Advertisement
Advertisement
Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Tiga Serangkai Memperkaya Rasa Cakue
Thursday, 28 June 2007
Cakue SemarSuliestyati, Sulina dan Nani berinovasi untuk memperkaya rasa cakue. Kelezatannya bisa mampir di lidah Anda. Fitra Iskandar  


Anda tentu tidak asing dengan cakue, panganan gurih dan asin,  berbentuk bulat panjang  yang kerap disajikan dengan kuah asem manis,  berwarna kuning kemerahan ini. Namun  mungkin Anda setuju kalau  cakue terbilang jajanan yang  masih “langka”. Setidaknya jika Anda mencari pedagang cakue, pastilah tidak semudah Anda mencari jenis jajanan lain seperti, bakso mi ayam, somay, atau martabak.

Bisa jadi panganan ini kurang favorit  lantaran, rasanya kurang menggoda dibanding makanan lain yang kaya akan campuran bumbu dan bahan baku. Satu perbandingan, jika Anda menyantap semangkuk somay,.banyak rasa yang bisa Anda nikmati. Dari bumbunya saja, setidaknya ada tiga rasa yang bisa mampir di lidah; manis kecap, gurih kacang, dan pedas saus. Menunya ikan, kol, tahu, telur, pare kentang dan lain-lain. Nah, Andapun bisa berhitung dan membandingkan sendiri, dari empat jajanan tersebut,  mana yang paling mudah Anda jumpai di sekitar lingkungan rumah. 

Uraian tentang bisnis jajanan favorit di atas dapat memunculkan berbagai kesimpulan. Jika pesimis, mungkin saja kesimpulannya, lebih baik berdagang somay atau panganan lain yang sudah terbukti longlasting alias banyak penggemarnya, dari waktu ke waktu. Kesimpulan kedua jika Anda optimis, menjual cakue lebih masuk akal. Karena pesaingnya sedikit, konsumenpun pasti tetap ada karena cakue bisa jadi jajanan alternatif  bagi mereka yang bosan dengan jajanan favoritnya. Kesimpulan yang terakhir bisa timbul dari dua  pemikiran.
Yang pertama, jajanan favorit (biasanya) adalah jajanan yang kaya rasa. Kedua sedikitnya pesaing adalah suatu opportunity bisnis. Kalau digabungkan, maka solusinya adalah melakukan terobosan; menjadikan cakue panganan yang kaya rasa  sehingga digemari banyak orang. 

Itulah yang dilakukan Suliestyati, Sulina dan Nani, saat memulai usaha Cakue Semar. Suliestyati –yang kebetulan mendapat tugas meramu resep, menciptakan kreasi cakue dengan  memberikan kucuran toping yang memikat. Ia menambahkan saus tomat, keju, mozzarella, sosis daging sapi cingcang, udang dan ayam cincang, coklat. Semuanya memang tidak dicampurkan kedalam satu porsi cakue, tetapi dibagi ke empat macam cakue yakni  mozza, chili& cheese,  prawn stick., choco & cheese.
Cakue Semar
Sekadar gambaran, mozza cakue  memiliki rasa yang hampir mirip pizza. Sedangkan chili & cheese rasanya “kembar” dengan hot-dog. Prawn stick yang ditaburi ayam dan udang cincang agak menyerupai rasa somay. Dan cakue yang terdapat rasa manis coklat adalah choco & cheese, yang menurut Sulies sengaja ia ciptakan untuk konsumen anak-anak. 

Usaha Cakue Semar Bandung ala  Sulies (dan kawan-kawan) mulai dibuka sejak Oktober 2005. Berawal dari sering menghabiskan waktu bersama hunting tempat makan favorit. Tercetuslah ide melakukan aktifitas yang menghasilkan.bisnis cakue. Dari motivasi yang tadinya berbau ‘iseng-iseng’ bisnis yang dijalankan 3 pasang suami istri ini ternyata menghasilkan pemasukan yang terbilang lumayan. Pada  hari biasa gerainya yang berada di Bintaro Jakarta Selatan mampu menghasilkan pendapatan Rp 400 ribu. ”Saat akhir pekan, pendapatan bisa tiga kali lipat,” ungkap Sulina,  yang kebagian mengurusi administrasi keuangan  Cakue Semar Bandung.
 

Di sekitar Jakarta, Cakue Semar Bandung baru memiliki dua gerai. Satu di kawasan Bintaro, dan satu lagi berada di Sentul yang merupakan usaha franchise. Melihat respon yang cukup lumayan dari konsumen, tiga serangkai ini memang telah melebarkan usahanya menjadi usaha franchise. 
Cakue Semar Bandung sebenarnya bukan brand yang diciptakan Sulies dkk.Warga Bandung mungkin telah lama familiar dengan brand ini, karena sudah ada sejak lama. Gerainya pun banyak dijumpai di Bandung. Willy sang pemilik Cakue Semar Bandung memberi kepercayaan kepada Sulies untuk melakukan kreasi produk sekaligus menjadi master franchise di Jakarta.
Uniknya, Willy tidak membebankan franchise fee kepada Sulies layaknya menjual waralaba. Sulies hanya diwajibkan membeli adonan  cakue dari Willy. Jika aslinya Cakue Semar Bandung hanya menyediakan cakue original (cakue biasa) dan cakue cakabon (cakue abon) Sulis menambahkan toping ke empat menu cakue hasil kreasinya.”  Kita ambil cakue orisinalnya. Terus kita kombinasi  dengan toping jadilah makanan baru,” ujar wanita kelahiran 40 tahun silam ini. 

Sulina menambahkan pemilik asli Cakue Semar Bandung memberikan kebebasan penuh kepada tiga serangkai ini untuk mewaralabakan Cakue Semar hasil kreasinya.”Jika ada yang ingin membuka usaha cakue dengan toping maka kami yang menangani,“ ujar Sulina. 
Waralaba untuk bisnis ini ditawarkan dalam dua jenis usaha. Peminat tinggal memilih membuka Cakue Semar dengan konsep toko statis yang harganya Rp 20 juta atau portable counter yang dibandrol Rp 15 juta.
 
© 2009 Majalah Pengusaha - Peluang Usaha dan Solusinya