|
Rasa cokelat memang penuh sensasi. Di Death By Chocolate, sensasi ini pertajam dengan desain resto, brownies yang menyerupai nisan, serta jilatan nyala obor. Russanti Lubis Letaknya di tengah-tengah Jalan Ceremai, Bogor. Ia berada di sebuah rumah tua yang mirip rumah peristirahatan di zaman Belanda. Dinding rumah itu didominasi oleh warna krem dan cokelat kehitaman. Agak susah menyebutnya, apakah rumah makan atau kafe, tapi itulah DBC (Death By Chocolate) & Spageti, yang sering disebut-sebut namanya oleh para penggila cokelat. Masuk ke dalamnya, padu padan warna krem dan cokelat kehitaman masih menguasai setiap sudut tempat makan, yang grand opening-nya 19 Agustus 2006 ini. Di sana terdapat jendela-jendela berbentuk setengah lingkaran, meja dan kursi dari kayu, batu kali yang telah dicat dengan warna hitam yang digunakan sebagai penghias dinding, serta lampu minyak yang belum dinyalakan di siang menjelang sore yang sepi dan basah itu. Ya, memang sepi, karena di sana, saat itu, hanya ada dua pengunjung yang sibuk mengobrol sambil menikmati sajian DBC & Spageti. “Sesuai dengan namanya, makanan unggulan kami yaitu DBC dan spageti. DBC sendiri sebenarnya nama cake yang mirip brownies. Bentuknya oval dan disajikan dengan alas kertas aluminium. Terdiri dari tiga lapis di mana lapisan kedua berupa cokelat. Lalu, di atas brownies kami tempatkan cokelat hitam berbentuk batu nisan, sehingga penampilannya mirip dengan kuburan. Sedangkan spageti, dalam hal ini spageti bakar, merupakan produk unggulan kami yang lain,” jelas Mugi, Wakil Supervisor DBC & Spageti. Di samping itu, resto, begitu Mugi menyebutnya, ini juga menyediakan Spinach Fritata Tomato, Ground Beef, Chicken Mushroom, Tuna, Smoked Chicken, Sausage dan Seafood. Sedangkan sebagai pelengkap tersedia sup ravioli, red kidney beans, sosis, salad, dan omelet. Spageti juga ditawarkan dalam beragam saus seperti carbonara, bolognese, marinara, octopus, dan spicy. Semua makanan ini dapat disantap dengan harga Rp12 ribu hingga Rp30 ribu. “Spageti yang kami sajikan kami buat sendiri sehingga fresh. Demikan pula dengan smoke chicken yang ayamnya kami asapi sendiri,” katanya. Sedangkan untuk minuman unggulannya yaitu Hot by Chocolate, Cool By Chocolate, dan Euphoria by Chocolate, yang ditawarkan dengan harga Rp3 ribu sampai Rp30 ribu. Sebelum memesan, pramusaji akan menawari pengunjung mencicipi DBC yang berada di dapur. Tempat masak itu terletak di sisi kiri resto milik Babby, Tintin, dan Susy ini. Melalui jendela dengan relung berbentuk setengah lingkaran dan gelap gulita itu, secara mendadak akan muncul staf DBC yang mengenakan jubah dan capuchon (Spanyol: tudung kepala, red.) hitam, nyaris menutupi seluruh mukanya. “Adegan” ini mirip dengan film horor. “Kami menamai ruangan ini ruang sensasi. Tujuan kami yaitu memberi efek mengejutkan atau mengagetkan para tamu,” ujarnya. Suasana mengejutkan para tamu ini akan semakin terasa, ketika malam makin merayap ke pukul 20.00 di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. “Kami menguatkan konsep death tersebut dengan mengutus tiga karyawan kami melakukan atraksi berkeliling di antara para tamu, dengan mengenakan jubah hitam. Agar suasananya semakin ‘kena’, lampu-lampu kami matikan dan diganti dengan obor, yang dinyalakan tepat di hadapan para tamu. Pada saat yang sama, mereka akan menanyakan komentar para tamu tentang hidangan yang dipesan,” jelasnya. Perbedaan resto berkonsep take away dan dine in ini dengan tempat-tempat makan yang menonjolkan usur cokelat, tidak sebatas itu saja. Selain juga menyajikan spageti bakar, yang sejauh ini belum pernah dijumpai di Kota Hujan ini, menu yang disajikan salah satu cabang Apple Pie Group ini murah atau terjangkau oleh siapa pun, meski pangsa pasarnya menengah ke atas dari anak muda hingga keluarga. “Kami menggunakan bahan-bahan yang masih segar dan tanpa zat pengawet. Masa hidup cokelat kami tujuh hari, sedangkan untuk produk Flower By Chocolate bisa bertahan hingga 10 hari. Flower By Chocolate yang isinya stoberi, kacang tanah, dan kacang mete ini ditawarkan dengan harga Rp55 ribu hingga Rp168 ribu/buket untuk yang sudah mekar, sedangkan yang masih berbentuk kuncup dihargai Rp48 ribu sampai Rp103 ribu/buket,” pungkas Mugi. Nah, tunggu apalagi. Selamat menikmati salah satu makanan para dewa ini. Keunggulan DBC & Spageti - Cake unggulannya berpenampilan mirip dengan kuburan. - Spageti bakar, menu makanan yang belum ada di Bogor. - Menggunakan bahan-bahan segar, tanpa zat pengawet. - Keberadaan ruang sensasi. - Keberadaan malam atraksi pada setiap malam Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 20.00. - Harga terjangkau. - Kelezatan cokelatnya “mematikan”. Jika ingin mengutip/menyebarluaskan artikel ini harap dicantumkan sumbernya. |