Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Totalitas Rasa, Hanya di Anya
Tuesday, 03 April 2007

Sejak didirikan dua tahun lalu Anya Kebab telah berkembang menjadi 26 outlet. Kini Anya menawarkan peluang untuk menjadi mitra dan master franchise di setiap provinsi

Sukatna dan Altiano P. Supit

Untuk sebagian besar mayarakat Indonesia kebab mungkin termasuk kategori makanan unik dan relatif baru. Unik karena keberadaan makanan ini masih jarang. Harap dimaklumi, makanan ini berasal dari Turki dan Timur Tengah. Namun beberapa tahun belakangan ini makanan kebab mulai marak dan ngetren di Indonesia. Salah satu pionir yang memasyarakatkan makanan ini adalah Anya Kebab.

“Kebab itu berbeda dengan makanan yang lain. Unik. Karena kalau makanan ini seperti produk makanan lain akan sulit menembus pasar,” terang Sugiyanto, pemilik Anya Kebab, tentang ketertarikannya berbisnis kebab.

Sekalipun sebelumnya jenis makanan ini tidak terlalu familiar di kalangan masyarakat, Yanto, demikian pria kelahiran Semarang ini akrab disapa, tidak gamang untuk menekuninya. “Yang penting makanan ini dapat diterima lidah Indonesia. Tentu saja dengan melakukan penyesuaian bumbu,” ujar Yanto.

Keyakinan Yanto bahwa makanan ini bisa bersaing dengan jenis makanan lain bahkan suatu saat akan menjadi makanan pavorit mulai terbukti. “Meskipun masyarakat sudah lebih mengenal dulu burger, namun jenis makanan ini tidak bisa menembus ke acara-acara yang sifatnya resmi, seperti resepsi pernikahan. Saya belum pernah melihat,” ucap Yanto.

Namun, lanjutnya, kebab yang lebih dikenal masyarakat belakangan malah sudah bisa menembus acara resmi dan semi resmi, misalnya resepsi pernikahan, meeting, arisan maupun pengajian. “Kita sudah ratusan kali mendapat order ke acara-acara seperti itu,” tandas Yanto. “Dan sekarang ada tren anak muda menyukai kebab.”

Selain itu segmen pasar kebab juga terbentang luas, mulai dari anak-anak hingga orang tua, mulai dari kalangan menengah ke bawah sampai menengah ke atas. Karena pasarnya sangat luas ini, peluang bisnis kebab selalu terbuka.

Anya Kebab didirikan dua tahun lalu. Anya memiliki arti demi keagungan. “Saya membuat nama yang simpel, mudah diingat namun mengandung arti,” ujar Yanto di balik alasannya mengusung nama Anya.

Anya yang berlindung di bawah payung bisnis CV Cipta Gemilang Karya Mandiri ini mengalami pertumbuhan pesat, hanya satu tahun dari sejak didirikan. Yanto yang melihat peluang terbentang ini mengembangkan Anya menjadi 14 gerai. Namun sejak 2005, strategi ekspansinya diubah dengan pola franchise.

Melihat peluang yang terbentang ini Yanto terus mengembangkan gerainya hingga 14 outlet.  Namun sejak 2005, strategi pengembangan Anya Kebab.

Menurut Yanto, kelebihan Anya Kebab adalah tidak memungut franchise fee kepada mitranya. Anya Kebab hanya memungut royalty fee 5 persen. Itupun jika omset mitra telah mencapai Rp 2 juta/bulan. “Kelebihan lain, semua kebutuhan mitra mulai dari bahan baku sampai peralatan diproduksi sendiri oleh Anya Kebab sehingga kontinuitas pasokan akan terjamin. Berbeda dengan franchisor yang mengandalkan pasokan dari pihak lain, ketersediaan bahan baku dan alat sering terganggu. Hasil survei saya membuktikan hal ini,” papar Yanto. 

Untuk bisa bergabung dengan Anya Kebab calon mitra harus membayar investasi paket usaha sebesar Rp 15 juta. Investasi itu sudah meliputi pembelian gerobak yang memiliki 14 item, frame oven dengan 7 item, gas elpiji  dua item, pengering empat item, pelatihan, alat bakar tiga item, alat sayur dan saos 23 item serta bahan jualan 11 item.

Anya Kebab memiliki tiga menu utama Kebab Blenger, Kebab Besar/Kecil dan Roti Kebab. “Masalah rasa memang subyektif. Kita mengklaim kebab kita yang terenak, kebab X mengklaim kebabnya yang terenak. Tetapi yang pasti Anya Kebab memiliki totalitas rasa tersendiri sehingga terasa khas, terutama untuk daging dan lebanesnya, karena keduanya diproduksi sendiri oleh Anya Kebab,” terang Yanto sambil menyebutkan pihaknya menawarkan paket outdoor dan indoor dengan nilai investasi yang sama Rp 15 juta.

Untuk paket outdoor bersifat mobil. Artinya, jika di suatu tempat penjualan mitra tidak sesuai dengan yang diharapkan maka ia bisa pindah lokasi. “Ketentuan kami adalah target market bukan radius. Misalnya saja ada mitra yang mendirikan gerai di Gunadarma dan mitra lainnya di UI. Meskipun kedua gerai itu hanya berbatas pagar tetapi karena target segmennya berbeda ya kami ijinkan,” sebutnya.

Sistem kemitraan yang ditawarkan oleh Anya Kebab ini, menurut Yanto, mendapat sambutan positif, terutama terhadap produk Anya. Banyak permintaan untuk membeli secara terpisah produk daging dan burner berenergi listrik. “Kami menjwab produk Anya hasnya bisa dibeli paket bukan terpisah. Sepengetahuan saya burner listrik hanya kami yang punya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Anya masih mencari mitra dan master franchise. Untuk master franchise ia membuka peluang di seluruh ibukota provinsi, kecuali di Bandung karena di Kota Kembang ini Anya sudah memiliki master franchise.

Segendang sepenarian dengan Yanto, Direktur Utama Cipta Gemilang Karya Mandiri Novita Wahyu Setyowati mengungkapkan Anya Kebab masih membuka peluang untuk calon mitra dan master franchise.  “Sebentar lagi kita akan buka lagi di Semarang dan Surabaya,” kata wanita yang akrab disapa Ayu ini. Siapa yang ingin jadi mitra berikutnya?

Didasarkan pengalamannya mengelola gerai Anya Kebab, Ayu mengatakan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai BEP adalah 8-12 bulan.

 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda