|
Memanjakan diri dengan wisata bahari tak perlu ke Bali. Kini Krakatoa Nirwana Resort telah mengintegrasikan berbagai wisata bahari di Teluk Kalianda, Lampung. Sukatna Panca Miharja Dari jarak sepelemparan batu, Anak Gunung Krakatau terlihat jelas. Setiap 40 menit, Anak Gunung Krakatau melemparkan bola api ke arah langit. Kemudian asap yang bergulung-gulung diayun angin ke arah utara. “Kalau malam seperti kembang api raksasa yang pecah di langit,” kata bapak pemilik motorboat, yang mengantar kami mendarat di salah satu sisi kaki Anak Gunung Krakatau. “Kalau ombak besar, saya tidak berani membawa boat sedekat ini. Karena boat bisa dihempaskan ke karang tersebut (sisi terluar tubuh Anak Gunung Krakatau yang berada di permukaan laut),” kata pria keturunan Makassar yang sudah puluhan tahun tinggal di Lampung ini. Dari jarak sedekat ini saya dan teman-teman dari media lain yang mengikuti Krakatau Tour yang diselenggarakan oleh Krakatoa Nirwana Resort, Kalianda, Lampung, bisa melihat aktivitas Anak Gunung Krakatau dengan jelas. Bahkan, sebelumnya kami sempat mendarat di sisi Tenggara Anak Gunung Krakatau. Sebenarnya kami bisa melakukan pendakian sampai ke blok VI atau ke punggung gunung, dengan pasir hitamnya yang panas, tapi urung. Apalagi saya tidak memakai sepatu alias nyeker (bertelanjang kaki). Kami memutuskan untuk mengobservasi Anak Gunung Krakatau dari sebelah Selatan. Ini adalah posisi teraman karena berkebalikan dengan arah angin yang menderu ke arah utara. Sementara dalam kisaran 30-40 menit Anak Gunung Krakatau mengirimkan bola api dan debu ke udara, yang kemudian terbawa angin ke arah utara. Anak Gunung Krakatau yang semula hanya diidentifikasi oleh para nelayan sekitar sebagai “asap hitam yang muncul dari dalam laut ini,” kini sudah terlihat jangkung di atas permukaan laut. Tingginya mencapai 280 M. Anak Gunung Krakatau ini hidup dan bertambah jangkung 5 CM tiap bulannya. Selain memiliki paket Krakatau Tour, Krakatoa Nirwana Resort juga memiliki paket diving. Ini juga menggenapi wisata petualangan di Krakatau. Bukan hanya melihat lidah api raksasa yang menjilati ujung gunung, peserta paket diving bisa melihat keindahan taman laut plus menjejaki nilai historis Krakatau dengan melihat evolusi gunung tersebut dari bawah laut. “Pariwisata Lampung memiliki kelebihan di wisata adventure dan wisata di alam,” ujar Seno Adhikawanto, Chief Marketing Officer Hotel & Resort PT Bakrieland Development Tbk. Tour dan diving ke Krakatau hanyalah sebagian dari paket-paket wisata yang dimiliki Krakatoa. Banyak sekali fasilitas wisata bahari dan outbond yang bisa dinikmati di Krakatoa. Menurut Yudha Muchty Zain, Chief Finance Officer Hotel & Resort PT Bakrieland Development Tbk, Kalianda Resort adalah kawasan pantai yang tertutup, dari ujung ke ujung dan ada petugas keamanannya, sehingga kenyamanan pengunjung terjamin. “Saat ini sedang dilakukan proses pembenahan pantai, seperti pemindahan karang agar lebih aman untuk berenang dan pemindahan tambak udang. Desainnya nanti dimaksudkan seperti Legian tapi kecil. Seperti mini Kuta, walaupun memang ombaknya tidak sebesar di Bali,” imbuh Yudha. Bila di pantai lain fasilitasnya terpisah-pisah antara satu blok dengan lain, maka di pantai ini menganut sistem terpadu atau terintegrasi. Saat ini proses pengembangan memang belum selesai. Dikatakan Yudha, dalam setahun ini sudah dialokasikan dana Rp20 miliar untuk biaya pengembangan aktivitas pantai. Tahun 2008 ini sudah dimulai pembukaannya. Tahun depan akan dimulai pengembangan fasilitas-fasilitas lain untuk melengkapi sarana-sarana yang sudah ada. Proses pengembangan pantai diarahkan untuk pembangunan sarana aktivitas pantai yang lebih landai dan lebih lebar. Saat ini Krakatoa memiliki fasilitas olah raga dan rekreasi laut seperti jetski, canoing, banana boat, cruising, fishing, Sea Life (atraksi lumba-lumba). Dan dalam waktu dekat juga akan dibangun driving range dan kolam renang laut (sea pool) “Akan dibangun kolam lumba-lumba dan penangkarannya. Targetnya tahun 2009 selesai. Kita harapkan daerah Kalianda Resort dapat menjadi sentral wisata di Lampung,” ucap Yudha tentang fasilitas yang terus akan dikembangkan Krakatoa. Sekalipun Krakatoa terletak di ujung selatan Pulau Andalas, bukan berarti hanya membidik pengunjung dari Bandarlampung melainkan juga pengunjung dari Jakarta. “Kami menggunakan istilah ‘jemput bola’ bagi warga Jakarta dengan transportasi darat dan laut. Transportasi darat dengan menggunakan bus eksekutif. Sedang transportasi lautnya kita kerjasama dengan perusahaan Ferry di Pelabuhan Merak. Lampung sendiri juga merupakan pasar yang bagus. Orang Bandarlampung juga banyak yang berduit. Mereka umumnya pengusaha perkebunan. “Di sini ada juga potensi wisata fishing terutama bagi penggemar ikan Black Marine dan Blue Marine seperti di Bali, Pelabuhan Ratu, dan Lombok . Kami akan mem-fotocopy nuansa Bali. Apalagi dengan fasilitas antar jemput yang memudahkan para tamu, orang Jakarta akan merasa tidak perlu jauh-jauh lagi ke Bali . Cukup ke Lampung saja,” pungkas Yudha solutif. |