Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Advertorial
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Sumi Hakim, dari Catwalk ke Pepes Nasi
Tuesday, 22 January 2008
Memiliki hobby memasak ditambah kesempatan waktu luang, menjadikan Sumi Hakim terjun ke bisnis makanan. Seperti apakah pesona bisnis model era tahun 80-an ini dalam membuat pepes nasi khas sunda?

 * Fisamawati

Di usia 63 tahun paras Sumi Hakim masih tampak cantik dan segar. Tubuhnya pun langsing terawat berbalut baju biru nan lembut dihiasi syal hitam yang menjuntai dilingkar leher jenjangnya. Meski, pernah didera penyakit kanker, lumpuh dan bisu selama bertahun-tahun, Sumi-begitu ia disapa, tak membiarkan aktifitasnya surut begitu saja. Siapa sangka model seangkatan Poppy Dharsono ini memiliki hobby memasak, lantas mengembangkannya menjadi tambang penghasilan.

            “Saya bukan termasuk orang yang mengeluh pada keadaan. Daripada mengeluh terus-menerus dan merenungi nasib, lebih baik mencari kegiatan positif. Jika sebelumnya saya hobby melukis dan mendesain baju bahkan sampai memiliki butik sampai pabrik garmen, sekarang saya mulai fokus pada masak-memasak. Dulu porsi untuk hobby memasak relatif kecil,” katanya yang ditemui tim Majalah Pengusaha di kediamannya di Perumahan Tanjung Barat Indah.

            Ia memulai bisnis katering makanan tradisional khas Sunda ini secara tidak sengaja. Adanya budaya mudik dengan sendirinya membuat pembantu rumah tangga yang bekerja dirumahnya turut pulang kampung juga. Semenjak itulah, ia terjun langsung ke dapur untuk menyajikan menu lebaran bagi tamu-tamunya. “Tepatnya tiga tahun lalu, saya mulai terjun langsung membuat masakan bagi tamu yang datang di hari lebaran. Maklum pada hari spesial, menu makanan pun harus spesial juga,” imbuh modeling yang pernah memperagakan busana hingga ke Singapura, Hongkong dan Eropa ini.

            Rupanya, Sumi yang pernah menjadi koordinator fashion show bekerja sama dengan Merpati Air, tertarik untuk mengolah masakan dari resep ibunya. Dari ketidaksengajaan di atas, lama-kelamaan perempuan kelahiran 26 Maret 1944 semakin mahir memasak dan menyajikannya untuk umum. Ia pun mantap untuk membuka usaha katering dan mengembangkannya secara serius.

            “Katering yang saya tawarkan adalah menu-menu tradisional khas Sunda tetapi dengan tampilan yang modern, sehingga tetap memiliki cita rasa yang menggugah selera. Ada beberapa pilihan menu yang saya buat antara lain delapan aneka pepes nasi bakar seperti pepes nasi peda, pepes nasi jambal, pepes nasi telur asin, pepes nasi ayam jamur, pepes nasi cumi, pepes nasi udang, pepes nasi tuna dan pepes nasi gepuk sumsum. Delapan pepes nasi baker tersebut disajikan lengkap dengan lalaban ketimun, kol, dan wortel, supaya lebih enak tambahkan sambal bajak,” ucapnya seraya menunjukkan hasil kreasinya.

            Pepes nasi bakar buatan Sumi memang mirip pepes nasi yang sudah ada, tetapi ia memberikan paduan yang menyatu dengan selera penikmat makanan. Ambil contoh pepes nasi peda, umumnya duri ikan peda masih terbawa diolahan pepes nasi, tapi tidak di hasil olahan Sumi. Duri-duri yang terdapat dalam ikan peda sudah hilang sehingga tidak perlu takut tertelan. Belum lagi tambahan daun sho, daun kemangi, dan cabe rawit merah yang berfungsi ganda sebagai pemanis di dalam bungkusan daun pisang tersebut.

            Selain menyajikan delapan pepes nasi bakar, Sumi pun melengkapi sajian dengan aneka pilihan nasi lainnya yang tak kalah menggiurkan. Sebut saja nasi timbel putih, nasi timbel hijau, nasi tutug oncom, nasi merah, nasi kastrol terdiri dari nasi kastrol peda, nasi kastrol ayam jamur, nasi kastrol telur asin, dan nasi kastrol ikan mas. Jika kurang lengkap, Sumi pun menyediakan nasi komplit yang terdiri ayam goreng lengkuas atau ayam panggang, gepuk atau empal goreng, ikan balita atau dendeng ikan mas, sate udang, jeroan, peda santan, jambal cabe hijau, karedok, pepes tahu, teri, telur asin, pepes jeroan ayam, pepes jamur, ulukutek oncom, bakwan jagung, rending, lalaban, ditambah sayur asam atau sayur lodeh kecombrang.

            “Biasanya, kebanyakan orang membuat nasi timbel putih tetapi saya membuat inovasi baru yaitu nasi timbel hijau. Nasi timbel hijau dibuat dengan menggunakan warna hijau alami dari sayuran bayam, sehingga tetap sehat untuk tubuh. Untuk nasi timbel lainnya tetap saya buat inovasi lain, misalnya menambahkan bahan-bahan lain sehingga berbeda dengan makanan sejenis yang dibuat orang lain baik dari rasa dan penampilan,” ungkapnya yang menjual dalam hitungan per paket.

            Sumi menyadari, terjun ke bisnis makanan gampang-gampang susah. Melihat banyaknya para kompetitor dengan andalan menu yang berbeda-beda menjadikan lahan bisnis ini banyak dilirik. Tetapi dengan tekad kuat ditambah kerja keras, ia pun telah memiliki positioning tersendiri di kalangan penikmat makanan. Dalam kurun waktu singkat, pesanan sudah datang membanjiri. Tak banyak promosi yang dilakukan, hanya dari mulut ke mulut saja pesanan pun datang dari Ebiet G. Ade, Guntur Soekarno Putra, Rahmawati Soekarno Putri, bahkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

            “Mereka pesan pepes nasi bakar untuk acara-acara besar seperti open house lebaran yang sifatnya makan prasmanan atau acara besar lainnya. Di acara Fauzi Bowo saja, belum ada satu jam, pepes nasi bakar sudah habis. Tetapi itu, harus mensosialisasikan terlebih dahulu cara membuka nasi pepes yang dibungkus daun pisang agar tampilannya tetap pada semestinya,” katanya yang menerima minimum pemesanan sebanyak 30 pepes nasi bakar.

            Eit, Sumi pun tak hanya mahir membuat pepes nasi bakar saja. Untuk mengenang makanan masa kecilnya, ia membuat sajian makanan tempo dulu antara lain macaroni sekotel, patel tutup, lidah jamur saus putih, ayam kodok komplet, kroket belanda, resoles keju, lumpia sayur, kari puff dan zupa puff. Makanan ringan pun ada seperti colenak (Dicocol enak, red) enten keju, colenak kacang kelapa muda, surabi oncom, sarikaya, rujak atau asinan. Sedangkan untuk minumannya tersedia goyobod, cendol, orange punch dan nata de coco selasih.
 
© 2008 Peluang Usaha dan Solusinya