|
Norma Sari Dewi Membagi Waktu Antara Tugas dan Bisnis Pribadi |
|
Monday, 25 June 2007 |
“Learning by doing” adalah kalimat yang tepat untuk marketing research manager PT. Nutrifood Indonesia ini. Pasalnya kalau menilik latar belakang lulusan S1 untuk Program Studi Hortikultura dari IPB, Bogor tahun 1997 dan dilanjutkan dengan S2 pada Program Studi Teknologi Pasca Panen yang dirampungkan tahun 2000 oleh lajang bernama lengkap Maria Isidora Norma Sari Dewi tersebut nyaris tidak nyambung dengan tugas yang digelutinya. Yakni, berusaha memahami perilaku konsumen. Jadi dengan posisi saat ini, sehari-hari ia memastikan bahwa semua proyek riset berjalan dengan baik dan benar.
”Pernah dulu sebagai freelance konsultan tanaman di PT Equilindo Asri, Cimelati, dan pada tahun 2001-2002 saya menjadi kepala produksi di PT Nusa Indah Hortimex (Ostra farm),” tuturnya saat menyinggung pengalaman karir. Selanjutnya ia mulai bergabung di perusahaan yang bergerak di bidang Food and Beverage meliputi produk dengan merek Nutrisari, Tropicana Slim, L-Men, dan WRP itu sejak Mei 2003, dengan awal karir sebagai MT (Management Trainee). Diakuinya, banyak tantangan ketika mempelajari perilaku konsumen secara tepat karena menurutnya mereka itu sangat mudah berubah pendapat. ”Padahal untuk riset kita membutuhkan data yang valid dan reliable,” ucapnya. Selain itu adanya kendala internal background pendidikan sehingga memaksa sulung dari dua bersaudara ini harus belajar banyak.
Nyatanya kendala itu akhirnya dilaluinya pula, malah omong-omong ternyata gadis keturunan Thionghoa satu ini masih sempat menjalankan bisnis sambilan memproduksi boneka washi (boneka Jepang) pesanan. Diceritakan, hal ini berangkat dari hobi pernak-pernik yang unik. Ia sempat diajari cara pembuatannya oleh seseorang dan seterusnya mengembangkan ketrampilan dengan belajar sendiri melalui buku yang dibelinya di Singapura. ”Awalnya sering kasih hasil karya kepada teman, lama-lama banyak yang suka lalu pesan, bahkan ada yang minta untuk dijual lagi,” kisahnya hingga akhirnya niat berjualan. Tidak mengganggu kerja? ”Tidak, karena biasanya saya mengerjakan pesanan setelah pulang kantor malam hari, dan di hari libur,” tukasnya menyudahi. (Wiyono) |