Home
Gapura
Wacana Utama
Peluang
Inovasi
Strategi
Pemasaran
Franchise
Profesional
CEO
Agribisnis
Sukses
Lifestyle
Manajemen
Selepreneur
Finansial
Kontak Bisnis
Kolom
Buku
Advertorial
Resto Area
Yuk, Meraup Fulus dari Bulus
Friday, 11 December 2009

Khairuman, SP, Budidaya labi-labiIndonesia memiliki 22 dari 30 jenis labi-labi yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Pasar labi-labi sebenarnya sangat terbuka lebar, tapi pembudidayanya justru terbilang masih langka. Anda tertarik untuk memanfaatkan peluang tersebut? Russanti Lubis

Tahukah Anda, apa itu labi-labi? Bisa dipastikan sebagian besar dari Anda akan menggelengkan kepala. Tapi, bagaimana dengan bulus? Dijamin, Anda semua akan mengatakan mengetahui pada binatang yang selalu membawa rumahnya ke mana pun ia pergi itu. Padahal, labi-labi (Latin: Trionyx Sinensis, red) dan bulus adalah makhluk yang sama. Bahkan, bagi para pecinta reptil, "saudara" dari penyu dan kura-kura itu sudah tidak asing lagi, baik sebagai binatang peliharaan maupun sebagai bahan pangan dan obat.

Awalnya, kura-kura air tawar (freshwater turtle) ini merupakan hama. Sama halnya dengan Labi-labikomoditi-komoditi penting lain di bidang perikanan, seperti gabus, belut, dan lain-lain. Tapi, kemudian diketahui bahwa bulus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sebab, hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan.

Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa labi-labi merupakan sumber protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A. Bahkan, telurnya pun banyak mengandung leticin (pemecah kolesterol dalam darah, membantu memasok energi ke sel-sel otak, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus).

Daging bulus juga dapat dimanfaatkan sebagai obat. Di Cina, daging hewan ini diolah menjadi obat untuk menyembuhkan luka―termasuk luka setelah melahirkan―, keputihan, dan sesak nafas. Di Jepang, untuk obat TBC dan radang selaput dada. Sedangkan di Hong Kong, empedunya digunakan Labi-labisebagai obat kulit dan untuk menangani keracunan. Di Singapura, abu kepala atau batoknya diseduh dengan air, lalu diminum guna mengobati sakit lambung atau ambein. Sementara cangkang, tulang, dan lemaknya diolah menjadi minyak bulus, yang mujarab sebagai obat kulit.

Selain untuk obat dan dikomsumsi, binatang yang memiliki bentuk tubuh oval dan pipih ini, digunakan pula sebagai bahan baku industri. Untuk industri kosmetik, labi-labi diolah menjadi pengencang kulit muka, payudara, kelamin, dan kulit ibu-ibu yang sudah pernah melahirkan. Sedangkan untuk industri penunjang tekstil, cangkangnya dimanfaatkan untuk kancing baju.

Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Pengusaha edisi 97/Agustus 2009.

 
© 2010 Majalah Pengusaha - Referensi Usaha Anda