Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Hasil Manis Bisnis Permainan Sains
Thursday, 07 January 2010

Rumah Sains IlmaStigma pelajaran sains memiliki tingkat kesulitan yang tinggi memberi celah terbukanya peluang bisnis. Lewat metode eksperimen dan penelitian yang dikemas menarik, Cakrawala Ilma mencoba memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para siswa. Wiyono

Selain matematika, mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) dikenal menjadi ‘momok’ bagi para siswa. Pelajaran ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Benarkah begitu? Bisa jadi hanya karena cara penyampaiannya yang kurang mengena. Tapi coba bayangkan, apa jadinya jika pelajaran itu diajarkan melalui percobaan atau permainan sains? Misalnya, lewat percobaan membuat capuran bahan kimia yang dapat menggelembungkan balon, membuat es krim tiruan, peluncur roket dan sebagainya.

Bagi peserta didik aktivitas seperti itu jelas menjadi pengalaman yang menyenangkan ktimbang sekadar menghapal teori atau rumus-rumus. Artinya, ketika harus berhadapan dengan pelajaran tersebut, mereka tak perlu lagi terlalu serius dengan kepala tertunduk serta kening berkerut. Kesulitan di satu sisi rupanya memberi kemudahan serta peluang di sisi yang lain.

Kondisi itulah yang coba ditangkap menjadi peluang bisnis oleh orang-orang yang berpikir kreatif. Tak perlu heran jika akhir-akhir ini mulai berkembang tempat atau kelompok belajar yang menyediakan fasilitas permainan sains. Metode hapalan atau hitung-hitungan coba digantikan dengan metode eksperimen serta penelitian yang dikemas menarik bagi anak-anak. Salah satu tempat yang memperkenalkan metode tersebut yakni Cakrawala Ilma atau dikenal dengan nama Rumah Sains Ilma (RSI)yang didirikan pertama kali oleh Abdullah Muzi Marpaung pada tahun 2003.

“Saya punya mimpi suatu saat anak-anak Indonesia memiliki budaya sains, walaupun mereka tidak harus menjadi ilmuwan,” ujar Muzi soal alasan ketertarikannya mengembangkan bisnis ini. Menurutnya, ada beberapa masalah sehingga keinginan itu agak susah untuk diwujudkan. Pelajaran Rumah Sains Ilmasains atau IPA identik dengan pelajaran membosankan, tidak menyenangkan, sulit, dan sebangsanya. Karena itulah RSI dibangun agar bisa mengubah sains menjadi kegiatan yang menyenangkan salah satunya melalui eksperimen-eksperimen.

“Kita ambil contoh, untuk mengetahui bagaimana cara kerja pompa. Maka kita buat pompa dari barang-barang bekas. Dengan demikian ada beberapa manfaat yang diperoleh anak, pengalaman melakukan percobaan, pengalaman menjumpai kegagalan, pengalaman menemukan potensi-potensi yang ada di sekitarnya, pengalaman engineering saat membuat rekayasa,” paparnya.

Secara garis besar produk RSI dibagi dua kelompok, berupa barang dan kegiatan. RSI menyediakan permainan atau alat peraga dengan tema-tema tertentu yang dinamakan kit sains. Saat ini sudah ada sekitar seribu jenis permainan sains yang diciptakan, masing-masing disesuaikan dengan kurikulum standar nasional di sekolah. Meskipun pemasarannya masih terbatas, produk tersebut disediakan untuk umum agar dapat dipergunakan anak-anak di rumah. Harga jualnya sekitar Rp5 ribu/unit.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 95/Juni 2009

 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda