Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Blind Café, Nikmati Bersantap dalam Suasana Gelap
Thursday, 04 February 2010

Blind CafeKetatnya persaingan bisnis di tanah pasundan menuntut setaip orang berpikir kreatif. Seperti yang dilakukan Arie Kurniawan dengan menghadirkan Blind Cafe. Meski terasa ganjil, café bernuansa gelap ini mampu menyedot perhatian. Renny Arfiani

Logikanya, dalam keadaan gelap segala aktivitas yang akan dilakukan menjadi kian terbatas. Bahkan sebagian orang yang takut kegelapan kadang nyaris tidak bisa menggerakkan badan sedikitpun. Termasuk untuk aktivitas bersantap alias. Yang pertanyaan menarik, jika ada cafe yang menghadirkan suasana semacam ini dalam pelayanannya, lantas siapa yang mau datang?  

Pertanyaan semacam itu pantas mengemuka ketika mengetahui ternyata ada juga cafe yang mengusung ide tak lazim tersebut. Pasalnya, sepintas cafe ini hanya akan mempersulit diri sendiri saja. Beda orang beda pemikiran. Dalam benak Arie Kurniawan bersantap dalam ruangan gelap akan menimbulkan sensasi tersendiri. Bisa jadi sensasi yang dimaksud pria kelahiran 3 Juni 1975 ini adalah ketika kita makan dalam ruangan yang gelap total, maka indera penglihatan akan berhenti bekerja untuk sesaat, sebaliknya indera pengecap akan merespon rasa makanan dan minuman lebih maksimal yang dipercaya dapat memberikan kenikmatan lain saat bersantap.

Blind CafeDengan pemikiran seperti itulah Arie mencoba mengubah konsep café yang sudah ada menjadi konsep Makan dalam Kegelapan Total dengan label Blind Café tepat 7 Januari 2007 silam. "Awalnya kami membuka restoran Planet Drinks, namun karena berbagai pertimbangan kami mengubah konsepnya menjadi Dining In The Dark. Dengan sedikit renovasi di tempat yang sama, kami mengganti nama Planet Drinks menjadi Blind Café,"  ungkap Arie. Dengan sedikit bercanda, Arie menambahkan "Ini bukan karena kami tak sanggup membayar rekening listrik sehingga alirannya diputus begitu saja". Tetapi gelap gulita di Blind Café memang disengaja karena disitulah letak keunikan yang hendak dijual.

Lebih lanjut Arie menjelaskan perubahan konsep cafénya tidak terlepas dari akibat persaingan bisnis makanan di kota Bandung yang semakin ketat. Berbisnis di tanah pasundan memang harus selalu kreatif, terutama bisnis kuliner. Itulah kenapa Arie berani mengusung konsep café yang agak unik ini. Dirinya mengkalim Blind Cafe merupakan satu-satunya café yang menyuguhkan sensasi makan di tempat gelap. Sebagai pionir Arie sadari betul konsepnya nanti akan banyak ditiru orang untuk itu ia sudah bersiap diri dengan mematenkan konsep café gelap ini.

Blind CafeBlind Café menghadirkan atmosfer yang berbeda begitu pengunjung menginjakkan kaki di pintu depan café. Biasanya jika kita makan di restoran atau café kita akan memilih sendiri letak kursinya, namun tidak demikian di Blind Café. Seorang pelayan tuna netra yang akan akan membantu pengunjung memasuki ruangan gelap yang menjadi tempat makan. Namun sebelumnya pengunjung harus memesan terlebih dulu makanan yang hendak disantap, dianjurkan memilih menu paket sebab makanan sudah dalam bentuk potongan-potongan. Konsep makan di kegelapan benar-benar 'serius', maksudnya tidak ada cahaya sedikit pun yang masuk ke dalam ruangan. Bahkan pengunjung dilarang membawa barang-barang yang bisa memancarkan cahaya.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 96/Juli 2009

 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda