www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Adri Manan, Bisnis “Magic On The Sky”

Posted by On 02.28

Melihat animo masyarakat yang tertarik akan  trik sulap, Adri Manan pun menangkap peluang bisnis membuat pernak-pernik sulap bahkan memasarkannya di pesawat. Fisamawati

Dunia memang benar-benar dinamis. Terbukti, para pesulap yang dulu tak ubahnya dipandang seperti badut – penghibur di acara ulang tahun anak-anak – sekarang naik kelas. Saksikanlah di televisi, mereka menjadi tokoh yang kerap dinanti pemirsa dengan bayaran lumayan. Adri Manan, Deddy Corbuzier, dan Damien mereguk puluhan juta rupiah hanya dengan bermain sulap selama 30 menit. Tak heran, tak sedikit orang ingin seperti mereka. Dan melihat tingginya minat masyarakat yang ingin seperti mereka, beberapa pesulap menangkapnya jadi peluang bisnis.

Seperti yang dilakukan Adri Manan, tak hanya menekuni bisnis pembuatan kaca anti peluru selama lima tahun silam hingga sekarang, ia pun merambah bisnis lain. Kali ini, ia memproduksi aneka perlengkapan sulap, tak jauh-jauh dari bidang profesinya. “Iya, saya buka warung sulap. Seseorang bisa memperagakan sulapnya hanya belajar dalam hitungan waktu lima menit saja,” promosi suami sekaligus manager penyanyi mandarin- Meliana Pancarani.

Ketika disinggung keterkaitannya dengan memasyarakatkan sulap, Adri pun membantah. Ia mengaku hanya mensosialisasikan sulap, dimana seseorang yang tertarik dan belajar tentang sulap maka akan mempengaruhi kreatifitas orang tersebut. Tak hanya itu, tujuan lain adalah membuat seseorang tertarik akan sulap. Menurutnya, khususnya di Indonesia sendiri sulit untuk mendapatkan perlengkapan sulap, kalau pun ada biasanya dari luar negeri dan harga yang ditawarkan pun cukup tinggi pula.

“Tetapi saya menawarkan harga yang relatif terjangkau. Dengan kisaran harga dimulai dari Rp. 25 ribu hingga ratusan ribu, cukup murah kan?. Ditambah di dalamnya diajarkan cara pengoperasiannya, jadi sekalian dapat rahasia triknya,” katanya sambil menunjukkan atraksi sulapnya.

Memang jika dilihat dari segi modal, Adri pun mengaku tak banyak mengeluarkan uang untuk per item-nya. Seperti, boneka berbahan pelepah pisang yang diperagakannya. Untuk ukuran boneka yang tak lebih dari jari kelingking orang dewasa ini, Adri memasang harga Rp 100 ribu lengkap dengan kotak eksklusif. Begitu juga dengan item lainnya yaitu permainan kalung, tali temali dan lainnya.

Untuk kreatifitas setiap item perlengkapan sulapnya, Adri pun membuat desain sendiri dengan ide murni maupun referensi dari Amerika dan negara lain. Bisnis tersebut pun tak dilakoni seorang diri, sosialisasi lingkungan pun diterapkannya dengan membuat lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan dalam memproduksi, ia mempercayakan masyarakat sekitar wilayah Sentul, Bogor untuk pengerjaannya- sifatnya home industry.

Sekarang ini, jenis perlengkapan sulap ciptaan Adri berjumlah 25 buah dengan sifat bahan yang beragam seperti kain, logam, kertas, pelepah pisang bahkan besi. Lantas, apa ia tidak takut profesi sulapnya tersaingi? “Tidak. Karena saya sekarang ini memiliki kurang lebih 8000 item sulap. Sedangkan untuk perkembangannya sendiri, setiap minggunya rata-rata muncul item baru berkisar ratusan. Jadi dengan jumlah yang masih saya pegang rasanya tak mungkin,” katanya optimis. Tak hanya itu, sifat permainan sulap pun rentan kadaluarsa. Jika satu permainan tidak dilempar ke masyarakat maka akan ketinggalan baik dari segi trik maupun teknologi. “Perkembangan sulap sangat cepat,” celetuknya.

Beroperasi kurang lebih 2 tahun, Adri pun telah memiliki 5 outlet yang tersebar di Medan, Gelanggang Samudera, Dufan, Mall Taman Anggrek dan Cibubur Junction. Di outlet tersebut, Adri khusus mendatangkan demonstrator untuk memberikan trik kepada para pengunjung, sehingga target waktu lima menit bisa tercapai. “Biasanya saya menempatkan demonstrator selama satu bulan, kemudian dikembangkan oleh pemilik outlet. Jadi sistemnya saya hanya mensuplier perlengkapan sulap. Tetapi sampai sekarang ini, semua masih milik saya sendiri,” imbuh Adri yang diwawancarai di MU Café, Sarinah Thamrin.

Tak puas dengan omset per outlet Rp 300 sampai Rp 500 ribu per hari, Adri pun berekspansi menjual perlengkapan sulapnya di pesawat terbang. Merambahnya target wilayah penjualan tersebut sudah berlangsung enam bulan yang lalu. “Jadi ketika ada seorang ayah yang pergi ke luar negeri dan bingung memberikan oleh-oleh bagi anak-anaknya, perlengkapan sulap bisa menjadi alternatif pilihan. Pastinya, bukan hanya benda yang diperoleh tapi juga kejutan bahwa sang ayah bisa bermain sulap- jadi suatu kebanggaan baru tentunya. Sang ayah bisa belajar di dalam pesawat selama penerbangan, karena target penguasaan sulap hanya hitungan menit,” papar yang melabelkan ‘Magic On The Sky’ untuk bisnisnya ini.

Pria yang juga dinobatkan menjadi Duta Media Against Drugs ini menambahkan, untuk penjualan per outlet mencapai 1000 item per bulannya, tetapi jika di pesawat bisa mencapai 5000 item per bulan atau bahkan lebih. Tetapi ia pun memperhitungkan sistem yang berbeda untuk keduanya. Jika pendapatan di outlet meningkat hingga batas minimal Rp 7 juta, maka ia memberikan bonus 5 persen bagi karyawannya.
Lantas bagaimana dengan kompetitor? “Saya tidak risau. Karena basic-nya saya adalah selebriti magic berbeda dengan pesulap lainnya. Lagi pula, saya sudah menguasai bidang ini, jadi sudah dapat memprediksikan semuanya. Ke depannya, saya ingin membuat ‘Selebriti Magic’ bekerjasama dengan beberapa artis yang menyukai sulap,” katanya yang belum berencana untuk mem-franchise-kan bisnisnya karena beberapa hal. “Padahal sudah banyak yang minta tapi saya tolak. Nanti saja-lah,” katanya mengakhiri.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »