|
Blue ocean. Istilah ini mengacu kepada bisnis yang tenang, karena minim pesaing. Pada umumnya, ketika orang-orang ingin terjun ke dunia bisnis, mereka akan memilih berada di area ini. Seperti yang dilakukan kakak beradik, Budi Handoyo dan Budi Sugiarto, yang menjalankan bisnis pembibitan anggrek, pada tahun 2000. Russanti Lubis Menurut Budi Sugiarto, pembibitan anggrek membutuhkan proses yang lama dan sulit. Sehingga, jarang orang yang mau terjun ke bisnis ini. Di samping itu, karena tidak banyak orang yang sabar merawat anggrek, maka memelihara anggrek menjadi terkesan eksklusif.
Namun, pembibitan anggrek juga jauh lebih kecil investasi dan risikonya dibandingkan dengan krisan, yang dianggap sebagai nasinya dunia bisnis bunga potong. Selain itu, tak kalah dengan krisan yang memiliki peluang bisnis besar, anggrek juga memunyai pangsa pasar yang jauh lebih luas. “Bagi saya pribadi yang sudah lelah berkelana mencari uang, menggeluti bisnis pembibitan anggrek terasa lebih nyaman. Sebab, uang datang dengan sendirinya, tanpa saya harus pergi lagi ke mana-mana,” kata pimpinan operasional di nursery mereka, Handoyo Budi Orchids (HBO), ini.
Anggrek itu sendiri, ia melanjutkan, merupakan tanaman bunga hias yang memiliki keanekaragaman yang tak terhingga. Sehingga, tidak membuat cepat bosan siapa pun yang memandangnya. Selain itu, tanaman yang konon telah ada di bumi ini sejak 120 juta tahun silam, tapi baru dikoleksi lebih dari 200 tahun lampau ini, juga tahan lama. Tak pelak, harganya terus membubung dan mereka yang bermain di bisnis ini bertambah. HBO yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, ini setiap tahun mengeluarkan 200 anggrek hasil silangan baru, di samping tetap mempertahankan yang asli (genus). Sekadar informasi, penyebutan jenis anggrek biasanya dengan menyebutkan nama genus-nya, mengingat sudah sangat banyak hibrida antarspesies dan antargenus yang dibuat.
Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 90/Januari 2009 |