|
Pertanyaan : Halo Ibu, Nama saya Demas dan saya adalah karyawan swasta. Sudah lama saya ingin memiliki usaha sendiri, dan tampaknya peluang untuk menuju ke sana semakin terbuka. Saya membaca buku Ibu “Membuat Laporan keuangan Segampang Milik Warung Sebelah” dan saya senang sekali. Sangat gambling dan mudah dipahami. Saya jadi tidak ogah lagi melihat laporan keuangan. Apakah Ibu bias memberikan gambaran untuk perhitungan modal usaha? Kami punya sedikit lahan yang bisa dipakai untuk sebuah warnet dengan kapasitas 20 komputer dan sebuah tempat di dekat rumah, inginnya kami mau buka grosir mainan anak. Kiranya Ibu bisa membantu memberikan gambaran tentang menghitung modal. Hormat saya, Demas – Jakarta Jawaban : Halo Demas, Senang mendengar Anda ingin mulai membuka usaha sendiri. Anda bisa memanfaatkan lahan yang sekarang kosong dan belum dipakai apapun. Pada prinsipnya untuk semua jenis usaha, ada 3 jenis modal usaha : modal investasi, modal kerja dan modal operasional. Besar kecilnya tergantung dari skala bisnis yang bakal ditekuni dan tergantung dari nature of business-nya juga. Maksud saya, tidak selalu modal investasi selalu paling besar. Ada usaha-usaha yang justru modal kerjanya besar misalnya mebel dengan jenis kayu tertentu. Anda mesti stok kayu dalam jumlah banyak sebelum Anda mulai berproduksi. Di area bisnis lain, modal kerja yang dibutuhkan hampir tidak ada. Misalnya, usaha kursus. Materi atau bahan ajarlah sebenarnya modal kerjanya. Dibanding dengan stok kayu tadi, rupiah untuk stok materi relatif tidak banyak. Modal investasi adalah rupiah yang Anda keluarkan untuk memulai usaha, misalnya gedung bangunan, komputer dan perangkat yang lain. Untuk toko grosir berarti itu gedung tempat Anda men-display dan menimbun barang. Modal kerja adalah apa yang Anda perlukan supaya Anda memiliki “barang” yan bisa diperjualbelikan. Sebuah warnet relatif tidak memiliki modal kerja, kecuali tinta dan kertas bila ada orang yang ingin ikut mencetak data di warnet Anda. Untuk toko grosir, banyak sekali, mainan anak-anak itulah modal kerja Anda. Sedangkan modal operasional adalah apa yang Anda bayar rutin setiap bulan tidak peduli apakah usaha Anda laku atau tidak. Masuk di sini adalah bayar pulsa telepon, bayar gaji karyawan, sumbangan-sumbangan, listrik dan kalau ada bunga bank. Bagaimana menghitungnya? Gampang, tinggal dibuat daftar menurun dan diberi angka di sebelahnya. Ada catatan-catatan khusus yang mungkin Anda ingin masukkan, misalnya untuk modal kerja mainan anak, ada barang yang bisa diambil secara kredit, ada konsiyasi ada pula yang harus dibayar tunai. Nah, ini Anda sendiri yang bisa memperkirakan, termasuk besar kecil rupiahnya. Jangan lupa memberi jangka waktu sekian bulan cadangan kas, terutama untuk modal kerja dan modal operasional sampai usaha Anda bisa menutup kedua biaya itu sendiri. Oke, selamat memulai usaha. Kabari saya bila sudah mulai buka warnet dan tokonya. Salam Peni R. Pramono |