|
Mengisi Pundi-Pundi Uang Bersama X4print Refill |
|
Friday, 22 June 2007 |
Di balik kesusahan pasti ada kemudahan. Itulah hikmah kehidupan Demikian juga ketika kondisi ekonomi belum membaik, muncul sejumlah peluang yang menunggu untuk digarap, salah satunya bisnis tinta isi ulang (refill). Agus Wijaya dan Sukatna
Pada September 2006, berbagai media menyuguhkan angka-angka yang muram: jumlah penduduk miskin per Maret 2006 mencapai 39,05 juta. Angka tersebut mengutip dari Badan Pusat Statistik. Angka itupun belum terlalu menggiriskan. Karena menurut para ekonom yang tergabung dalam Tim Indonesia Bangkita (TIB) angka kemiskinan tercatat 45,9 juta orang. Namun, tak seharusnya kabar ini membuat kita bermuram durja. Karena selalu ada hikmah di balik semua itu. Kondisi ekonomi yang belum membaik membuat banyak pihak melakukan efisiensi dan penghematan. Banyak perusahaan dan kantor-kantor yang mencoba melakukan penghematan terhadap overhead-nya. Salah satunya adalah upaya penghematan terhadap penggunaan tinta printer, yang tentu saja merupakan salah satu perangkat kantor amat vital.
Dengan adanya upaya penghematan penggunaan tinta printer ini tentu saja bisnis tinta isi ulang (refill) seakan menemukan momentumnya. Banyak pihak meramalkan, bisnis yang nilainya triliunan rupiah ini masih prospektif dan akan terus berkembang dalam satu dasawarsa ke depan. Fenomena tersebut yang tak luput dari tangkapan PT Multi Mitra Utama (MMU). Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1997 ini sejak awal telah berkomitmen untuk fokus ke bisnis jasa pengisian tinta dan toner atau yang lebih dikenal dengan refill center. Dalam bisnisnya MMU mengusung brand X4print. “Kami memberikan kesempatan kepada pihak lain yang ingin terjun ke bisnis ini dengan memakai pola franchise,” tutur pendiri MMU, Michael, seraya mengimbuhkan hingga kini X4print telah memiliki 14 gerai atau outlet refill center. Dari 14 gerai ada yang dimiliki oleh pengusaha murni tetapi sebagian milik profesional. “Kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk maju bersama kami,” imbuh Michael.
Disebutkannya, dalam satu dasawarsa ini, bisnis tinta isi ulang masih menuai masa keemasannya, sedangkan para pemain yang bergelut di bidang ini masih belum terlalu banyak, sehingga peluangnya masih sangat terbuka. Tetapi kenapa harus X4print? Menurut Michael, karena X4print mempunyai dukungan (support) secara kontinyu, seperti pelatihan untuk seluruh SDM dengan bimbingan tenaga training yang sudah terlatih, program-program kerja yang sudah ditetapkan oleh store operations untuk setiap kepala toko, hingga kontrol rutin oleh tim monitoring mengenai prosedur standar operasional dan pola kerja tim. “Dengan investasi Rp 155 juta calon franchisee sudah mendapatkan bisnis refill center ini dengan masa kontrak selama 5 tahun. Dengan rata-rata omzet Rp 35 juta/bulan, franchisee bisa mendapatkan titik impas (BEP) dalam kurun waktu lima bulan setelah gerai beroperasi. Profitnya bisa di kisaran 50% dari seluruh produknya,” ungkap Michael seraya mengimbuhkan produk X4print terentang mulai dari jual tinta, toner, continues ink supply system (ICCS/infus) hingga kertas. Dan tiap bulannya, MMU selalu mengeluarkan produk-produk terbaru.
Standar gerai X4print adalah 24 M2 dan setiap outletnya mempunyai 5 orang karyawan yang telah dilatih sebelumnya. “Calon franchisee yang tertarik dengan bisnis refill center X4print tidak perlu terjun langsung kedalam bisnis ini, karena kami akan mengatur dan mengontrol setiap aktivitas yang ada di masing-masing outlet X4print,” tutur Michael yang menambahkan refill milik X4print sangat cocok untuk diisikan ke semua merek printer seperti HP, Canon, Epson, Brother dan Lexmark. Harga produk X4print mempunyai kisaran dari Rp 35 ribu hingga Rp 800 ribu sehingga konsumen mendapatkan banyak pilihan. Selain itu X4 print juga memiliki Refill Kit sehingga konsumen bisa melakukan pengisian ulang sendiri karena di situ terdapat terdapat tata cara dan alat bantu dalam pengisian. “Saat ini produk CISS sangat booming di pasaran, karena kapasitas tintanya sangat banyak sehingga dapat mencetak hingga 400 lembar kertas glossy,” terang Michael. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya itu,, Michael optimistis X4print akan bisa berkembang dengan pesat.
Analisa Bisnis X4print | | Biaya Waralaba | : Rp 50 juta (kontrak 5 tahun) | | Royalty Fee | : 5% dari omzet kotor penjualan/bulan (diambil pada bulan ke-6) | | Total Investasi Awal | : Rp 155 juta(di luar sewa toko dan renovasi) | Perincian Komponen Investasi
| : Franchise Fee Rp 50 juta Fixture Toko Rp 40 juta Security Deposite Rp 15 juta Perlengkapan Toko Rp 35 juta Launching & Izin Rp 15 juta | | Standard Ruangan (minimal) | : 24 M2 | | ROI | : 20-30 bulan | | Margin Profit | : 50% | | Omzet Kotor Penjualan | : Rp 35 juta/bulan | Service dari Franchisor
| : - Bimbingan awal usaha dan strategi marketing - Program training untuk 5 karyawan - Bimbingan dari Store Operation saat buka toko - Monitoring sesuai jadwal yang telah ditentukan - Promosi marketing bersama dengan advertising |
Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi : Dyah Nurhaidah Public Relations
PT. Multi Mitra Utama Rukan Permata Ancol Blok B No. 8-9Jl. RE Martadinata, Ancol Jakarta Utara T/F: (021) 641 4502 / (021) 640 2661, e-mail :
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
atau
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|