www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Boris Ngagi Ingin Mandiri Sejak Dini

Posted by On 03.01

Di usia belia Boris telah mengambil keputusan tegas: tak melanjutkan pendidikannya dan memilih menjadi pengusaha sebagai jalan hidupnya. Wiyono

Di negeri ini masih populer paradigma pilihan hidup menjadi pengusaha adalah karena faktor terpaksa. Maka masih agak sulit mencari sosok pengusaha yang sudah eksis sejak usia belia. Kalau pun sebetulnya cukup banyak tetapi umumnya usaha yang dilakukan baru sekadar bisnis coba-coba atau belajar bisnis. Wajar kalau usaha mereka juga belum banyak terekspos oleh media. Barangkali ini sebuah contoh ekstrem seseorang yang memilih jalur entrepreneur sejak dini.
Memang, Boris Ngangi terlahir di tengah-tengah keluarga pebisnis. Kedua orang tuanya pengusaha, salah satunya berupa yayasan pendidikan. Tidak heran apabila didikan yang diberikan oleh keluarganya sehari-hari tidak luput dari arahan yang mengasah jiwa kewirausahaan kepada anak-anaknya. Tetapi anak kedua dari enam bersaudara ini ternyata mengambil langkah radikal dengan memutuskan mulai berwirausaha  begitu lepas dari SMU tanpa melanjutkan study ke perguruan tinggi.

“Aku belajar dari pengalaman, orang tua, dan juga anak buah. Pokoknya belajar from the best,” ujarnya singkat. Motivasi yang diperoleh dari keluarga umpamanya setiap malam mereka mengadakan semacam rapat keluarga membicarakan pencapaian yang diperoleh. Lalu didiskusikan pula tentang bagaimana rencana ke depannya, tentang kondisi perusahaan, karyawan, serta langkah-langkah yang akan kembali dijalankan untuk mencapai target lanjutan. 
Saat ini setidaknya dua buah usaha miliknya tengah berjalan. Yang pertama Boris Yogurt, bisnis minuman yogurt dan satu lagi sebuah majalah remaja bernama Shock! Magazine.
Boris mengaku, terdapat untung-rugi menjalani bisnis sejak usia muda seperti dirinya. Sebab dari sisi pergaulan saja sudah pasti berbeda. Kesempatan berhura-hura dengan teman sepantaran lebih terbatas karena lingkup pergaulan lebih banyak dengan para orang dewasa dan terutama rekan usaha. Namun keuntungan yang diperoleh ia dapat lebih awal mandiri dibandingkan teman-teman seusia yang lain. “Aku dari dulu sudah malas sekolah. Maka mendingan membuka usaha, tetapi asalkan serius dan dijalani dengan benar. Orang tua juga mendukung,” akunya.

Pilihan usahanya pun tidak terlalu muluk melainkan mengambil jalur sederhana. Dengan alasan hobi makan ia membuka sebuah usaha pengolahan asam susu atau yogurt. Bisnis yang berlokasi di daerah Bogor itu kini belum genap setahun dan kapasitas produksi, seperti diungkapkan, sekitar 1000 sachet sebulan belum maksimal karena masih tahap uji coba pasar. 
“Terus bikin majalah karena saya suka fashion,” lanjut mantan model ini. Media cetak yang membidik kelas remaja berusia 13 hingga 23 tahun tersebut saat ini memasuki edisi yang ketiga. Sementara edisi awal tercatat bulan Maret 2007 lalu sebanyak 3000 eksemplar. Peredarannya sebagian besar masih berada di Jabodetabek ditambah Bandung dan beberapa kota-kota besar lainnya.
Lebih lanjut diungkapkan, sebetulnya latar belakang kedua bisnis yang tengah ia jalankan tersebut tidak lain sebagai back up dari usaha yang dijalankan oleh ibunya. “Intinya aku bikin media dan yogurt untuk membackup bisnis sekolahnya mama sehingga sekolah Jaka Sampurna memiliki media sendiri, Shock! Magazine. Nantinya ada tempat komunitas di situ sebagai tempat nongkrong dan lalu ada yogurt sebagai makanannya,” tutur Boris yang ingin mengembangkan banyak bisnis pendukung lain semisal bisnis kafe, fashion, dan berencana segera mulai membuka franchise Boris Yogurt. Sesuai rencana, bisnis media pun akan merambah segmen penggemar otomotif, free magazine, dan bermacam-macam pasar media lain.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »