Advertisement
Advertisement
Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Beras Hitam, Si Buruk Rupa Bernilai Jual Tinggi
Monday, 24 November 2008

Agribisnis GaneshaHitam seringkali berkonotasi negatif, tetapi tidak dengan beras hitam. Dari sisi manfaat ia berkhasiat obat, dari sisi bisnis nilai jualnya lebih tinggi. Russanti Lubis

Beras putih, tentu Anda sudah mengenalnya. Beras merah, Anda pasti juga sudah pernah menyantapnya. Bagaimana dengan beras hitam?

Kata beras mengacu pada bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisahkan dari sekam. Salah satu tahap pemrosesan padi menjadi beras yaitu gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling dengan mesin, sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah yang disebut beras.

Biji padi ini memiliki warna yang berbeda-beda, seperti putih, kemerahan, ungu, dan hitam. Warna ini terbentuk karena adanya perbedaan gen yang mengatur warna aleuron (lapis terluar yang seringkali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit), warna endospermia (tempat sebagian besar pati dan protein beras berada), dan komposisi pati pada endospermia. Misalnya, karena hanya memiliki sedikit aleuron dan kandungan amilosa (pati dengan struktur tidak bercabang) sekitar 20%, maka padi itu menjadi beras putih.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 82/2008

 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda