www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pejabat Universitas, Berbisnis Oli dan Ban Bekas

Posted by On 02.47

Meski posisinya sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Siliwangi, Asep Budiman tidak meninggalkan kepiawiannya sebagai pebisnis. Sukatna

Mencari ilmu sekaligus mencari biayanya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan Asep Budiman. Sejak duduk di sekolah dasar lulusan pasca sarjana Ekonomi Perusahaan Pertanian Universitas Padjajaran ini sudah belajar berdagang. Bahkan ketika masuk ke jenjang perguruan tinggi ia sudah bisa membiayai sendiri kuliahnya.

Sekarang setelah memegang jabatan sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Siliwangi Tasikmalaya, tidak serta merta bisnis ditinggalkannya. Hanya saja dengan strategi yang berbeda. Sebelum tahun 2000, Asep lebih banyak menjalankan aktivitas bisnis dengan tenaganya sendiri. “Setelah selesai mengajar di kampus, saya sering mengangkuti barang-barang untuk dijual,” akunya.

Namun kini ia memiliki strategi berbeda. Menurutnya, ia lebih banyak menggunakan pikirannya dalam menjalankan bisnis. Dalam bisnis ban dan oli bekas, ia menggandeng mitra. Aktivitas bisnis tersebut pun dijalankan oleh orang lain. Ia hanya mencari dan memperluas jaringan, baik untuk pembelian oli dan bekas maupun untuk penjualannya.
Ban bekas ia beli dari Jakarta, kemudian divulkanisir dan dijual kembali.

Dalam menjalankan bisnis, selain menggandeng mitra, seringkali ia bekerjasama dengan saudara atau adiknya. Misalnya untuk bisnis counter HP dan jasa pencucian bis di sebuah pool di Jakarta. Dalam posisi ini Asep bertindak sebagai investor saja sedang adiknya yang menjalankan usaha. Pola pembagian hasil antara Asep dan adiknya 40:60.  “Secara fisik saya sudah tidak banyak terlibat. Sekarang ini saya lebih menekuni bisnis yang banyak menggunakan pikiran. Misalnya menjadi konsultan pendirian BPR atau membuat business plan,” tuturnya.

Sebetulnya, kata Asep, antara pendidikan tinggi atau profesi akademisi dengan bisnis tidak kontradiktif. Pendidikan tinggi, menurutnya, justru bisa mendongkrak kemajuan bisnis. “Secara pribadi saya merasakan pendidikan tinggi sangat berguna untuk mendongkrak kemampaun berkomunikasi, memperluas jaringan dan kepercayaan diri, suatu hal yang penting dalam menjalankan bisnis,” katanya memberi alasan.

Cuma, imbuh Asep, pebisnis yang memiliki pendidikan tinggi dan menekuni sebuah profesi, biasanya fokusnya terbagi. Sehingga tingkat kemajuan usahanya tidak sepesat dengan orang-orang yang fokus pada bisnisnya semata. “Hanya persoalan fokus saja. Menurut saya pendidikan tinggi tidak menghalangi seseorang untuk sukses berbisnis,” tandasnya seraya menyebut banyak rekan-rekan seprofesinya yang juga sukses berbisnis, bahkan jauh lebih sukses dari dirinya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »