|
Bagi pemula, menyetir bukanlah perkara mudah. Bagi yang sudah lihai pun kadang masih saja menghadapi kejadian-kejadian naas seperti menyerempet, masuk jalanan berlubang sampai tabrakan dengan mobil lain. Dengan GAID, pengemudi akan terbantu untuk mengetahui jarak mobil di depannya, jika jalan berlubang serta jalan yang menyempit. Lebih aman bukan? Wiyono Tentu Anda masih ingat bagaimana berkesannya pengalaman pertama kali menyetir mobil? Pasti tidak mudah. Alih-alih merasa nyaman, yang muncul justru perasaan grogi dan bingung ketika harus mengingat-ingat dimana letak injakan gas, rem, kopling serta posisi persneling. Belum lagi saat mengendalikan kemudi. Karena belum terbiasa biasanya akan khawatir akan menabrak atau menyerempet kendaraan yang lain.
Sugiono, salah seorang peneliti dari LIPI pun demikian. Ia pernah punya pengalaman hampir menabrak tiang hotel dengan mobil sewaan ketika berada Amerika tahun 1982. Empat tahun setelah itu (1986) ia sempat belajar ke Kanada, khusus mendalami ilmu tentang optik. Disana Sugiono menemukan literatur mengenai teknologi HUD (Head Up Display) pada pesawat tempur F-16 sebagai pemandu saat pilot hendak membidik. Pilot dapat membidik tepat sasaran tanpa harus memicingkan sebelah matanya. Sang pilot hanya menggunakan panduan garis-garis panduan yang ada di kaca kokpit. Lantas, apa hubungannya dengan pengalaman menyetir Sugiono. Rupanya dengan mengadopsi ilmu tersebut Sugiono menerapkan pada mobil ai miliki ketika balik ke tanah air pada tahun 1988. “Alat bantu di F-16 seperti itu, lalu saya coba terapkan di mobil saya. Bedanya, yang itu dinamis dan ini fixed. Kalau dinamis harganya lebih mahal dari harga mobilnya sendiri,” tunjuk Sugiono.
Menurut Sugiono alat bantu ciptaannya yang dinamakan GAID tersebut memiliki empat fungsi utama yakni menjadi pemandu jarak dengan mobil di depannya, ketika akan masuk ke jalan sempit atau portal, saat hendak menghindari lubang, dan masuk ke jalan yang mengerucut. Intinya pengemudi tertolong karena dapat mengetahui jarak secara pasti. Pada kaca kendaraan yang sudah dipasangi tampak garis-garis mendatar dan angka 5, 10, 20, 60, dan 100. Angka-angka ini menunjukkan jarak dari bemper mobil terhadap obyek di depannya. Jika mobil dengan kecepatan 60 km/jam misalnya, maka jarak aman dengan mobil di depannya tak boleh kurang dari angka 60 meter atau sama dengan angka 60 yang ada di kaca depan.
Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 91/ Januari 2009.
|