Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Advertorial
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Keuangan - Laporan Kas sebagai Laporan Keuangan Satu-satunya, Bisakah?
Friday, 23 November 2007

Peni R PramonoPertanyaan :

Selamat Pagi, bu
Ini saya punya sebuah toko grosir dan saya selama ini tidak memiliki laporan keuangan seperti neraca dan rugi laba. Apakah kalau saya hanya punya laporan kas, sudah bisa dibilang laporan keuangan?

Ari – Bandung

Jawaban :

Laporan kas sebagai laporan keuangan, bisakah? Bisa sekali. Kenapa? Karena sebenarnya semua usaha dari yang paling kecil sampai yang paling besarpun dimulai dari kas keluar dan masuk. Usaha skala UKM terutama bahkan paling akrab dengan laporan kas. Laporan kas adalah laporan uang tunai yang keluar dan masuk kantong perusahaan. Yang perlu dicermati adalah uang masuk itu uang masuk dari mana. Karena di sebuah perusahaan uang bisa masuk dari pinjaman, apakah itu pinjaman dari bank atau pinjaman dari teman atau pinjaman dari bos sendiri. Uang juga bisa masuk dari hasil usaha atau penjualan inventaris perusahaan, kan. Nah, uang keluar juga sama, bisa untuk bayar cicilan hutang, bisa untuk kegiatan usaha dan bisa juga untuk pembelian inventaris yang baru: mebel kantor, kendaraan niaga ataumobil manajer. Malah bisa ada tambahan 1 saluran lagi di lingkungan UKM, yaitu pengeluaran pribadi pemilik.

Itu berarti kalau kita menggunakan laporan kas sebagai laporan keuangan satu-satunya, kita mesti memperhatikan beberapa hal ini:
1. Tidak masalah menggunakan laporan kas sebagai laporan utama, terutama bila perusahaan 
    menggunakan cara pembayaran tunai baik untuk penjualan maupun untuk pembelian. Bila tidak,
    laporan kas harus dilengkapi dengan catatan hutang dan piutang.
2. Laporan kas yang baik adalah laporan yang sudah dipilah jenis kegiatannya. Menggunakan
    program spreadsheet akan sangat membantu. Pilahlah kegiatan perusahaan dalam 4 kategori:
    Investasi, Permodalan, Operasional dan Prife.
3. Laporan kas sebagai laporan utama sebaiknya hanya dipakai untuk perusahaan dagang.
    Perusahan industri yang banyak menggunakan mesin berat dengan tingkat depresiasi dan  
    investasi yang tinggi sebaiknya melengkapi laporan kasnya dengan laporan rugi laba dan laporan
    neraca.

Jadi dalam kasus Ari yang lebih banyak aktivitas jual beli tanpa harus ada proses produksi, laporan kas masih bisa dipakai sebagai alat pencatatyang cukup ampuh. Oke, sukses untuk toko grosirnya, Ari.

Salam
Peni R Pramono

 

 
© 2008 Peluang Usaha dan Solusinya