www.AlvinAdam.com


Majalah Pengusaha

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Anda Repot, Ada Asisten Pribadi Yang Siap 24 Jam

Posted by On 04.00

Kebutuhan seseorang begitu kompleks. Kalau dikerjakan sendiri rasanya tidak mungkin. Sudah saatnya Anda memanfaatkan jasa Asisten Pribadi (Aspri) yang siap membantu kapan saja. Fitra Iskandar 

Suatu pagi karena bangun kesiangan,  Anda tergesa-gesa berangkat ke kantor karena  pagi itu Anda memiliki jadwal meeting dengan klien. Saat berada di tengah perjalanan Anda baru teringat ada berkas penting yang tidak terbawa. Tentunya untuk kembali kerumah adalah hal yang mustahil karena waktu Anda akan terbuang-buang karena terjebak kemacetan.   Acara meeting pun pasti berantakan. Hal seperti inilah yang dibayangkan Abdul Latif, saat pertama mendirikan Asistenpribadi.com (Aspri). Sebuah usaha jasa transportasi yang multi fungsi.

Latif  memposisikan usaha asisten pribadi sebagai jasa kurir plus-plus. Keunikannya,  jasa kurir ala
Aspri ini tidak hanya mengurusi antar- mengantar barang. Namun bisa menjadi asisten  yang siap memenuhi kebutuhan klien dalam urusan-urusan yang memerlukan  jasa transportasi - yang  plus bisa “disuruh”. Misalnya,  jika suatu saat Anda sedang dalam keadaan sakit  dan terbaring di rumah seorang diri, padahal Anda perlu membeli obat di apotek, siapa yang akan Anda mintai tolong untuk membeli obat? Tinggal telepon Aspri. Maka kru akan segera meluncur ke lokasi untuk mengurusi semua keperluan Anda, mulai mengambilkan berkas dan mengantarkannya ke kantor Anda atau menebus resep di apotek dan sebagainya.
”Jasa yang kami tawarkan, fungsinya memang seperti asisten pribadi. Idenya adalah untuk membantu siapa yang kesulitan mencari orang yang bisa "disuruh,"  untuk tugas yang sifatnya  mobile. Sebab itu  jasa kami  24 jam,” Ujar Abdul Latif Setiabudi pentolan Aspri.

Jasa Aspri bermacam macam, seperti membelikan makanan, obat, mengambil berkas atau dompet yang tertinggal, sampai membantu orang yang mengalami kebocoran ban mobil di tengah jalan. Aspri didirikan pertengahan tahun lalu oleh  Latif, dan beberapa rekannya dengan memanfaatkan jaringan anggota Pokdar Kamtibmas (Kelompok Sadar Kamtibmas). Organisasi masyarakat di bawah binaan polisi,  yang tersebar di seluruh Jakarta. Jumlah anggota yang mencapai 20 ribu orang di DKI Jakarta, adalah salah satu modal yang menumbuhkan kepercayaan diri Latif dan rekan-rekannya untuk membangun usaha berbasis transportasi ini.” Secara finansial usaha ini hampir tanpa  modal. Kami memanfaatkan jaringan anggota yang tersebar di seluruh Jakarta,” ujarnya.

Untuk awalnya, biaya hanya dikeluarkan sekitar Rp 30 juta. Uang sebesar itu digunakan untuk membeli server komputer. Itupun menurut Latif hanya nilai asumsi, karena server yang digunakan Aspri untuk registrasi member melalui SMS merupakan server yang telah ia miliki sebelumnya yang digunakan untuk usaha dealer voucher-nya. Saat baru dioperasikan, pada  tiga bulan pertama kru tidak mendapat gaji. Pemasukan kru hanya berasal dari order klien. “ Kami gotong royong. Karena sifatnya sama-sama merintis maka pada tiga bulan pertama anggota tidak mendapat gaji,” cetus Syamsul seorang pendiri Aspri lainnya.
Asisten Pribadi
Kru Aspri yang bekerja  berjumlah 20 orang. Jika permintaan tinggi,  jumlahnya  dapat ditambah dengan merekrut anggota pasif yang juga berasal dari Pokdar. “ Seluruh Anggota Pokdar Kamtibmas di wilayah DKI Jakarta dapat dimintai bantuan untuk menangani klien,” ujar Syamsul.
Jangkauan operasional Aspri saat ini masih terbatas daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sebagai langkah efesiensi dalam memenuhi tuntutan waktu, kru tidak ditempatkan disatu titik, tetapi tersebar di setiap kotamadya. Setiap titik memiliki dua posko. Satu posko sentral dan satu tambahan. Kru Aspri  Di  Jakarta- utara letaknya di Cempaka Mas. Jakarta- Barat di daerah Daan Mogot. Jakarta Timur Dewi Sartika dan Monas untuk Jakarta Pusat. Sedangkan untuk Jakarta – Selatan posko berada di Mampang dan Radio Dalam. “Saat ada klien yang meminta jasa ke call center kami di Radio Dalam, maka saya akan memberikan pesan singkat melalui server yang akan diterima oleh semua kru, sehingga kru Aspri yang terdekat dapat segera meluncur  memenuhi permintaan klien,” tukas Syamsul 

Untuk melancarkan komunikasi. Setiap anggota  dibekali HT. Jangkauannya pun cukup jauh bisa mencapai Bogor. Untuk menjangkau wilayah yang luas itu ditempatkan  repeater khusus di atas gedung BNI 46 di kawasan  Sudirman. HT ini berfungsi untuk koordinasi selanjutnya saat order dilaksanakan.
Kendaraan yang digunakan para kru Aspri masih terbatas pada  sepeda motor sehingga barang yang dibawa otomotis yang memiliki ukuran yang masih bisa diangkut menggunakan sepeda motor. Khusus barang yang tertutup dan tidak diketahui isinya. Syamsul mengatakan Aspri akan meminta ijin untuk membuka terlebih dahulu. Ini guna menghindari kemungkinan jasanya digunakan orang yang hendak melakukan perbuatan illegal seperti mengedarkan narkoba dan barang haram lainnya. Namun Syamsul memberi jaminan, barang yang dipercayakan kepada Aspri, akan sampai secara utuh. “Para kru tercatat sebagai anggota mitra polisi. Dan orang yang sadar hukum, kami jamin barang klien akan aman sampai tujuan,” yakin Syamsul yang mantan ketua Pokdar Kamtibmas Jakarta-Selatan ini.

Sebelum memesan, klien yang percaya dengan jaminan keamanan dan efesiensi yang ditawarkan Aspri mendaftar melalui SMS. Setelah nama alamat dan nomor identitas diketahui barulah klien dapat dilayani. Untuk masalah pembayaran selain sistem membayar di tempat setelah barang sampai di tujuan, klien pun dapat melakukan deposit yang jumlahnya tidak ditentukan. Tarifnya setiap order akan dikenakan Rp 10.000 ditambah Rp1.500 untuk setiap satu kilometernya.

Sebagai bisnis baru, promosi sangat penting. Selain menyebarkan informasi melalui situs Asistenpribadi.com, salah satu caranya adalah tidak membatasi order klien sejauh masih dapat dipenuhi. Sehingga tidak jarang order yang masuk ke Aspri terbilang agak nyeleneh. Syamsul mengaku pernah dimintai seseorang untuk hanya sekadar membeli obat maag yang harganya Rp6000, padahal sang klien harus membayar  jasa Aspri  Rp15.000.
Meski tidak menyebutkan omsetnya, Syamsul dan Latif mengaku senang dengan perkembangan bisnis  yang awalnya berbasis gotong royong ini. ”Jumlah klien kami terus bertumbuh. Kami pun masih terus mengembangkan sistem operasional Aspri. Dan Alhamdulillah kru kami sudah bisa menikmati gaji, selain ongkos Rp 1500 perkilometernya, ” tukas Syamsul yang diamini Latif. 

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »