|
Mengapa banyak orang tertipu undian berhadiah? Mengapa banyak orang yang pendidikannya cukup tinggi bisa tertipu dukun-dukun “pengganda” uang? Karena di tengah sengitnya kompetisi yang dibarengi dengan semakin terbatasnya sumberdaya alam telah menggeser pola pikir seseorang. Banyak orang yang dicap rasionalis sekalipun terjebak ke dalam budaya pikir instan sehingga ingin mendapatkan segala sesuatu secara instan, meski tidak masuk akal. Apakah dengan demikian lantas orang tidak boleh menikmati segala sesuatu yang instan, misalnya makanan instan, minuman instan. Meskipun antara fakta di atas dan di bawah sama-sama berlabel instan, tentunya implikasinya tidak sama persis dan tentu saja tidak bisa disandingkan. Banyak hal-hal instan yang memiliki kemanfaatan dan kegunaan dalam jangka waktu panjang (bukan hanya sesaat) dan “masuk akal.” Hal-hal instan dan memiliki manfaat panjang itu di antaranya adalah buku Instant Creativity dan Instant Teamwork karya Brian Clegg dan Paul Birch, yang edisi Indonesianya diterbitkan oleh Esensi dari Erlangga Group. Dalam Instant Creativity, kedua penulis menawarkan 76 cara instan untuk meningkatkan kreativitas pada diri seseorang. Pusat kreativitas manusia terletak pada otaknya. Sayangnya, otak tidak sebagaimana anggota tubuh lainnya yang bisa “diolahragakan” secara langsung. Kaki, misalnya, bisa menjadi kuat dan berotot dengan cara mengolahragakannya. Jogging, lari dengan beban, lari dengan rintangan merupakan beberapa olah raga yang bisa meningkatkan kekuatan dan ketahanan kaki. Hampir-hampir ada semua jenis olah raga yang secara langsung bisa meningkatkan kekuatan anggota tubuh kita kecuali otak. Perlu suatu perancangan khusus jenis aktivitas yang bisa mengolahragakan otak kita sehingga berdaya guna tinggi, di antaranya menumbuhkan kreativitas. “Alat permainan” semacam itulah yang dirancang oleh kedua penulis. Sekalipun sistem kerja otak kita canggih dan kompleks namun untuk mengolahragakannya tak perlu dengan aktivitas yang kompleks dan rumit. Jenis aktivitas yang ditawarkan oleh kedua penulis adalah unik, segar, sederhana tetapi menggairahkan. Istilah kerennya, keep it simple stupid . Setiap jenis permainan dirancang dengan tujuan khusus dengan peralatan khusus serta durasi waktu tertentu juga. Karena bersifat instan setiap jenis permainan rata-rata hanya membutuhkan waktu sepeminum teh (ada yang 5,10,20 menit). Sekalipun waktu yang diinvestasikan tidak terlalu banyak namun hasilnya bisa dirasakan seumur hidup, karena tidak ada teori “penyusutan” dalam kreativitas. Semakin banyak digunakan kreatifitas akan semakin berkembang. Buku ini sangat cocok untuk Anda yang: Mengalami kemandekan dalam pemahaman masalah dan tujuan. Memerlukan inspirasi dalam memecahkan masalah dan menciptakan gagasan baru. Menerima segala macam masukan serta menyaring dan memolesnya. Ketika lulus kuliah dan melamar pekerjaan menjadi wartawan di sebuah media massa nasional, saya merasa agak sedikit “dilecehkan” dalam tes awal. Semula saya mengira panitia rekrutmen akan menguji saya untuk menulis features, opini ataupun jenis kegiatan jurnalistik lainnya. Tiba di lokasi tes, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok yang terdiri atas lima sampai enam calon jurnalis duduk mengitari meja bundar dengan tumpukan kertas yang telah dipotong-potong. Aturan mainnya singkat sekaligus membingungkan: kelompok tersebut harus menyelesaikan pekerjaannya dengan potongan-potongan kertas tadi. Syaratnya anggota yang satu boleh memberikan potongan kertas yang menjadi bagiannya kepada anggota lain tetapi tidak boleh meminta kepada anggota lainnya. Apa boleh buat, panitia rekrutmen mempunyai otoritas sepenuhnya atas cara yang ditempuhnya untuk menerima wartawan baru di medianya. Di kemudian hari saya tahu maksud dari tes tersebut meski masih belum bisa memahami kaitan kompetensi menyambung-nyambung kertas dengan kemampuan jurnalistik seseorang. Tes itu terlihat konyol. Ya, memang seperti pengakuan penulis Instant Teamwork sendiri, terkadang jenis-jenis permainan yang mereka ciptakan terkesan konyol bagi para pesertanya. Namun kedua penulis menggaransi bahwa permainan yang mereka tawarkan bukanlah hal yang konyol. Instant Teamwork menawarkan 72 latihan yang bisa mengembalikan kreativitas, keterpaduan dan semangat tim. “Dalam lima menit, tim Anda akan merasakan hasilnya setelah menerapkan kiat-kiat dalam Instant Teamwork (sampul belakang).” Kalau Anda tidak percaya terhadap pernyataan ini, maka hal inilah adalah awal yang baik. Berarti implikasi dari ketidakpercayaan ini haruslah menggerakkan Anda untuk membeli buku ini, kemudian membaca dan mempraktekkannya. Percaya atau tidak Anda tidak menyalahkan diri sendiri ketika sudah membaca dan mempraktekkannya. (sukatna) |