|
Seiring bertambahnya populasi, kebutuhan daging juga meningkat pesat. Ternak domba garut bisa menjadi pilihan bisnis yang pas. Wiyono Dari sekian macam domba jenis unggul domba garut cukup populer. Postur tubuh tegap dengan tanduk melingkar di atas kepala membuat binatang ternak ini sering dijadikan wahana kompetisi, yaitu adu domba yang kesohor itu. Seekor domba garut juara seketika itu juga harga jualnya bakal langsung melejit, puluhan hingga ratusan juta. Tetapi, sekalipun tidak menjadi juara, dengan bobot bisa di atas 80 kg per ekor, maka harga pasaran ruminansia yang konon hasil silangan beberapa jenis domba unggul ini terbilang lumayan. Jadi tidak heran jika khususnya di kabupaten Garut, domba tersebut banyak diternakkan, baik sebagai usaha sampingan atau bahkan dikelola secara profesional.
Salah satu peternak domba garut profesional yaitu Agus Ramada Setiadi, pengusaha asal Bekasi yang mengelola usaha keluarga, Villa Domba, di satu daerah di Bandung, Jawa Barat. Sebenarnya, seperti dituturkan, pada awalnya budidaya domba garut yang telah menginjak tahun ketiga itu bukan kesengajaan, tetapi lebih disebabkan bisnis agrobisnis yang digagas orang tuanya membutuhkan pupuk dalam jumlah sangat besar. Pasalnya, lahan seluas 7 Ha yang dibeli secara bertahap sebagai investasi menjelang pensiun untuk ditanami pohon jati, mahoni, kemiri, kopi dan panili itu berupa bukit berlahan tandus. Namun, dikatakan pula, di samping ”faktor kecelakaan”, pilihan beternak domba tentunya tidak sekadar untuk mendapatkan pupuk kandang. Pengamatan terhadap sifat karakteristik hewan ternak dan peluang pasar juga menjadi pertimbangan. Pemeliharaan domba garut menurut Agus relatif mudah, kasarnya tinggal diberi rumput dari lingkungan sekitar maka ternak sudah cukup mendapatkan pakan. Walaupun perlu dilakukan perawatan kebersihan dan kesehatannya, akan tetapi tidak serepot mengurus sapi perah, umpamanya. Domba garut juga memiliki tingkat produktivitas cukup tinggi. Indukan domba betina dapat melahirkan anakan 3 kali tiap dua tahun, dengan rata-rata 2 ekor anak domba setiap kali melahirkan.
Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 86/2008. |