Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Boks Ekslusif Evan’s, Peminatnya Mulai Ekspatriat Hingga Korporat
Wednesday, 03 June 2009

Boks Evan'sSecara wujud hanyalah sebuah kotak dari kertas. Namun pelanggan produk Yani meliputi beberapa korporat ternama. Bahkan pasar mancanegera sudah dirambahnya. Anita Surachman

Jeli memanfaatkan tren, inilah rupanya yang menjadi awal kesuksesan usaha boks eksklusif yang tengah digeluti Budhi Mulyani. Pasalnya boks karya wanita kelahiran Jakarta 6 Maret 1978 ini merupakan salah satu karya yang cukup diminati konsumen. Pasarnya pun terentang luas bukan hanya Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia saja, namun boks eksklusif merek Evan’s Production ini juga kerap kali dilirik beberapa buyer dari manca negara seperti Malaysia, Jerman dan Amerika.  

Di tanah air, belakangan penggunaan boks packaging mulai banyak disukai,  misalnya sebagai kemasan untuk hadiah, kue / coklat, dll.  Bentuk atau modelnya juga amat beragam. Tak heran bisnis kategori ini layak diperhitungkan. Hal inilah yang membuat wanita yang akrab disapa Yani ini teguh menekuni bisnis boks eksklusif  yang  segmennya masih untuk kalangan menegah atas.

  Berbekal pengalaman bisnis yang dirintis ketika masih duduk di bangku kuliah, wanita berkerudung ini semakin terasah insting berbisnisnya. Awalnya, Yani tidak pernah terpikir untuk menggeluti dunia bisnis namun karena hobi berjualan yang dilakoni sejak ia masih menjadi seorang mahasiswa di Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Jakarta membuatnya enggan meninggalkan bisnis yang telah membawanya kepada kesuksesan sekarang.

Di awal usahanya Yani hanya membuat produk dengan bahan yang terbuat dari bahan alami atau daur ulang. Seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya permintaan tren pun mulai bergeser, produk yang awalnya sangat digemari oleh kalangan ekspatriat ini mulai merambah peminatnya ke perusahaan besar (corporate). “Karena ada permintaan dari perusahaan tersebut, di mana mereka meminta agar bahannya fancy dan meminta agar warna dan modelnya lebih beragam. Dari situ, mulailah saya beralih yang awalnya produk saya menggunakan bahan daur ulang kemudian berganti ke produk yang berbahan dari fancy,” tuturnya.

Di awal pemasarannya pun  boks, yang menurut Yani, disebut dengan gift hard boks ini hanya dijual di salah satu mall elit dan ternama di ibu kota. Namun saat ini boks  ini telah merambah ke berbagai toko-toko buku besar yang tersebar di tanah air seperti Jakarta, Medan, Kupang, Makassar, Bandung dan Manado.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 88/2008

 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda