Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Daging Tiruan Untuk Para Vegetarian
Tuesday, 10 July 2007

Keistimewaan lain resep yang dipakai di restoran tersebut, seperti dijelaskan Kasan, adalah menghindari pemakaian bahan penyedap kimia, termasuk bawang putih. Sebagai gantinya cukup mempergunakan jenis rempah-rempah, serta buah-buahan tertentu diblender dan dicampurkan ke dalam masakan. “Penyedap memakai wortel, jagung, bengkoang direbus lama dalam panci sehingga air bersisa tinggal setengahnya, itu adalah sarinya,” ungkapnya. “Sop kambing dibuat dari lobak, wortel, kentang, dihaluskan dengan biji pala lalu dimasak hingga 3-4 jam. Baunya wangi sekali, serta rasanya panas dan juga menyehatkan,” tambahnya. 

Pria asal Medan ini yakin jumlah konsumen vegetarian akan semakin bertambah. Orang-orang semakin mengerti pentingnya memperhatikan pola makan sehingga pasarnya bertambah luas asal standar harga tidak terlalu tinggi. Maka sekali makan di Padmanadi harganya cukup terjangkau antara Rp 25 ribu-Rp 45 ribu tiap menu. “Vegetarian enak kok, membuat badan sehat dan pikiran jadi lebih tenang,” timpalnya. 
Lebih lanjut dijelaskan, menu vegetarian dapat bermanfaat sebagai terapi kesehatan, antara lain mampu menghilangkan timbunan kadar kolesterol sehingga mencegah penyakit darah tinggi, jantung dan sebagainya. Untuk itu ia bertekad mempopulerkan menu vegetarian kepada masyarakat dan tidak segan memberikan harga spesial kepada para pekerja di lingkungan sekitar agar dapat mengkonsumsi makanan ini setiap hari. “Seporsi cukup Rp 8 ribu,” tukasnya. “Saya kepengin bisa membuka restoran vegetarian di kawasan Sudirman agar orang-orang kantoran dapat menikmati menu vegetarian setiap hari sehingga menjadi lebih sehat, “ imbuhnya berangan-angan. 

Tidak tertutup pula kemungkinan mengembangkan bisnis ini melalui kerja sama dengan orang lain. Malah diakui sebetulnya sudah ada beberapa permintaan agar dia mau menjual franchise. Tetapi di samping waralaba ia juga menghendaki kerja sama yang luwes, misalnya calon mitra menyediakan modal 70% untuk tempat dan peralatan, sedangkan ia memasok menu makanan. Namun sebelumnya perlu diingatkan mengelola rumah makan vegetarian memiliki kesulitan tersendiri, dan oleh karenanya pelaku usaha harus memiliki kesabaran lebih. Sebab menurutnya pemilik modal baru bisa berharap dapat meraih untung setelah tahun ketiga. “Semua dijalankan secara pelan-pelan. Menu-menu dipromosikan. Yang datang pesan dua macam menu bisa diberikan tambahan gratis satu macam agar pelanggan merasa senang,” pesannya mewanti-wanti. 

Padmanadi saat ini bisa menampung 500 orang pengunjung sekaligus. Jumlah mejanya ada 40 buah, 25  meja di lantai bawah dan 15 lainnya terdapat di lantai atas. Selain itu Padmanadi memiliki sebuah cabang di Megamall Pluit berupa foodcourt terletak di lantai tiga yang  membidik orang-orang kantoran di situ serta melayani pesanan. Setiap hari rata-rata jumlah pesanan minimal 20 macam menu. “Sewanya mahal sih, memakai hitungan dollar, tetapi karena banyak langganan jadi tetap dipertahankan,” ujar Kasan. 
Meskipun makin banyak restoran vegetarian baru, dengan optimistis ia mengaku Padmanadi adalah yang terbesar dan dengan desain cantik. Tempat ini cukup terkenal,  terutama dari kalangan konsumen orang-orang kantor dan ibu-ibu rumah tangga. Sedangkan pelanggan dari luar Jabodetabek kebanyakan berasal dari Lampung, Palembang dan Bangka. Mereka datang, khususnya pada hari-hari libur. Banyak pula ekspatriat yang tercatat sebagai pelanggannya, biasanya warga Taiwan. Pada hari Minggu mereka datang berombongan dari Tangerang dan sekitarnya, seperti Serpong dan Karawaci. “Mereka biasanya makan banyak, soal harga tidak pernah berhitung,” tuturnya senang.


 
© 2009 Majalah Pengusaha - Peluang Usaha dan Solusinya