|
Monday, 12 November 2007 |
Menapaki jenjang dari seseorang penjual es kelapa muda, Urpan Dani sukses mendirikan beberapa perusahaan. Kiatnya; keikhlasan dan doa.
selengkapnya .. |
|
|
Dapur Solo, Perjuangan Swandani Dari Sebuah Garasi |
|
Friday, 07 September 2007 |
|
Bermodalkan keuletan Swandani berhasil membangun Dapur Solo. Restoran dengan pengunjung tak kurang 200 orang per hari itu embrionya adalah warung rujak kecil di sebuah pojok garasi. Sejak beberapa tahun terakhir ini, Jakarta dibanjiri berbagai rumah makan tradisional.
selengkapnya .. |
|
|
Laris Karena Tuah Pitik Rambut Syetan dan Sambel Iblis |
|
Wednesday, 25 July 2007 |
|
Setelah sukses mengembangkan rumah makan steak Ben Tuman, Ajeng Astri Denaya berhasil mengelola rumah makan Mbah Jingkrak. Keduanya kini dikembangkan dengan model waralaba.
Jalan-jalan ke kota Semarang, kurang lengkap rasanya bila tidak menikmati pitik rambut syetan atau sambel iblis. Jangan kaget dulu, belakangan menu yang terkesan menyeramkan itu memang sedang popular di ibu kota propinsi Jawa Tengah ini. Untuk mendapatkannya tidak perlu laku ritual, tapi cukup datang ke Rumah Makan Mbah Jingkrak. selengkapnya .. |
|
|
Gideon: Hidup Sesuai Amanah Tuhan |
|
Tuesday, 17 July 2007 |
Pengalaman hidup telah mengajarkan berbagai kearifan pada diri manusia. Kearifan inilah yang membimbing langkah Gideon dalam menjalankan roda bisnis. Pengalaman hidup yang berkesan di masa lalu, adakalanya menginspirasi seseorang untuk menggeluti profesi yang dijalani saat ini. Hal ini juga terjadi pada Gideon Hartono.
selengkapnya .. |
|
|
Menaklukkan Metropolitan dengan Modal Kepercayaan |
|
Friday, 06 July 2007 |
|
Bermodalkan uang pinjaman dari seorang teman, Bukhari Usman memba-ngun PT Tachimita Hoka Utama. Kendati sempat jatuh bangun, kini usahanya terus berkembang. Apakah orang harus memiliki setumpuk uang untuk bisa memulai bisnis? Jawabannya: mungkin iya, tetapi tidak harus.
selengkapnya .. |
|
|
Berawal Pahit, Berujung Manis |
|
Friday, 29 June 2007 |
|
Homo Faber (manusia kerja) adalah sosok pasangan Waliyem-Wandiyo. Berawal dari dua sejoli transmigran yang papa, kini menjadi juragan berbagai bisnis di Kabupaten Bangko, Jambi. Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam satu belanga. Itu peribahasa yang bisa menggambarkan pertemuan Waliyem yang berasal dari Godean dan Wandiyo dari Tumut, Sleman Yogyakarta.
selengkapnya .. |
|
|