www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Rumah Rendang, Masih Melenggang

Posted by On 03.04

Segalanya serba rendang. Dan bukanya pun hanya hari Sabtu-Minggu. Namun puluhan juta rupiah bisa dikantongi Ical dan istrinya. Wiyono

Anda pegawai atau karyawan yang nyambi berbisnis tak perlu merasa kecut karena tidak bisa total me-ngelola usaha. Kuncinya pandai-pandailah membagi waktu dan menentukan manajemen yang sesuai. Buktinya Alevieryzal Julias atau kerap disapa Ical, sukses meraup puluhan juta rupiah per bulan padahal RM. Rendang Ny. Asmi miliknya hanya buka dua hari saja dalam seminggu, yakni hari Sabtu dan Minggu. Pegawai di salah satu perusahaan pemerintah ini merelakan hari liburnya dikorbankan untuk berbelanja, memasak, dan mengantarkan pesanan.
Sehari-hari karyawan PT. Perusahaan Pengelolaan Aset ( PPA/ badan pengganti BPPN-red) tersebut ngantor sebagaimana pegawai lainnya dan baru pada akhir pekan ia sibuk di kios masakan rendang yang berlokasi di Plaza Cordoba, area perbelanjaan yang terletak pinggir jalan di bilangan Serpong, Tangerang bersama istrinya, atau pun mengantarkan pesanan. Pagi-pagi ia berbelanja  bahan-bahan, daging, kelapa, dan berikut bumbu-bumbunya ke pasar. Aktifitas seperti itu dilakukannya sejak beberapa bulan yang lalu. “Kalau yang lain-lain beristirahat, pada akhir pekan kita malah sibuk bekerja, Pak,” selorohnya.

Ikhwal latar-belakang bisnis yang dijalankan Ical menyebutkan hal itu berangkat dari kesadaran bahwa posisi seorang karyawan kerap kali rawan terjadinya PHK. Pengalaman kerja di BPPN yang kemudian dibekukan, meskipun kemudian berope-rasi dengan berganti nama menjadi perusahaan baru memberikan pelajaran yang berharga. “Kebetulan saya teringat ibu saya pintar membuat rendang yang khas dan setiap kali ada tetangga yang mau pesta sering minta dibuatkan,” ia beralasan. Demikian pula ketika ia coba-coba membawa rendang ke kantor, ternyata banyak teman-teman sekerja yang menyukai. Akhirnya selama sebulan ia beserta istrinya kursus kepada ibunya belajar resep masakan daging bersantan yang dimasak hingga kering tersebut.

Menurut Ical rendang bikinannya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan yang biasa dijual di rumah-rumah makan Padang. Hal yang wajar karena di restoran Padang rendang bukan menjadi satu-satunya menu andalan. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mengolah rendang yang khas bisa berkisar antara 6 hingga 8 jam. Lazimnya, untuk memasak satu kilogram daging hanya membutuhkan 2 butir kelapa. Tetapi Ical dan istrinya memakai 3 hingga 4 butir kelapa tua untuk tiap kilogram daging. “Agar santan yang dihasilkan cukup banyak dan rasanya manis,” ungkap suami Heni Sondari.

Dikarenakan tidak buka tiap hari, warung rendang Ical lebih banyak melayani pesanan. Meskipun selalu tersedia lengkap rendang, nasi, sambal dan lalapan, tetapi pembeli yang makan di tempat rata-rata bisa dihitung. Per kilo rendang dijual Rp 125.000 dan setiap  minggu mampu menghabiskan 20 kg daging dengan omset Rp 10 juta-Rp 12,5 juta sebulan. Selain sekitar tempat tinggal, permintaan kadang-kadang juga dari luar kota dan pa-ling jauh hingga ke Pekalongan, Jawa Tengah. Banyaknya pesanan rata-rata 2-5 kg. Pembeli biasanya menelpon atau mengirim SMS sebelum mengambil pesanan atau bisa juga diantarkan langsung bila rumahnya cukup dekat. Pelanggan umumnya mengenal cukup dari mulut ke mulut. Di samping itu, dengan posisinya sebagai orang kantoran malah memungkinkan bertemu dengan banyak orang luar. “Rumah makan Padang banyak, tetapi yang khusus jualan rendang belum ada,” da-lihnya kenapa jualannya laku.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »