Biar Bisa Beryoga Secara Murni Hampir setiap tempat senam menyediakan fasilitas yoga. Namun Rumah Yoga didesaian khusus agar pelatihan yoga bisa dilakukan secara murni Russanti Lubis Yoga (Sansekerta: penyatuan, red.) bukanlah hal baru di Indonesia. Sesuai dengan artinya, salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu ini, menyatukan latihan fisik dan pernafasan dengan pengendalian pikiran. Pada umumnya, masyarakat global menggunakan yoga sebagai salah satu pengobatan alternatif, di samping meningkatkan kebugaran. Demikian pula dengan Amalia Wirjono, Dian Mediana, Tami Arifin, Anita Pasaman, dan Afi Shamara. Setelah meraup banyak manfaat dari beryoga dan “lelah” berlatih yoga dari satu rumah ke rumah, dari satu guru/pelatih yoga yang satu ke guru/pelatih yoga yang lain, dan dari masal ke privat, pada akhirnya kelima sahabat ini berinisiatif untuk membuat sendiri studio yoga. Lalu, empat tahun silam, ide ini mereka tuangkan dengan mendirikan studio yoga, yang dinamai Rumah Yoga. Rumah Yoga yang bercat krem itu, berdiri dengan tenang di Jalan Lamandau, Jakarta Selatan. Laiknya rumah, suasana nyaman, tenang, damai, dan rileks pun segera menyambut, begitu kaki menginjak bagian dalamnya. “Pada dasarnya, hampir di setiap tempat senam atau pusat kebugaran selalu tersedia fasilitas yoga. Tapi, kehadiran Rumah Yoga yang mengkhususkan pada yoga, dimaksudkan untuk memberi pelatihan yoga secara murni,” jelas Lessy Bimoadji, General Manager Rumah Yoga Studio & Spa, tentang pentingnya kehadiran Rumah Yoga. Hal ini didukung pula oleh delapan guru (dua di antaranya ekspatriat, red.) yang mengajar di Rumah Yoga, yang diharuskan bersertifikat internasional. “Dengan sertifikat itu, mereka bukan cuma bisa mengajarkan posisi-posisi dalam yoga, melainkan juga anatomi yoga, sehingga bila muncul cidera usai beryoga (biasanya karena salah posisi, red.), maka guru-guru tersebut dapat langsung mengatasinya,” lanjutnya. Selain itu, pengajaran yoga yang dilakukan oleh guru-guru yang baik, akan berimbas pada manfaat yoga yang didapat para muridnya. Sekadar informasi, Lessy menambahkan, idealnya, yoga dilakukan minimum dua kali seminggu. “Sebab, bila hanya seminggu sekali, manfaat beryoga yaitu kesehatan raga dan pikiran, tidak akan diperoleh. Manfaat itu baru bisa didapat, setidaknya dua hingga tiga minggu setelah beryoga secara teratur,” ungkapnya. Sedangkan batas maksimalnya, tak terbatas. “Sepanjang masih kuat, yoga bisa terus dilakukan. Karena, kalau manfaat itu sudah didapat, biasanya mereka tidak ingin berhenti beryoga,” imbuhnya. Rumah Yoga yang berlantaikan kayu ini menyediakan berbagai tipe yoga, di antaranya hatha, vinyasa, dan astanga dengan tarif Rp120 ribu/jam. Uniknya, Rumah Yoga juga memiliki baby yoga, prenatal yoga, dan senior yoga. Baby yoga yang ditujukan bagi bayi berumur dua bulan hingga satu tahun ini, berfungsi untuk menguatkan otot dan tulang, meningkatkan selera makan, serta mencegah kejang perut pada bayi. Tarifnya Rp65 ribu/30 menit. Prenatal yoga merupakan yoga untuk ibu hamil, dengan usia kehamilan dua bulan sampai menjelang melahirkan. Fungsinya, untuk mengatasi sakit punggung yang biasa dialami para ibu hamil, mengatur pernafasan, dan melancarkan proses kelahiran. Tarifnya Rp120 ribu/jam. “Sedangkan senior yoga yang ditujukan bagi mereka yang berusia minimum 45 tahun dengan tarif Rp120 ribu/1,5 jam ini, sekadar maintenance atau untuk menjaga vitalitas. Mengingat usia yang sudah sepuh, biasanya mereka sudah tidak mampu melakukan aktivitas berat,” jelasnya. Sesuai dengan konsepnya, Rumah Yoga yang hingga kini telah memiliki 1.000 peserta ini adalah sebuah rumah, maka dua studio yang dimilikinya tidak berukuran besar. “Hal ini, dimaksudkan agar para guru dapat memperhatikan secara cermat, setiap gerakan para muridnya, seperti orang tua memberi perhatian terhadap anak-anak mereka,” katanya. Dalam studio yang berukuran lebih besar mampu menampung 10 hingga 12 orang, sedangkan studio yang lain hanya mampu diisi delapan orang. Dalam sehari (dari jam 08.00 hingga 21.30, red.), studio-studio ini dipakai secara bergantian oleh enam kelas yang berbeda. Dalam perkembangannya dan juga permintaan konsumen, Rumah Yoga menyediakan fasilitas spa. “Sebagian konsumen kami melontarkan ide untuk membuat spa ini, karena mereka berpikir alangkah nyamannya jika dipijat usai beryoga,” ucapnya. Spa yang tidak menutup pintu untuk mereka yang tidak beryoga di tempat ini, memang tidak seeksklusif spa pada umumnya. Sebab, fungsinya memang hanya untuk leyeh-leyeh. Untuk itu, di sini tersedia tiga fasilitas yaitu refleksi yang mencakup regular, hot stone, dan perpaduan antara hot stone dengan masker kaki atau Rumah Yoga Signature, dengan tarif Rp90 ribu sampai lebih dari Rp110 ribu selama 1,5 jam hingga 1 jam 45 menit. Fasiltas lain yaitu body scrub yang bertarif Rp210 ribu/90 menit dan body massage yang terdiri dari pijat muka, pijat dengan hot stone, dan pijat aromaterapi dengan tarif Rp150 ribu hingga Rp180 ribu. Yoga, kepopulerannya memang timbul tenggelam, seiring dengan kecenderungan gaya hidup masyarakat. Tapi, bagi para pecintanya, yoga yang telah diajarkan sejak ribuan tahun lampau tetap relevan dengan kondisi saat ini. Lebih dari itu semua, yoga mampu memberi sensasi rileks yang luar biasa, sehingga pas untuk siapa pun yang suka memanjakan diri atau ingin lari sejenak dari rutinitas sehari-hari.Nah, selamat mencoba. |