratis. Anthonius Thedy, Managing Director TX Travel Pusat, mencontohkan, jika ada pelanggan yang ingin memesan tiket pesawat terbang untuk orang tuanya yang bertempat tinggal di Makassar maka ia dapat melakukannya di Jakarta, atau sebaliknya. “Travel lain tidak mempunyai layanan ini,” tegas Anthonius.

Lalu strategi apa yang dilakukan TX Travel menghadapi bisnis serupa? “TX Travel menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan para owner-nya,” ungkapnya. Hal ini dikonkritkan dengan mengadakan pertemuan kontinyu setiap satu bulan sekali. Tujuan dari pertemuan tersebut untuk merancang masa depan bersama. Sedangkan besar investasi yang diperlukan untuk menjadi franchisee TX Travel adalah Rp 400 juta. “Investasi tersebut sudah termasuk supporting fee sebesar Rp 110 juta yang dilakukan sekali seumur hidup,” jelasnya.

Sedangkan royalty fee yang ditawarkan adalah 20 persen dari keuntungan kotor setelah dipotong Rp 10 juta setiap bulannya. Dalam perjalanannya, TX Travel telah meraih beberapa penghargaan antara lain ‘Most Innovative Marketing Effort By Foreign Tour Operator 2004’ sebagai biro perjalanan wisata pertama dan satu-satunya di Indonesia selama 20 tahun ini yang menerima Tourism Award, meraih ‘Best Travel Agency Indonesia 2004’ dari TTG Travel Awards 2004, yang merupakan ajang paling bergengsi se-Asia Pasifik. Dan September 2006 lalu, memecahkan rekor Muri dalam kategori travel dengan cabang terbanyak. “Padahal, saat mendapat penghargaan tersebut baru mencapai 50 cabang,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai rencana kedepan, TX Travel ingin menjadi jaringan travel terbaik dengan memberikan kemudahan bagi konsumennya. Dan mampu bersaing dengan travel dari luar. “Kami menginginkan kesiapan untuk menghadapi masa depan,” ucapnya lebih lanjut. Thedy pun menguraikan, dengan keunggulan dan jam terbang yang dimiliki TX Travel dapat dipastikan BEP Operasional dapat kembali dalam jangka waktu 6 bulan. Sedangkan untuk balik modal uang secara keseluruhan berkisar antar 20 hingga 25 bulan ke depan.

no image

Posted by On 03.23

Hanya bermodal sebuah gerobak, Kebab Baba Rafi tumbuh fenomenal. Kini 140 gerainya telah tersebar di 25 kota di Indonesia. Wiyono

Dalam dunia bisnis waralaba, bisnis makanan dan minuman terasa mendominasi. Semua mafhum bisnis ini boleh dibilang kebal krisis ekonomi karena menyangkut salah satu kebutuhan pokok. Alasan lainnya barangkali karena kemudahan yang dimiliki serta perputaran modalnya terhitung cepat. Tidak jarang, asalkan disertai pengelolaan yang bagus usaha di bidang kebutuhan perut mampu berkembang dalam waktu relatif cepat. Baba Rafi merupakan salah satu contoh sukses, setidaknya hingga saat ini.

Hendy Setiono mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta. “Tahun 2007 rencanaya go to Jakarta dengan target  membuka 80 gerai khusus di Jakarta. Sekarang sudah terealisasi 25 buah,” ungkap Hendy.

Baba Rafi mampu berkembang pesat, karena selama ini Hendy selalu mempertahankan kualitas, baik menjaga standar mutu, kebersihan, value produk. “Oleh karena itu dibentuk divisi Quality Control dan Maintenance,” ujarnya.Peraih berbagai penghargaan, di antaranya sebagai salah satu Entreprise 50 (The Hottest Entrepreneur 2006) versi Swa, Asia's Best Entrepreneur Under 25 versi BusinessWeek, The Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA 2006), juga termasuk di antara 10 tokoh pilihan 2006 versi Tempo ini juga berusaha memperkuat brand image khususnya melalui berbagai media above the line serta membuat diferensiasi dengan memperbarui sebutan menu-menu, seperti Winner Kebab, Hotdog Jumbo, Kebab Picok (pisang dan coklat). Tetapi harganya tetap dapat terjangkau oleh kocek mahasiswa sekalipun, yaitu berkisar Rp 6.000,00-Rp 9.000,00.

Di samping itu bapak dua orang anak ini juga tetap memakai strategi awal yang cukup ampuh, yakni memilih tempat di tengah-tengah keramaian dan menggunakan warna mencolok dan berwarna-warni. “Agar terkesan familiar dan begitu melihat, orang menjadi ingat terus,” begitu kilahnya.
Diferensiasi lain yang dilakukan Hendy adalah cara pengolahan. Dia mengolah daging dengan cara diasap, bukannya digoreng. Daging berukuran besar diasap, baru dipotong dan diiris tipis, dengan begitu aroma asap menjadi khas. Beberapa jenis bumbu juga disesuaikan sesuai dengan selera lokal. Di negeri asalnya, irisan daging untuk burger atau kebab tidak terlalu tebal dengan aroma bumbu yang kuat.
Sebaliknya, menurutnya konsumen lokal lebih memilih tekstur daging lebih berasa dengan bumbu dan saos  tidak terlalu banyak namun cenderung manis.
Sebagai bisnis yang diwaralabakan Hendy menyediakan beberapa tipe penawaran. Terdapat paket gerobak untuk outdoor, franchisenya dijual dengan harga Rp 50 juta. Tipe Booth dan Dine In, keduanya juga dengan konsep outdoor ditawarkan seharga Rp 70 juta dan Rp 100 juta, sementara konsep indoor outlet harganya Rp 90 juta. “Model café, franchise fee sebesar Rp 80 juta dan ditambah initial investment sekitar Rp 100 juta,” imbuh Presiden Direktur PT Baba Rafi Indonesia tersebut.

Calon franchisee tidak usah khawatir, sebab dukungan yang diperoleh meliputi hampir semua aspek, mulai dari studi kelayakan, lay out restoran, standar pelayanan, pelatihan, jaminan bahan baku, paket promosi, termasuk quality control, maintenance, manual book, disertai software keuangan. Dalam satu paket sudah tersedia satu unit counter, alat burner kebab, dan paket perlengkapan counter lengkap. Disebutkan, tingkat keberhasilan cabang mencapai 99% atau resiko kegagalan usaha sangatlah kecil. “Omset yang diraih masing-masing gerai Rp 350 ribu-Rp 1 juta per hari, sehingga balik modal investasi diperkirakan tercapai dalam 1-1,5 tahun,” tandasnya.

no image

Posted by On 03.23

Sekalipun kompetitor terus bermunculan, Alfamart masih tetap berdiri di jajaran terdepan. Fisamawati

Tertarik pada franchise mini market yang saat ini nampaknya menjamur di mana-mana?. Kecenderungan masyarakat yang gandrung (menyukai) berbelanja di toko-toko moderen yang bersih, ber-AC dengan harga yang tak terpaut dengan “pasar becek” membuat peluang mendirikan minimarket selalu terbuka. Hal ini juga mungkin yang bisa menjelaskan mengapa minat franchisee untuk mendirikan minimarket tak pernah menyusut.
Mungkin, Alfamart salah satu pilihan yang patut diperhitungkan sebagai waralaba retail mini market. Toko Waralaba Alfamart adalah salah satu waralaba yang paling diminati saat ini. Waralaba Alfamart juga telah meraih penghargaan Franchise Gold 2006.

Alfamart terbukti telah memberikan keuntungan dan kerjasama yang baik dengan para terwaralaba. Sejak awal berdiri tahun 1999 dan memperkenalkan pola waralaba tahun 2002, Alfamart yang bernaung di bawah bendera Sampurna Grup mampu berkembang hingga sekitar 800 outlet per September 2004 lalu. Dengan mengemban motto “Belanja Puas, Harga Pas”, Alfamart terbukti telah memberikan keuntungan dan kerjasama yang baik dengan para terwaralaba.Kini, Alfamart memberikan investasi awal senilai Rp 250 juta hingga Rp 350 juta untuk membuat perlengkapan dan peralatan toko seperti rak dan AC, serta memasok barang dagangan.

Pengembalian investasi maksimum dilakukan empat tahun, tergantung investasi yang nilainya berdasarkan dari luas toko. Setelah lima tahun, mitra menjadi pewaralaba dan gerai tersebut menjadi milik mitra.Sedangkan untuk pengembalian investasi dilakukan melalui keuntungan bersih yang diperoleh sesuai dengan kesepakatan awal. Jika keuntungan melebihi kesepakatan awal, maka 50 persen dari kelebihan keuntungan juga disetor untuk mengembalikan pinjaman investasi. Karena itu, mitra pengelola akan mendapat honor berkisar Rp 5,5 juta sampai Rp6 juta setiap bulan.

Setelah sukses dengan pola waralaba, Alfamart mengembangkan konsep kedua yaitu Operator Mandiri. Konsep tersebut membantu masyarakat yang ingin berusaha namun tidak memiliki dana untuk investasi awal. Melalui konsep ini, mitra cukup memiliki tempat sebagai modal.Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan Alfamart antara lain, memiliki konsep toko yang bersahabat dengan masyarakat. Contohnya, program kasih keluarga, papan bersama Alfamart, di mana semua orang dapat memasang pengumuman baik lowongan kerja atau pun lainnya.

no image

Posted by On 03.22

Track record bukan hanya ampuh untuk menjejaki karir di dunia politik, tetapi juga merupakan salah satu kunci sukses dalam mengembangkan bisnis. Sukatna

Salah satu nasehat yang diajarkan sejak dini dalam kultur kebudayaan Jawa adalah “goleko jeneng dhisik sawise kuwi lagi jenang (ukirlah prestasi atau reputasi terlebih dahaulu barulah materi akan mengikuti.”

Sepintas nasehat itu hanya bisa hidup di dunia moral, bukan dunia bisnis. Tetapi bagi Gideon
Hartono, pendiri Apotek Jaringan K-24, nasehat yang dituturkan ulang dari generasi ke generasi berikutnya itu benar adanya. “Reputasi pribadi itu penting di dalam mengembangkan bisnis,” tegasnya. “Setidaknya demikian pengalaman pribadi saya dalam mengelola usaha.”Gideon, menuturkan, salah satu calon franchisee-nya adalah adik teman sekelasnya sewaktu di SMA Collese De Britto, Jogjakarta. Begitu mengetahui, sang kakak langsung memberikan dukungan rekomendasi, karena dia tahu persis tentang reputasi Gideon di sekolah dulu. Ternyata yang bergabung bukan hanya adik teman sekelasnya dulu, teman-teman mereka pun juga ikut bergabung. “Akhirnya empat orang bergabung dengan kami,” ungkap Gideon.

Pak Gid, demikian para karyawannya menyapa, menegaskan justru track record inilah yang banyak membantunya dalam mengembangkan Apotek Jaringan K-24. Banyak franchisee  yang justru bertindak sebagai marketer dengan cara memberikan rekomendasi kepada calon franchisee yang ingin bergabung. Istilahnya getok tular  atau dalam ilmu marketing disebut word of mouth atau efek buah bibir.

“Tetapi selain itu, kami juga menggunakan media untuk menyebarluaskan informasi,” imbuh pria yang menggondol predikat juara ketika sekolah di Collese De Britto ini.Strategi lainnya adalah tidak menjadikan bisnis sebagai bisnis an sich, tetapi bisnis juga bisa dijadikan ladang kehidupan sosial. “Benar memang bisnis itu mencari untung. Tetapi dalam hidup ada nilai-nilai keutamaan yang dikejar, di antaranya nilai ingin memberikan sesuatu kepada sesama,” tuturnya.
Ternyata nilai-nilai yang dijadikan fondasi perusahaan ini tak bertepuk sebelah tangan. Bahkan salah satu franchisee-nya yang akan buka di BSD mengungkapkan kepada Gideon,”saya tidak untung tidak apa-apa asalkan bisnis ini bisa memberikan lapangan pekerjaan dan bisa membuat kehidupan karyawan jadi lebih baik.”Sentuhan-sentuhan nilai inilah, imbuh Gideon, yang justru membuat Apotek Jaringan K-24 cepat berkembang. “Layanilah para franchisee dengan hati yang ikhlas dan tulus,” itulah yang selalu diwanti-wanti Gideon kepada para stafnya.

Dengan strategi ini Apotek Jaringan K-24 tumbuh dengan pesat. Bahkan dalam satu kesempatan K-24 pernah membuka 7 outlet secara bersamaan di tiga kota, sehingga dicatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Bahkan dalam waktu dekat ini, belasan outlet akan dibuka secara bersamaan oleh Apotek Jaringan K-24, dan menggenapi 26 outlet yang kini dimiliki apotek yang berkantor pusat di Jogjakarta ini.

no image

Posted by On 03.21

Sejatinya bisnis pencuncian mobil bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Tetapi Auto Bridal terlihat berbeda dan istimewa. Ini karena kemampuan mengemas secara apik berbagai inovasinya. Sukatna

Sebelum Henry Indraguna terjun ke bisnis ini dengan mengusung nama Auto Bridal, bisnis cuci mobil termasuk kategori bisnis low level . Namun dengan kepiawiannya menemukan inovasi kemudian mengemasnya secara bagus serta mempromosikannya, cuci mobil “naik pangkat” menjadi bisnis high level. “Sewaktu saya memutuskan untuk menekuni bisnis ini, banyak orang yang meragukan masa depannya,” aku Henry. “Mana ada duitnya bisnis cuci mobil,” ujar Henry menirukan beberapa pernyataan orang yang meragukan masa depan bisnisnya. Namun Henry kekeuh dan ternyata keyakinannya membuahkan hasil manis.
Auto Bridal
Seturut booming-nya pengembangan bisnis dengan pola franchise, Auto Bridal yang berada di bawah payung bisnis PT Zetlin Ovis International juga ikut menikmati momentum tersebut. Ketika usianya baru menginjak tiga tahun, Auto Bridal telah memiliki 54 gerai di seluruh Indonesia. “Yang antre masih banyak,” tutur Henry.
Sukses ekspansi gerai dari Auto Bridal tak terlepas dari banyaknya inovasi yang terlahir dari perusahaan yang berkantor i Plaza Chase Tower 7th Floor ini. Sebut saja snow wash, ice cream wash, wax nabati dan segudang inovasi lainnya.

Inovasi yang dilakukan Auto Bridal bukan hanya terbatas pada produknya saja, tetapi juga meliputi peralatan dan sistem. Inovasi di lingkungan Auto Bridal terus bertumbuh lantaran para franchisee-nya juga diberikan keleluasaan untuk melakukan inovasi.  “Auto Bridal pusat memiliki aturan yang fleksibel, tidak sebagaimana franchisor lain yang peraturannya kaku bak robot. Henry selalu membuka ruang bagi franchisee untuk melakukan inovasi,” ujar Rully, salah satu pemilik Auto Bridal Sektor 1.3 Blok BJ No 29 BSD City. Sejumlah inovasi dan kisah sukses para franchisee itulah yang membuat calon franchisee harus rela antre untuk menjadi mitra Auto Bridal. Bahkan nama besar dan reputasi Auto Bridal berimbas kepada “adik kandungnya” Motor Bridal yang diluncurkan belakangan. Sesaat setelah diluncurkan banyak calon yang meminang menjadi franchisee-nya.   Lahirnya banyak inovasi dan perkembangan gerai yang ekspansif ini membuat Auto Bridal menorehkan sejumlah prestasi. Puluhan sertifikat penghargaan dari berbagai lembaga ini tergantung menyesaki di dinding-dinding pengapit ruang meeting Kantor Pusat Auto Bridal.

no image

Posted by On 03.20

Dalam melakukan penelitian, kita tidak akan lupa dari apa yang disebut Metodologi Penelitian.  Untuk penelitian waralaba ini hanya dilakukan Penelitian Sekunder saja. Peneliti hanya melakukan riset terhadap hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lain atau terhadap  tulisan yang pernah dimuat di media cetak atau sumber informasi yang lainnya. Intinya, jawaban terhadap pertanyaan  tidak diperoleh langsung dari narasumber. Keuntungan dari pemanfaatan data yang tersedia adalah bahwa peneliti tidak terlibat lagi dalam mengusahakan dana untuk penelitian lapangan, merekrut dan melatih pewawancara, menentukan sampel dan mengumpulkan data di lapangan yang banyak memakan energi dan waktu. Dan yang lebih penting peneliti tidak beranjak dari nol dan duplikasi data dapat dicegah. 

Tahap I : Penelitian sekunder
      Dalam penelitian masalah waralaba ini urutan penelitian yang dilakukan hanya  Penelitian Sekunder. Pada penelitian sekunder dilakukan pengumpulan semua bahan yang berhubungan dengan waralaba baik yang bersumber dari internet, media cetak, buku, asosiasi waralaba, perusahaan waralaba maupun dari lembaga konsultan waralaba.  Intinya, penelitian sekunder adalah mencari data dan informasi dari seluruh sumber yang memungkinkan agar dapat memperkuat hasil penelitian.
      Setelah semua data dan informasi diperoleh,  dilakukan analisa dan pemetaan data sehingga dapat diketahui “lubang-lubang” yang masih harus diisi.  

Tahap II : Perhitungan nilai total skor
      Dalam melakukan perhitungan adalah dengan cara menskor nilai dari bertumbuhaan oulet berbanding dengan umur waralaba. Perhitungan di sini juga dimasukkan koreksi dan memberi bobot untuk perusahaan yang lebih muda dengan bertumbuhan outletnya lebih cepat mendapat bobot lebih besar dari pada yang sudah berdiri lama dengan pertumbuhan outlet waralaba yang lambat. Di samping itu juga memperhitungkan antara jumlah outlet di bagi lama berdiri sampai tahun 2006.
      Misal ada waralaba A yang sudah berumur 5 tahun dengan total outletnya tahun pertama mempunyai 4 outlet, tahun ke dua mempunyai 7 outlet, tahun ke tiga mempunyai 12 outlet, tahun ke empat mempunyai 18 outlet dan tahun ke lima mempunyai 25 outlet. Sehingga perhitungan skornya = ((4/1)+(7/2)+(12/3)+(18/4)+(25/5))/5 =  (4+3.5+4+4.5+5)/5 = 21/5 = 4,2 . Sedangkan untuk menetapkan Total Skor per sektor  adalah dengan cara membagi nilai skor dengan nilai tertinggi dikelompok sektor tersebut dan dikalikan dengan nilai 10. Persamaannya adalah (Nilai X/Nilai tertinggi di sektor tersebut)*10.
      Hasil dari penelitian adalah yang tersaji dan tengah Saudara nikmati di Majalah Pengusaha ini merupakan hasil dari seluruh tahapan penelitian di atas.  

R. Triyanto Rusbiantoro
Managing Director
PT. Danu Rekso Makmur Sejahtera
E-mail: rtrigan2004@yahoo.com.