www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ternama, Pengusaha dan Kaya

Posted by On 02.29

Banyak bisnis selebritis yang kandas di tengah jalan, namun banyak juga yang eksis hingga sekarang. Hanya perlu sedikit kemampuan meramu kelebihan mereka agar bisa menjadi pengusaha yang kaya. Sukatna

Masyarakat luas sempat terperangah ketika media massa mengungkapkan kehidupan beberapa selebritis  (artis, atlet, atau tokoh ternama lainnya) menjalani massa tuanya di sebuah rumah kontrakan dan hidup serba kekurangan. Ada yang mencoba mencukupi kehidupannya dengan menjadi pengojek, ada yang menjadi “satpam.”
Semua profesi adalah mulia, namun kenyataan itu sangat kontras dengan kehidupan dari tokoh-tokoh ternama tersebut pada masa jayanya. Pada zaman kejayaan mereka, penghasilan mereka dalam hitungan jam sudah sama dengan penghasilan mereka sebulan bahkan atau lebih ketika mereka menjadi pengojek atau “satpam.”

Perjalanan orang lain barangkali bisa menjadi cermin, pengalaman bisa menjadi guru. Ghalib kalau pada tahun-tahun berikutnya setelah “kisah sedih” tersebut diangkat ke permukaan, banyak para selebritis yang mulai memikirkan masa depannya setelah mereka “pensiun.” Banyak artis yang berlomba-lomba terjun menggeluti bisnis. Lantaran begitu banyaknya yang terjun ke arena bisnis, tampak luarnya jadi terkesan latah.
Tak pelak lagi, karena sebagian bisnis para selebritis bersifat latah maka bisnis mereka pun hanya berumur semusim. Bermacam-macam sebabnya; ada yang keliru memilih jenis bisnis, ada yang salah kelola, dan karena fokusnya yang terbelah.
Namun sebagian di antara bisnis selebritis itu eksis dan masih berkibar hingga saat ini. “Dalam berbisnis saya tidak latah. Keseriusan saya terlihat dengan merambah bisnis lain, yakni selain menjadi anggota saya juga ikut berbisnis yang sifatnya Multi Level marketing (MLM),” aku Ebet Kadarusman yang sering disapa sebagai Kang Ebet ini.

Menurut pria yang sering mengucapkan “Its nice to be important, but more important to be nice” saat memandu acara ini, melalui bisnis ia ingin memberikan pemahaman—terutama kepada artis muda—agar bisa memanfaatkan penghasilannya sedini mungkin. Sehingga kelak bisa menikmati penghasilan dan investasinya.
Nasehat itu jelas kentara arifnya. Dunia selebritis, terutama para artis, dunia yang penuh persaingan. Selain membutuhkan talenta dan fokus yang tinggi, faktor penampilan fisik sering tidak bisa diabaikan. Padahal sudah menjadi kodrat, penampilan fisik akan semakin menurun ketika faktor usia terus merambat. Dengan demikian keberadaan seorang artis akan sangat mudah tergantikan dibandingkan dengan profesi yang lain. Salah kelola dana di masa jaya bisa berakhir di “gubug derita” pada massa tua. Istilah Kang Ebet, habis manis sepah dibuang, sedang jayanya diagung-agungkan tetapi lambat laun akan lengser sendirinya.

Namun posisi sebagai orang ternama, seperti para selebritis, dalam bisnis sejatinya membawa berkah sendiri. Faktor kepercayaan (trust)—biasanya terkait dengan merek atau nama---sudah digenggamnya. Langkah berikutnya tinggal bagaimana mengelola faktor keternamaan tersebut menjadi sinergis dengan bisnisnya. Pada produk-produk tertentu, misalnya dalam dunia fesyen, seringkali sang artis bisa menjadi pemilik usaha sekaligus modelnya. Maka tak jarang, baju, sepatu, tas atau atribut fesyen lainnya yang semula diniatkan sang artis untuk dibuat dan dipakai sendiri, ternyata dilirik orang lain. Itu sebabnya, banyak artis, terutama kaum Hawa, yang mendirikan butik pakaian atau fesyen karena dirinya sendiri bisa berperan sebagai model bagi produknya. Contohnya Cut Tiffany, bintang iklan yang membangun bisnis butik,  dan belakangan bersama suaminya Andy Surya merambah ke bisnis kargo.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »