|
Wednesday, 05 September 2007 |
 Serahkan segala sesuatunya kepada ahlinya, demikian nasehat yang diberikan agama maupun para cerdik pandai. Sedangkan keahlian sendiri merupakan kristalisasi pengalaman yang panjang dari pelakunya. Pengalaman menekuni profesinya inilah yang dibagikan oleh Evie Ngangi, Uud Machmud, Hadi Hartono dan Fajar S, Pramono dalam buku mereka Jangan Mau Jadi Istri Saja Easy Ways Start Business for Woman, Bila Ingin Kaya Raya Stop Mengerjakan Bisnis, Sukses Mengelola Minimarket Modal Kecil Untung Besar dan Rahasia Sukses Ngutang di Bank.
Secara agak provokatif Evie mengajak ibu-ibu rumah tangga agar tidak sekadar menjadi ratu rumah tangga, namun juga menjadi pebisnis yang tangguh. Dengan persuasive disertai argumen-argumen yang didukung bukti-bukti empiris ia memaparkan bahwa siapa pun ibu rumah tangga itu (seperti dirinya sendiri ketika mengawali usaha) akan mampu menjadi pebisnis yang tangguh. Apa yang mesti dilakukan dan apa persyaratan mendasar untuk menjadi pebisnis ibu rumah tangga yang berhasil? Anda sendirilah yang mesti membaca buku ini.
Sementara itu Uud Machmud yang sukses merintis dan membesarkan UM-1, produk-produk perawatan mobil, membagikan pengalamannya secara detil melalui bukunya tersebut. Bagaimana merintis suatu produk, mengembangkan, serta melakukan promosi dan liku-liku pendistribusiannya dijelaskan secara gamblang dalam buku ini. Buku ini mengupas tuntas segala macam kiat di dalam merintis dan mengembangkan suatu usaha. Oleh karena itu, buku ini layak dibaca baik bagi para pembaca yang berada dalam tahap perintisan usaha maupun yang sudah memiliki usaha. Bahkan, di dalamnya disertakan cara-cara mengubah mindset kita yang selama ini didominasi keinginan untuk menjadi karyawan atau orang gajian menjadi seorang entrepreneur.
Bagi Anda yang tertarik untuk berbisnis minimarket, rasanya belum klop kalau belum membaca buknya Hadi Hartono. Pengalaman Hadi bertahun-tahun mengelola minimarket tentu merupakan suatu panduan yang sangat berharga bagi para pembaca yang ingin membuka usaha sejenis. Bagaimana mendirikan minimarket, menjalankan operasionalnya, serta langkah-langkah mencapai target yang ditetapkan semua sudah termuat dalam buku ini. Jadi buku ini selayaknya buku pintar untuk menjalankan bisnis market. Keluhan terbesar dari para pelaku usaha UKM adalah cekaknya modal. Ini bukan berarti modal itu benar-benar cekak. Di perbankan modal ini cukup melimpah ruah. Sayangya banyak pelaku UKM yang tidak bankable sehingga susah untuk mendapatkan akses ke perbankan. Kalau pun akhirnya mendapatkan pinjaman salah mengelolanya. Kalau ini yang menjadi problemanya, maka Anda perlu sekali membaca buku Fajar S Pramono. Sebagai seorang karyawan di sebuah bank pelat merah yang memiliki komitmen tinggi terhadap UKM, Fajar tahu persis A sampai Z baik dari titik pandang nasabah maupun dari bank pemberi pinjaman. Agar Anda tidak terus menerus mengeluh tentang cekaknya modal dan agar Anda tidak salah mengelola uang pinjaman maka sangat layak kalau Anda menjadikan buku ini sebagai salah satu referensi utama bacaan Anda. (sukatna) |