Edisi 82 / April 2008
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank NISP Tingkatkan Low Cost Funding
Wednesday, 30 April 2008
Bank NISP terus menggenjot perolehan dana murah (low cost funding). Hingga akhir Maret tahun ini bank tersebut berhasil memperbaiki komposisi dana pihak ketiga. Porsi giro dan tabungan meningkat secara signifikan, masing dari 13,3% dan 20,6% menjadi 20,5% dan 26,7%. Sedangkan deposito turun dari 66,1% menjadi 52,8%. Total dana pihak ketiga mencapai Rp 20,7 triliun, naik 3% dari Rp 20,1 triliun. Membaiknya komposisi dana pihak ketiga ini memberikan kontribusi pada peningkatan Net Interest Margin (NIM) menjadi 4,99%, ketimbang periode sama tahun lalu yang sebesar 4,40%. Menurut Pramukti Surjaudaja, Presdir Bank NISP, meningkatnya dana murah itu antara lain diperoleh dari produk TANDA NISP dan TAKA NISP yang masing-masing naik 33% dan 37%, dibanding periode sama tahun lalu. “Kami akan terus pelihara dan akan menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan nasabah,” katanya. Tahun ini Bank NISP telah membuka 93 kantor baru dan 148 ATM di berbagai kota, investasi core banking system baru dan pendirian gedung pelatihan. Sebagian kantor baru belum memberikan kontribusi profit. Oleh karena itu, beban operasional masih cukup tinggi. Ditambah dengan adanya fluktuasi nilai surat berharaga, otomatis mengurangi perolehan laba bersih Rp 54,2 miliar atau 34% dari Rp 81,9 miliar pada triwulan tahun lalu. Porsi kredit naik 17% menjadi Rp 18,9 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan kredit tersebut mendorong peningkatan pendapatan bunga bersih 15% menjadi Rp 302,4 miliar dibandingkan  Rp 263,2 miliar. Kredit itu antara lain Kredit Modal Kerja (45,0%), Investasi (26,6%) dan consumer (28,4%). NPL per akhir Maret 2,14% jauh dibatas maksimal yang ditentukan oleh BI sebesar 5%. Selama 67 tahun melayani nasabah, Bank NISP mencatat pertumbuhan yang signifikan. Dalam sepuluh tahun terakhir asset tumbuh dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 29 triliun dan laba bersih dari Rp 24,41 miliar menjadi Rp 250,08 miliar. (RS)
 
Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Advertorial
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertisement
Polling
Setujukah Anda bila UKM masuk bursa ?
 
Advertisement
Advertisement
Advertisement
© 2008 Peluang Usaha dan Solusinya