|
Friday, 15 June 2007 |
Jarang sekali pengusaha makanan yang menjadikan aspek kesehatan sebagai selling point. Bakso Atom memposisikan dirinya sebagai bakso sehat. Fitra Iskandar Bisnis makanan memiliki pangsa pasar yang sangat luas salah, satunya adalah bakso. Pemainnyapun ada di setiap segmen. Bisa dilihat dari pinggir jalan yang berdebu sampai mal yang sejuk, bakso dinikmati dari berbagai kalangan yang memiliki tingkat ekonomi dan usia yang beragam.
Banyaknya pemain di bisnis ini memerlukan kejelian dan kreativitas yang tinggi agar dapat bersaing dan bisnispun terus berkibar. Caranya adalah menciptakan inovasi makanan yang baru. Satu lagi, memperhatikan tingkat kesehatan makanan. Selama ini isu kesehatan makanan sebagai keunggulan produk jarang diperhatikan pebisnis resto tak terkecuali bakso, padahal makanan sehat dewasa ini sedang trend, di tengah tingkat kesadaran kesehatan masyarakat yang semakin tinggi. Salah satu pemain yang menjadikan aspek kesehatan sebagai strategi utamnya adalah CV Atom Indonesia, group usaha bakso yang menonjolkan keunggulannya sebagai bakso sehat. Dengan mengusung brand Bakso Atom, CV Atom Indonesia memiliki produk khas di antaranya bakso keju, bakso sumsum, dan bakso tahu udang sejak awal memang memberikan perhatian yang besar untuk mengembangkan produk sehatnya dengan mendaftarkan produk ke Badan POM. ” Kami mengembangkan produk bakso sebagai makanan sehat, salah satu sebabnya kami melihat di mana–mana banyak yang menjual bakso namun yang menonjolkan unsur kesehatan tidak banyak,” ujar Prabowo salah satu pendiri CV Atom Indonesia.
Sebab itu bahan baku yang digunakan untuk membuat bakso atom diproduksi secara khusus di rumah produksi yang terletak di daerah Ciputat. Di rumah produksi ini bahan baku dan bumbu diukur dan dipilih. Daging yang dipilih sebagai bahan baku adalah sapi asal Bali. Karena kandungan airnya rendah dan kesat. Prabowo menjamin baksonya tidak menggunakan limbah daging seperti ati, jantung usus, yang dicampur menjadi satu. Harganya berkisar antara Rp 4500 - Rp6500. Tidak seperti diresto bakso pada umumnya bakso atom dijual perbutir bukan perporsi.setiap gerai menerapkan sistem pelayanan self service. Untuk menjaga kualitas terutama rasa, Bakso Atom diusung ke berbagai taman kanak-kanak (TK). Mereka menjadi penilai yang memberikan masukan bagi bagian produksi apakah rasanya enak atau tidak. “Alasannya anak kecil tidak bisa bohong kalau tidak enak bilang tidak enak selain itu juga kami melakukan test market kepada orang tua usia di atas 65 tahun setiap satu bulan,” imbuhnya.
Menonjolkan keunggulan sebagai makanan sehat, merupakan bagian dari keseriusan CV Atom dalam berbisnis. Komitmen dan keseriusan itulah menurutnya yang menjadi kunci dari keberhasilan Bakso Atom yang kini telah memiliki 15 cabang. |