www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

By Pass Ala Universitas

Posted by On 02.52

Jika suatu universitas berhasil memposisikan diri menjadi entrepreneur university dampaknya akan jauh lebih hebat dari Revolusi Industri di abad pertengahan. Sukatna

Ada sekitar 2.400 perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Namun, kontribusinya terhadap kemakmuran rakyat Indonesia belum terlalu terasa. Bahkan secara satire banyak yang mengatakan, PT memberikan andil cukup besar untuk mencetak sarjana pengangguran.

Menurut Rektor Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Nu’man Somantri ada tiga tingkatan yang bisa dilekatkan pada PT. Tingkatan pertama, sebagai high learning institution, tingkatan kedua sebagai research university dan tingkatan ketiga sebagai entrepreneur university.  “Di luar negeri sudah banyak universitas yang menjadi entrepreneur university. Misalnya Harvard dan MIT,” ungkap pria yang mengenyam pendidikan dari sejumlah perguruan tinggi di Amerika Serikat ini. Baik Harvard maupun MIT, melahirkan banyak pemikiran dan inovasi yang bisa dijual ke masyarakat luas.

Nu’man mengakui PT di Indonesia menyandang predikat high learning institution saja masih berat, apalagi sebagai research university atau entrepreneur university  Istilah pria ini masih banyak PT yang ‘asal-asalan’. “Padahal perguruan tinggi menjadi tumpuan kemakmuran bangsa,” sebutnya.

Meski demikian Nu’man sudah membuat konsep untuk menjadikan Unsil sebagai entrepreneur university. “Istilahnya kami melakukan by pass, tanpa melewati research university,” ungkapnya.

Ia menambahkan, konsep ini masih sejalur dengan salah satu Tri Dharma PT yakni pengabdian masyarakat. “Cuma dulu pengabdian masyarakat masih diartikan secara sempit. Misalnya membangun MCK ketika mahasiswa melakukan KKN. Sekarang pengabdian masyarakat harus diperluas, di antaranya melalui pendidikan kewirausahaan,” terangnya.

Langkah-langkah ini telah dilakukan oleh Unsil. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sudah mulai diberdayakan agar mengarah ke kegiatan entrepreneurship. “Labarotorium Ekonomi, Laboratorium Pertanian selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar juga harus mengarah ke kegiataan kewirausahaan,” tutur rektor yang menetapkan mata kuliah kewirausahaan ini sebagai mata kuliah umum yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa Unsil.

Selain itu yayasan yang menaungi universitas di Tasikmalaya ini juga sudah memiliki.  unit-unit usaha seperti misalnya SPBU, BPR, 65 kolam pembibitan dan pembesaran ikan. Unit usaha ini akan terus dikembangkan ke arah sentra-sentra produksi yang lain. Untuk BPR, Unsil merupakan satu-satunya universitas yang memilikinya.

Unsil juga bertindak sebagai fasilitator pengusaha UKM di Tasikmalaya agar bisa go international dengan membentuk Tasikmalaya Industry Guide. Salah satu prestasinya adalah  mengajak beberapa pengusaha Tasikmalaya berkunjung ke Eropa untuk menjajaki pemasaran di sana sehingga mereka bisa mengekspor produknya. Selain itu, Unsil juga melakukan pelatihan Bahasa Inggris dan IT kepada para pengusaha Tasikmalaya.

Nu’man menyadari tak gampang untuk mengubah sebuah universitas yang selama ini dipahami semata-mata sebagai high learning institution menjadi entrepreneur university. Tetapi langkah itu telah diambilnya. “Kalau sebuah universitas berhasil menjadi entrepreneur university dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan dengan dampak revolusi industri,” ujar Nu’man yang sudah sepuh tetapi tetap energik ini.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »