Advertisement
Advertisement
Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Advertorial
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Kemilau Hasil Cuciannya, Kemilau Bisnisnya
Thursday, 26 July 2007
Auto BridalNama Auto Bridal semacam suatu garansi untuk mendapatkan hasil cucian yang memuaskan. Namun bukan hanya itu saja, inovasi dan jaringannya terus terlahir sehingga bisnisnya juga semakin mengkilap. Sukatna  

Memulai bisnis dengan pola franchise mungkin adalah pilihan masuk akal untuk bisa memanen hasil secepatnya. Namun, memilih franchise bukanlah hal yang gampang. Ibarat sebuah perkawinan, salah memilih franchise sama dengan salah memilih pasangan hidup. Bisa dipastikan bahtera itu akan pecah dihantam gelombang. Oleh karena itu banyak yang harus dipertimbangkan dalam memilih suatu franchise. Kredibilitas franchisor, perluasan jaringan, inovasi, promosi dan brand image merupakan beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh calon franchisee.  


Tuah Dari Angka 44

“Semua hal yang dibutuhkan untuk memajukan bisnis mendapat dukungan sepenuhnya dari Auto Bridal pusat. Obat-obatan yang yang kualitasnya terbaik, pelatihan SDM, inovasi dan promosi yang terus dilakukan franchisor membuat kami tertarik untuk bergabung dengan Auto Bridal,” ujar Adi, pengelola Auto Bridal 44 Bekasi, yang juga adik bungsu pemilik usaha Ruswanto.
Keputusan Ruswanto untuk bergabung dengan Auto Bridal sepertinya tepat sekali. Auto Bridal 44 yang terletak di Jalan Swatantra IV/44 Jati Rasa , Jati Asih sudah menunjukkan prospeknya. Belum melakukan grand opening saja, pelanggan sudah banyak mengantre. Pada hari pertama soft opening, sudah 28 mobil tercastat sebagai pelanggannya. Pada hari kedua, hingga pukul 13.30, Auto Bridal 44 sudah berhasil mencuci 27 mobil. “Pelanggannya ada yang datang dari Bekasi Barat,” tutur Adi. Itu artinya, pelanggan Auto Bridal sudah menjangkau radius delapan kilometer lebih.

Adi menuturkan, awalnya sang kakak akan membangun sebuah bengkel di lahan seluas 700 M2 itu. Namun, setelah dipertimbangkan, bisnis bengkel prospeknya tidak terlalu bagus. Karena di sekitar lokasi sudah banyak berdiri bengkel. “Pada waktu saya datang ke pameran franchise di JCC kami langsung tertarik dengan Auto Bridal. Meski di sekitar sudah ada tempat pencucian mobil, namun konsep yang ada di Auto Bridal sangat jauh berbeda sehingga kami yakin bisnis ini akan berkembang pesat,” ujar Adi mantap. Tampaknya keyakinan Adi ini akan terbukti, terutama ketika melihat respon pelanggan selama dua hari pertama pembukaan outlet.
Ke depan, Jalan Swatantra IV akan terus diperlebar oleh pemerintah karena akan menjadi jalur utama yang menghubungkan Bantar Gebang-Bekasi Kota. Dalam kondisi seperti saat ini saja, jumlah mobil yang masuk sudah tembus di atas 25 unit per hari, di kemudian hari tentu jumlahnya akan terus membengkak. “Para pelanggan mengaku puas dengan hasil cucian kami. Mereka menyebutkan, hasil cuciannya bersih sekali dan waktu pengerjaannya juga cepat sehingga mereka tidak harus berlama-lama menunggu,” ungkap Adi menirukan pengakuan para pelanggannya. Bahkan, Adi mengaku, kakaknya tengah mengupayakan agar tempat tersebut juga bisa melayani jasa cuci motor di bawah payung Motor Bridal. “Kita tengah merundingkan dengan Auto Bridal pusat. Prinsipnya sudah saling setuju. Namun untuk jasa cuci motor dibuka pada malam hari. Hal ini agar tidak mengganggu kinerja cuci dan salon mobil,” terang Adi seraya menyebutkan sebelumnya sang kakak juga sudah memiliki usaha penyewaan hall bulu tangkis yang diberi nama Kelly Sports Hall. 


Dominan di Kota Tuban

Kemilau bisnis Auto Bridal ternyata bukan hanya di kota besar saja. Di Tuban, kota di jalur Pantura, Jawa Timur, Auto Bridal juga sangat dominan. Meski harganya relatif premium untuk sebuah kota kecil namun pelanggannya terus bertambah. Dalam sebulan jumlah pelanggan yang masuk ke Auto Bridal 18 ini mencapai rata-rata 900-1000 unit mobil. Suatu prestasi yang luar biasa untuk sebuah kota kecil yang populasi mobilnya tidak terlalu besar. “Mungkin seluruh mobil yang ada di Tuban pernah masuk ke shop kami. Kalau Bapak mampir ke Tuban mungkin Bapak akan melihat semua mobil yang ada di Tuban ditempeli stiker Auto Bridal,” tutur pemilik Auto Bridal 18, Mohammad, sambil tertawa.

Kisah berjodohnya pengusaha kayu dengan Auto Bridal ini terjadi pada tahun 2006. Waktu itu, Mohammad, yang tengah pergi ke Malang mencucikan mobilnya di sebuah shop Auto Bridal di Malang. Terkesan dengan hasil cuciannya yang memuaskan, pria penghobi otomotif ini langsung menanyakan nomor kontak Auto Bridal pusat. “Saya sempat menyatakan ketertarikan saya melalui SMS,” ujarnya.
Demi meminang Auto Bridal, akhirnya Mohammad rela berkendara dari Tuban ke Kudus untuk menjumpai bos Auto Bridal Henry Indraguna yang waktu itu menghadiri grand opening Auto Bridal 9 di Kudus.  “Ternyata lamaran saya diterima,” kata Mohammad sambil bercanda.

Tempat usahanya di Jalan Basuki Rahmad 96, merupakan jalan protokol di Tuban, yang semula ia niatkan untuk showroom mobil seken ini kemudian disulap menjadi shop Auto Bridal. Ternyata bisnis ini langsung melesat. Meski di sekitar wilayah tersebut ada beberapa tempat pencucian mobil, kehadiran Auto Bridal tetap dominan. “Bahkan anak-anak pun menyukai tempat kami. Menurut beberapa pelanggan, justru anak-anak merekalah yang mengajak orang tuanya mencuci mobil di Auto Bridal,” ucap Mohammad. “Mungkin anak-anak menyukai cuci mobil yang menggunakan salju dan ice cream,” duga Mohammad. Anak-anak memang bukan pengambil keputusan tetapi dari merekalah keputusan diambil. Demi anak, biasanya orang tua rela mengalah, apalagi kalau pilihan anaknya itu memang bagus.
Sebagai penghobi otomotif, Mohammad kemudian mensinergikan bisnis jasa cuci dan salon mobil dengan dealer mobil seken. “Entry point-nya  di jasa cuci dan salon mobil. Sambil menunggu mobilnya dicuci dan dirawat, pelanggan bisa melihat-lihat mobil yang dipajang. Barangkali mereka ingin ganti mobil,” strategi Mohammad. 


 
© 2008 Peluang Usaha dan Solusinya